Pengaruh Perawatan Luka Modern Menggunakan Madu Terhadap Penyembuhan Ulkus Diabetikum
DOI:
https://doi.org/10.31983/juk.v6i2.14159Kata Kunci:
perawatan luka modern madu luka diabetikAbstrak
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, penurunan sensitivitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah ulkus diabetikum yang memerlukan penatalaksanaan luka secara tepat. Perawatan luka modern menggunakan madu diketahui memiliki sifat antibakteri, antiseptik, serta mampu mempercepat pembentukan jaringan granulasi dan menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perawatan luka modern menggunakan madu terhadap penyembuhan ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 22 responden di Rumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang pada 3 Maret–20 April 2025 menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan perawatan luka modern menggunakan madu terhadap penyembuhan ulkus diabetikum. Madu berpotensi menjadi terapi pendukung yang efektif dalam mempercepat regenerasi jaringan dan proses penyembuhan luka
Referensi
Adwibowo, A. (2018). Peran tingkat pendidikan terhadap kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 123–129. https://doi.org/10.15294/kemas.v14i2.15931
Al Fady, M.F. (2019). Madu dan Luka Diabetik. Yogyakarta: Gosyen Publis
Al Waili, N. S., et al. (2018). Therapeutic Effects of Honey on Wound Healing and Infection Control in Diabetes Mellitus Patients. Clinical Nutrition, 37(6), 1482-1489. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2017.06.015
Alfaqih, Mohamad, R., Anugerah, A., & Khayudin, B. A. (2021). Manajemen penatalaksanaan diabetes melitus. Guepedia. Alzamani et al. (2022). Ulkus kronis: mengenali ulkus dekubitus dan ulkus diabetikum. Jurnal Syntax Fusion. Vol 2 No 02 E-ISSN: 2775-6440
Amalia, R. (2021). Efektivitas Perawatan Luka Madu terhadap Penyembuhan Ulkus Diabetikum di RSUD Dr. Soetomo Surabaya (Skripsi, Universitas Airlangga).
Amelia, Rina. (2019). Hubungan Perilaku Perawatan Kaki dengan Terjadinya Komplikasi Luka Kaki Diabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tuntungan Kota Medan. Talenta Conference Series. 01(2019), Page 124-131.
Anggeria E, Siregar PS.(2019). Efektivitas Perawatan Ulkus Diabetikum Terhadap Penerimaan Diri Pasien Diabetes Melitus Tipe II. J Jumantik. 2019;4(2):178– 87.
Astuti, R., Wulandari, S., & Pramitasari, D. (2021). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(1), 55–62. https://doi.org/10.33333/jikk.v12i1.2021
Awaluddin, A., Syarifah, A., & Nurhayatina, N. (2019). Perbedaan Efektifitas Madu Dan Sofratulle Terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus. Ensiklopedia of Journal, 2(1).
Barus, S., Tampubolon, B., & Aminah, S. (2022). Pengaruh Tehnik Modern Wound Dressing Terhadap Proses Penyembuhan Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Mellitus di Klinik Wound & Footcare RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. Malahayati Nursing Journal, 5(2), 420–431. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i2.5913
Carracher, A. M., Marathe, P. H., & Close, K. L. (2018). International Diabetes Federation 2017. In Journal of Diabetes (Vol. 10, Issue 5, pp. 353–356). John Wiley and Sons Inc. https://doi.org/10.1111/1753-0407.12644
Choi. (2015). The effects of acacia honey on in vitro comeal abrasion wound healing model. BMC, (3):382-386.
Chung, H. Y., Kim, D. H., Lee, E. K., Chung, K. W., Chung, S., Lee, B., ... & Yu, B. P. (2019). Redefining chronic inflammation in aging and age-related diseases: proposal of the senoinflammation concept. Aging and Disease, 10(2), 367. https://doi.org/10.14336/AD.2018.0324
Dafianto, R. (2019). Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap resiko ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember. Skripsi. Jember: Universitas Jember.
Damayanti, S. (2018). Diabetes Mellitus dan Penatalaksanaan Keperawatan. Yogyakarta: Nuha MedikaData Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2017). Profil Kesehatan Sumatera
Decroli, E. (2019). Diabetes Melitus Tipe 2. Padang: Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakulltas Kedokteran Universitas Andalas.
Dewi, R. (2022). Asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus (M. Muarifah (ed.)). Deepublish. www.shutterstock.com
Dhivya, S., Padma, V. V. & Santhini, E. (2019). Wound Dressings – A Review. Biomedicine 5, 22
Dwi Andriani, E., & Karya Bhakti Nusantara Magelang, A. (2020). Literature Review : Pemberian Madu Kaliandra Pada Luka Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan P-Issn, 9(1), 2477–1414.
Fady, F. (2015). Madu dan Luka Diabetik. Yogyakarta: KDT
Fauziyah Sundari, H. D. (2020). Pengaruh Terapi Madu Terhadap Luka Diabetik Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rw 011 Kelurahan Pegirian Surabaya.
