PREVALENSI DAN DETERMINAN RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA

Penulis

  • Ahmad baequny Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Sri Hidayati Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Didi Hermawan Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/juk.v6i1.14359

Kata Kunci:

Prevalensi, Determinan, Resiko diabetes mellitus, Remaja

Abstrak

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah.  Insiden dan prevalensi Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) pada kelompok usia anak dan remaja makin meningkat sejalan dengan lonjakan obesitas dan gaya hidup sedentari. Deteksi dini tentang potensi risiko terjadinya diabetes melitus pada remaja merupakan hal penting yang harus dilakukan. Penapisan risiko menggunakan instrumen non-invasif seperti FINDRISC dapat membantu mengidentifikasi remaja berisiko tinggi untuk intervensi dini. Tujuan penelitian Adalah menentukan prevalensi risiko dan mengidentifikasi determinan yang berpengaruh terhadap risiko DMT2 pada remaja. Metode penelitian yaitu deskriptif analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja di Prodi D III Keperawatan Tegal. Penentuan sampel menggunakan pendekatan Gay & Diehl didapatkan sejumlah 153. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner FINDRISC (Finnish Diabetes Risk Score). Analisis data dengan uraian deskriptif, uji chi-square, dan regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kategori risiko rendah 69% (n=106), sedikit meningkat 27,5% (n=42), dan sedang 3,5% (n=5). Terdapat variabel yang meningkatkan risiko, yaitu IMT, lingkar pinggang, kebiasaan olahraga/aktifitas, konsumsi sayur dan buah serta riwayat keluarga. Variabel yang paling dominan dengan odd ratio (OR) tertinggi adalah riwayat keluarga sebesar 16,89. Temuan penelitian ini memperkuat teori bahwa DM merupakan penyakit multifaktorial, dimana faktor genetik, fisiologis, dan perilaku saling berinteraksi. Kesimpulan: Penggunaan FINDRISC pada populasi remaja dapat membantu mengidentifikasi kelompok yang berisiko. Upaya deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai upaya promotive-preventif.

Referensi

Aguiar, E. J., Morgan, P. J., Collins, C. E., Plotnikoff, R. C., Young, M. D., & Callister, R. (2016). Efficacy of the Type 2 Diabetes Prevention Using LifeStyle Education Program RCT. American Journal of Preventive Medicine, 50(3), 353–364. https://doi.org/10.1016/j.amepre.2015.08.020

American Diabetes Association. (2020). Standards of medical care in diabetes—2020 abridged for primary care providers. In Clinical Diabetes (Vol. 38, Issue 1, pp. 10–38). American Diabetes Association Inc. https://doi.org/10.2337/cd20-as01

American Diabetes Association. (2024). Standards of medical care in diabetes. Diabetes Care, 47(1), 1–156. https://doi.org/https://doi.org/10.2337/dc24-S001

Ashtary-Larky, D., Bagheri, R., Naderi, J., & et al. (2018). Waist circumference to height ratio: better correlation than other anthropometric indices with visceral adipose tissue in patients with type 2 diabetes. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 16(4). https://doi.org/10.5812/ijem.55023

Bandura, A. (2023). Social cognitive theory: An agentic perspective on human nature. Routledge.

Bansal, N. (2015). Prediabetes Diagnosis and Treatment: A Review. World Journal of Diabetes, 6(2), 296–303. https://doi.org/10.4239%2Fwjd.v6.i2.296

khasanah, D. U., Suparjo, S., & Fauziyah, A. (2025). Penilaian Lower Urinary Tract Symptoms (Luts) Pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Tegal. 5(2), 215–223. https://doi.org/https://doi.org/10.31983/juk.v5i2.13644

Fatmawati, A. (2010). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pasien Rawat Jalan.

