Hubungan Usia dan Status Gizi Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Panti

Authors

  • Anggih Nadiatul Jannah Universitas Muhammadiyah Jember
  • Awatiful Azza
  • Siti Kholifah

DOI:

https://doi.org/10.31983/jlk.v7i2.15290

Keywords:

BBLR; usia ibu; status gizi; IMT; primipara

Abstract

Latar belakang : Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan tingginya angka penyakit dan kematian pada bayi baru lahir. Berbagai faktor berpengaruh terhadap terjadinya BBLR, termasuk usia ibu dan kondisi gizi selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan status gizi dengan kejadian BBLR pada ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Panti.

Metode : Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif bersifat korelasional dengan desain cross-sectional retrospektif. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh ibu yang baru pertama kali melahirkan di kawasan Puskesmas Panti, dengan jumlah sampel mencapai 91 responden yang diambil melalui metode total sampling. Data diperoleh melalui Google Forms serta data sekunder dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.

Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berada dalam rentang usia matang (20–35 tahun) (79,1%), status gizi ibu sebagian besar normal (70,1%), dan sebagian kecil (15,4%) menunjukkan adanya Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p = 0,002; OR = 6). Di sisi lain, tidak ditemukan hubungan antara status gizi ibu dengan terjadinya BBLR (p = 0,070).

Kesimpulan : Usia ibu berhubungan dengan kejadian BBLR pada ibu primipara, sedangkan status gizi ibu tidak berhubungan dengan BBLR. Pemantauan usia reproduksi yang ideal dan deteksi dini kehamilan berisiko perlu ditingkatkan untuk menurunkan kejadian BBLR.

 

Kata Kunci: BBLR; usia ibu; status gizi; IMT; primipara

References

Adethia, S., Lestari, N. E., & Purnamasari, E. R. W. (2025). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Sosial Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Yang Memiliki Bblr Di Ruang Perinatologi. Jurnal Riset Ilmiah, 10(2), 4699–4708. https://manggalajournal.org/index.php/SINERGI/article/view/1218/1479

Aji, A. S., Lipoeto, N. I., Yusrawati, Y., Malik, S. G., Kusmayanti, N. A., Susanto, I., Majidah, N. M., Nurunniyah, S., Alfiana, R. D., Wahyuningsih, W., & Vimaleswaran, K. S. (2022). Association between pre pregnancy body mass index and gestational weight gain on pregnancy outcomes: a cohort study in Indonesian pregnant women. Aji et al. BMC Pregnancy and Childbirth, 22(1), 1–12. file:///C:/Users/HP/Downloads/s12884-022-04815-8.pdf

Anjaswari, L. K. K. S., Wanadiatr, H., Rosmala, A. Z., & Benvenuto, A. F. (2024). Hubungan Usia Ibu, Paritas, Konsumsi Tablet FE Dan Frekuensi Antenatal Care (ANC) Dengan Kejadian BBLR Di Puskesmas Sigerongan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(19), 518–532.

Apriani, E., Subandi, A., & Khusni, A. (2021). Hubungan Usia Ibu Hamil, Paritas dan Usia Kehamilan dengan Kejadian BBLR di RSUD Cilacap. TeNS: Trends of Nursing Sciences , 4(1), 45–52.

Azza, A., Yunitasari, E., Susilo, C., & Triharini, M. (2022). Effect of Pre-Eclampsia with risk factors for birth weight and neonatal asphyxia: A retrospective study in pregnant women. Rawal Medical Journal, 47(3), 620–623. https://www.rmj.org.pk/fulltext/27-1646364084.pdf

BPS. (2025). Statistik Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2024 (pp. 1–106).

Damayanti1, E., Nisak, A. Z., & Nasriyah. (2023). ANALISIS EMPAT TERLALU TERHADAP RISIKO TINGGI KEHAMILAN. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 16(2), 238–248.

Dinkes. (2025). Profil Kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2024. In Dinas Kesehatan.

Kemenkes. (2024). Profil Kesehatan Kesehatan 2024. In F. Sibuea (Ed.), Buku. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. file:///C:/Users/HP/Downloads/Profil Kesehatan Indonesia 2024.pdf

Kristiansen, O., Roland, M. C., Zucknick, M., Reine, T. M., Kolset, S. O., Henriksen, T., Lekva, T., & Michelsen, T. (2022). Maternal body mass index and placental weight: a role for fetal insulin, maternal insulin and leptin. Journal of Endocrinological Investigation, 45(11), 2105–2121. https://doi.org/10.1007/s40618-022-01842-2

Kuswandari, G. (2024). Kehamilan Resiko Tinggi , Perlu Diwaspadai. Kemenkes.