Febrianti, A., & Dewi, G. (2019). Uji kesesuaian instrumen skala Wagner dan Bates-Jensen wound assessment tool dalam evaluasi derajat kesembuhan luka ulkus diabetikum. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1–7.
Fitriana, D., & Suwandi, T. (2019). Hubungan Status Pekerjaan dengan Kepatuhan Kontrol dan Komplikasi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan Soedirman, 14(1), 12–20.
Han, Cailey. (2019). Chronic Wound Healing: A Review of Current Management and Treatments
Handayani, L. T. (2019). Studi Meta Analisis Perawatan Luka Kaki Diabetes dengan Modern Dressing. The Indonesian journal of health science, 6 (2).
Hapsari, M., Lestari, A. D., & Ramadhani, N. (2020). Status Sosial Ekonomi dan Kejadian Ulkus Diabetikum pada Pasien DM Tipe 2. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(2), 88–95.
Hendra et al. (2019). Efektivitas Low Power Laser Terapi dan Proprioceptif Neuromuscular Facilitation pada Ulkus Diabetikum Derajat 2. Sport and fitness jurnal. 7(2): 43-50
Herman, Bordoni. (2020). Wound Clasification IDF (2022). International Diabetes Federation Diabetes Atlas 7th edition, 2019. Irma, R., Wahyuningsih, S., & Sake, R. (2019). Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Pengetahuan, Sikap Penyandang Diabetes Mellitus di Poliklinik Interna RSU Bahteramas Sulawesi Tenggara. Ilmu Gizi Indonesia, 01(01), 40–48.
Jaffe, R. I., et al. (2019). The Role of Oxidative Stress in Delayed Wound Healing in Diabetes. Wound Repair and Regeneration, 27(1), 2-13. https://doi.org/10.1111/wrr.12667
Kaeng, E. (2022). Efektivitas Madu Dalam Perawatan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus: A Literature Review. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan
Kartika, R., Nugroho, H. S., & Widyawati, M. N. (2020). Efektivitas Perawatan Luka Menggunakan Madu terhadap Penyembuhan Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 45–52. https://doi.org/10.7454/jki.v23i1.2020
Kemenkes RI. (2022). InfoDATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Koujalagi, R. S., Uppin, V. M., Shah, S., & Sharma, D. (2020). One year randomized controlled trial to compare the effectiveness of honey dressing versus povidone iodine dressing for diabetic foot ulcer at. 7(2), 506–513.
Le Mone, Priscilla, Keren M. Burke, Dan Gerene Bauldoff. (2019). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Gangguan Kardiovaskuler Edisi 5. Jakarta : EGC.
Lomban, A., Kalangi, S. J. R., & Pasiak, T. F. (2020). Manfaat Olesan Madu Pada Penyembuhan Luka Kulit. Journal Universitas Sam Ratulangi, 8, 202–208
Majtan, J. (2021). Honey: An immunomodulator in wound healing. Wound Repair and Regeneration, 22(2), 187–192. https://doi.org/10.1111/wrr.12117
Maryunani, A., (2019), Step by step perawatan luka diabetes dengan metode perawatan luka modern, In Media, Bogor.
Mugiyanto, E., & Irham, L. M. (2022). Manajemen Ulkus Diabetikum Sebuah Kajian. Deepublish. Nabhani, Yuli Widiyastuti. (2019). Pengaruh madu terhadap Proses penyembuhan luka gangren pada pasien diabetes mellitus
Nasution, F. Y., Harahap, M. S., & Lubis, L. Z. (2020). Hubungan antara kontrol glukosa darah dengan kejadian ulkus diabetikum pada penderita diabetes mellitus. Jurnal Medika, 46(2), 89–95.
Nengke Puspita Sari, Maritta Sari. (2020). Pengaruh Pemberian Topikal Madu Kaliandra Terhadap Pengurangan Jaringan Nekrotik pada Luka Diabetes Melitus
Ningsih, A., & Darwis, I. (2019). Risti Graharti I Terapi Madu Pada Penderita Ulkus Diabetikum Medula. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 9, 192–197.
Ningsih, R., & Deni, R. (2018). Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam Rsud Dr. Achmad Mochtar Kota Bukittinggi. 15(1), 12–20.
Nontji, W., Hariati, S., & Arafat, R. (2019). Modern and Convensional Wound Dressing to Interleukin 1 and Interleukin 6 in Diabetic wound. Jurnal Ners, 10(1), 133-137.
Notoatmodjo S.(2019). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Cetakan VI). Nuraini, R., & Yuliana, R. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Kejadian Ulkus Diabetikum pada Penderita DM. Jurnal Kesehatan Komunitas, 4(2), 98–105.
Nurayati, L., & Adriani, M. (2019). Hubungan Aktifitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Amerta Nutrition, 1(2), 80. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i2.6229
Oryan, A., et al. (2019). The Effectiveness of Honey in Wound Healing: Mechanisms and Applications for Home Care. Journal of Wound Care, 28(6), 368-375. https://doi.org/10.12968/jowc.2
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Esther Veronica, Yusnaini Siagian, Zakiah Rahman, Utari Yunie Atrie

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