Fitriani, & Sanghati. (2021). Intervensi Gaya Hidup dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Pasien Pra-Diabetes. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada , 10(2). doi: 10.35816/jiskh.v10i2.682

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Hannon, T. S. (2020). Promoting Prevention, Identification, and Treatment of Prediabetes and Type 2 Diabetes in Youth. Pediatrics, 146(3), 1–5. doi: 10.1542/PEDS.2020-010272

Khokhar, A., & Chin, V. L. (2017). Metformin Use in Children and Adolescents with Prediabetes. Pediatric Clinics of North America , 64(6). doi: 10.1016/j.pcl.2017.08.010

Kim, J., Kim, K., & et al. (2023). CT-based measurement of visceral adipose tissue volume as a reliable tool for assessing metabolic risk factors in prediabetes across subtypes. . Scientific Reports, 13. https://doi.org/10.1038/s41598-023-49371-z

Lindström, J., & Tuomilehto, J. (2003). The diabetes risk score: A practical tool to predict type 2 diabetes risk. Diabetes Care, 26(3), 725–731. https://doi.org/10.2337/diacare.26.3.725

Lisnawati, N. (2023). Hubungan Indeks Massa Tubuh, Persen Lemak, dan Faktor Lainnya dengan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Remaja. Jurnal Nutrisi Dan Kesehatan (JNC). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/36662

Pramanik, S., Mondal, S., Palui, R., & Ray, S. (2024). Type 2 diabetes in children and adolescents: Exploring the disease heterogeneity and research gaps to optimum management. World Journal of Clinical Pediatrics, 13(2). https://doi.org/10.5409/wjcp.v13.i2.91587

Pusdatin Kemenkes. (2020). Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Mellitus.

Rariden, C. (2019). Prediabetes : A Wake-up Call. Nursing, 49(4), 38–44. https://doi.org/10.1097/01.nurse.0000554281.77374.c9

Rother. (2007). Diabetes Mellitus dan Penanganannya. Medical Book.

Sahayati, S. (2019). Faktor risiko kemungkinan timbulnya diabetes melitus pada remaja di Kabupaten Sleman (Skoring DM menggunakan FINDRISC). Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati, 4(2), 201–212.

Scott, R. A., Langenberg, C., Sharp, S. J., Franks, P. W., & Rolandsson, O. (2013). The link between family history and risk of type 2 diabetes is not explained by anthropometric, lifestyle or genetic risk factors. Diabetologia, 56(1), 60–69. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s00125-012-2715-x

Stefanaki, C., Bacopoulou, F., & Peppa, M. (2016). Prediabetes and Adolescence - Trends, Causes, Effects, and Screening. US Endocrinology , 12(2), 94–98. doi: 10.17925/USE.2016.12.02.9

Tagi, V. M., Giannini, C., & Chiarelli, F. (2019). Insulin resistance in children. Frontiers in Endocrinology. https://doi.org/10.3389/fendo.2019.00342

Tchernof, A., & Després, J. P. (2013). Pathophysiology of human visceral obesity: an update. Physiological Reviews, 93(1), 359–404. https://doi.org/10.1152/physrev.00033.2011

Terathongkum, S., Wangpitipanit, S., Kraithaworn, P., & Vallibhakara, S. A. O. (2018). A community-based lifestyle modification for prevention diabetes in pre-diabetes: A quasi-experimental study. Journal of the Medical Association of Thailand, 101(3), 297–304. https://repository.li.mahidol.ac.th/handle/123456789/46869

Tsyaniyah, A. A., Aisyah, I. S., & Husnul, N. (2024). Obesity status and blood sugar levels in productive age. Nutrition Scientific Journal, 3(1).

Wondmkun, Y. T. (2020). Obesity, insulin resistance, and type 2 diabetes: Associations and therapeutic implications. Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity, 13, 3611–3616. https://doi.org/https://doi.org/10.2147/DMSO.S275898

Diterbitkan

2026-04-02

Cara Mengutip

baequny, A., Sri Hidayati, & Didi Hermawan. (2026). PREVALENSI DAN DETERMINAN RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA. Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan, 6(1), 293–300. https://doi.org/10.31983/juk.v6i1.14359

Terbitan

Bagian

Articles