Listiarini, U., Maryanti, E., & Sofiah, N. S. (2022). Status Gizi Ibu Hamil Berhubungan dengan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Jurnal Kesehatan Mahardika, 9(2), 10–15. https://doi.org/10.54867/jkm.v9i2.107

Lyimo, G. S., & Moshi, F. V. (2024). The prevalence of low birth weight and its associated maternal factors among women of reproductive age who gave birth to live babies within five years preceding the survey in Tanzania: an analysis of data from the 2015-16 Tanzania Demographic and Health S. BMC Pregnancy and Childbirth, 24(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s12884-024-06719-1

Magfiroh, L., Azza, A., & Kholifah, S. (2023). Gambaran Kemampuan Adaptasi Ibu Hamil Berbasis Teori Roy pada Ibu Hamil. Health & Medical Sciences, 2(1), 10. https://doi.org/10.47134/phms.v2i1.68

Mendri, N. K., Badi’ah, A., & Subargus, A. (2021). Model Momming Guide Kangoroe Mother Care Skin To Skin Contact Terhadap Kestabilan Suhu Tubuh Dan Berat Badan Pada Bblr Di Puskesmas.

Ningdiah, A. K., & Khayati, Y. N. (2023). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil dengan Berat Badan Lahir di BPM Bidan Sri Harti. Journal of Holistics and Health Science, 5(1), 67–74. file:///C:/Users/HP/Downloads/8+JHHS+2023.pdf

Pasaribu, I. H., Rahayu, M. A., Marlina, R., & Karawang, U. S. (2023). Studi Cross Sectional: Status Gizi Ibu Hamil Dan Komplikasi Pada Kehamilan. JIK-MC: Jurnal Ilmu Kesehatan Mandiria Cendikia, 2(12), 156–161. https://journal-mandiracendikia.com/jikmc

Pramana, I. D. B. K. W., Danianto, A., & Cholidah, R. (2022). Hubungan Obesitas Pada Kehamilan Dengan Berat Bayi Dan Usia Kehamilan Saat Persalinan Di Puskesmas Cakranegara. Unram Medical Journal, 11(1), 781–784. https://doi.org/10.29303/jku.v11i1.614

Pratiwy, U. (2025). Analisis Risiko terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Wilayah Kerja Puskesmas Jumpandang Baru. Jurnal Ilmiah Kebidanan Dan Kesehatan, 3(1), 19–26. https://salnesia.id/jibi/article/view/1448/485

Rufaindah, E., Muzayyana, Sulistyawati, E., Hasnita, Y., Sari, N. A. M. E., Citrawati, N. K., Yanti, N. L. G. P., Mustikawati, N., Patemah, Mariyam, Meiriza, W., Wulandari, I. S., Badi’ah, A., Oviana, A., Rahayu, S., & Mayasari, D. (2022). Tatalaksana Bayi Baru Lahir.

Sari, A. K., & Wahyuni, S. (2021). Hubungan Usia Ibu bersalin dengan Kejadian BBLR. MJ (Midwifery Journal), 1(3), 131–134.

Utami, R., & Kholifah, S. (2023). Mothers’ Knowledge and Self-efficacy on Preventing Infections in Low-birth-weight Infants during the COVID-19 Pandemic. KnE Medicine, 2023(8), 296–304. https://doi.org/10.18502/kme.v3i2.13063

Wahyuningsih, I., Ernawati, D., & Suynai. (2025). Hubungan Usia Ibu, Umur Kehamilan, Dan Paritas Dengan Kejadian BBLR Di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Borneo Nursing Journal (BNJ), 7(2), 187–195. https://doi.org/10.61878/bnj.v7i2.119

Downloads

Published

2026-10-21

How to Cite

Jannah, A. N., Awatiful Azza, & Kholifah, S. (2026). Hubungan Usia dan Status Gizi Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Panti. Jurnal Lintas Keperawatan, 7(2), 36–42. https://doi.org/10.31983/jlk.v7i2.15290