EVALUASI PROTEINURIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KEBIASAAN MINUM TEH

Penulis

  • Trimar Handayani Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Fathurrozak Himawan Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Sadar Prihandana Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/juk.v5i2.13631

Kata Kunci:

Proteinuria, Nefropati diabetik, Konsumsi teh, Fungsi ginjal

Abstrak

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi mikrovaskuler, salahsatunya nefropati diabetik yang ditandai dengan proteinuria. Proteinuria berperan sebagai indikator awal kerusakan ginjal pada pasien DM. Pola konsumsi teh, terutama teh hijau dan teh hitam menarik perhatian karena kandungan polifenolnya yang berpotensi memberikan efek protektif terhadap ginjal. Tujuan dari penelitian ini mengevaluasi status proteinuria pada penderita DM dengan kebiasaan konsumsi teh tiap hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional yang dilakukan pasa 51 penderita DM di Puskesmas Bandung Kota Tegal (Juni-Juli 2025) yang telah terdeteksi DM minimal 5 tahun, memiliki kebiasaan minum teh dan tidak memiliki riwayat batu ginjal. Data dikumpulkan dengan kuesioner mengenai karakteristik responden dan kebiasaan minum teh, kemudian dilakukan pemeriksaan urine untuk menilai proteinurianya. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuen. Hasil yang didapatkan rata-rata usia responden 58,2 tahun, dengan mayoritas perempuan (68,6%) dan lama menderita DM 5-9 tahun (60,8%). Teh yang dikonsumsi terbanyak adalah teh hitam (86,7%), lama mengkonsumsi sudah lebih dari 5 tahun (84,3%) dengan banyaknya 2 gelas/hari (41,2%). Pemeriksaan proteinuria menunjukkan 62,7% negatif, 23,5% positif 1, 5,9% positif 2, dan 7,3% positif 3. Mayoritas pasien dengan kebiasaan konsumsi teh jangka panjang menunjukkan hasil proteinuria negative, yang mengindikasikan adanya potensi efek protektif terhadap ginjal. Namun, ditemukannya 37,3% dengan proteinuria positif menunjukkan bahwa faktor lain sepertin kontrol glikemik, lama menderita DM dan variasi jenis dan jumlah konsumsi teh tetap dapat memengaruhi hasil.

Referensi

Alicic, R. Z., Rooney, M. T., & Tuttle, K. R. (2017). Diabetic kidney disease: Challenges, progress, and possibilities. Clinical Journal of the

American Society of Nephrology, 12(12), 2032–2045. https://doi.org/10.2215/CJN.11491116

American Diabetes Association. (2023). Standards of Care in Diabetes-2023 Abridged for Primary Care Providers American Diabetes Association. American Diabetes Association, 41(1), 1–28.

Azizah, F. N., & Fitriani, A. (2022). Pengaruh Teh Hijau Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Wanita Penderita Diabetes Melitus 2. Jurnal Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Gizi Indonesia, 10(1), 1–7.

Fineberg, D., Jandeleit-Dahm, K. A. M., & Cooper, M. E. (2013). Diabetic nephropathy: Diagnosis and treatment. Nature Reviews Endocrinology, 9(12), 713–723. https://doi.org/10.1038/nrendo.2013.184

Gramza-Michałowska, A. (2014). Caffeine in tea Camellia sinensis - Content, absorption, benefits and risks of consumption. Journal of Nutrition, Health and Aging, 18(2), 143–149. https://doi.org/10.1007/s12603-013-0404-1

Handayani, T., Prihandana, S., Cuciati, & Baequni, A. (2022). Hubungan Kebiasaan Minum Teh Terhadap Kandungan Kalsium Oksalat Urine. JITK Bhamada, 13(1), 1–7.

Handayani, T., Prihandana, S., & Yudyarto, H. E. (2025). Hubungan Perawatan Kaki Terhadap Risiko Kejadian Ulkus pada Pasien Diabetes Melitus di RSUD Kardinah Kota Tegal. Malahayati Nursing Journal, 7(5), 2084–2094. https://doi.org/10.33024/mnj.v7i5.17619

Khan, N., & Mukhtar, H. (2013). Tea and Health: Studies in Humans. NIH Public Acsess, 19(34), 6141–6147.

Khan, N., & Mukhtar, H. (2019). Tea polyphenols in promotion of human health. Nutrients, 11(1). https://doi.org/10.3390/nu11010039

Kitada, M., Kume, S., Takeda-Watanabe, A., Kanasaki, K., & Koya, D. (2013). Sirtuins and renal diseases: Relationship with aging and diabetic nephropathy. Clinical Science, 124(3), 153–164. https://doi.org/10.1042/CS20120190

Magliano, D. J., & Boyko, E. j. (2021). Atlas Diabete IDF, Edisi ke-10 (10th ed.). Federation Diabetes International.

Meng, J. M., Cao, S. Y., Wei, X. L., Gan, R. Y., Wang, Y. F., Cai, S. X., Xu, X. Y., Zhang, P. Z., & Li, H. Bin. (2019). Effects and mechanisms of tea for the prevention and management of diabetes mellitus and diabetic complications: An updated review. Antioxidants, 8(6). https://doi.org/10.3390/antiox8060170

Nurhayati, E., & Purwaningsih, I. (2018). Gambaran Protein Urine dan Glukosa Urine pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Persadia RSU Santo Antonius Pontianak. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, 2(1), 26–29.

PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. In Global Initiative for Asthma.

Putri, R. I. (2015). Diabetic Nephropathy Determinant Factor in Diabetes Mellitus at RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 3(1), 109. https://doi.org/10.20473/jbe.v3i12015.109-121

Ramadhani, N. F., Siregar, K. N., Adrian, V., Sari, I. rachmita, & Hikmahrachim, H. G. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Pada Wanita Usia 20-25 di DKI Jakarta ( Analisis Data Posbindu PTM 2019. Biostatistik Kependudukan Dan Informatika Kesehatan, 2(2), 72–78.

Sari, L. N., Novitasari, M., & Sutrisna, M. (2024). Jenis Kelamin Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan Raflesia, 6(2), 91–100. https://doi.org/10.1234/jkr.v6i2.895

Thomas, M. C., Browniee, M., Susztak, K., Sharma, K., Jandeleit-Dahm, K., Zoungas, S., Rossing, P., Groop, P.-H., & Cooper, M. E. (2016). Daibetic Kidney Disease. Nat Rev Dis Primers, 1(15018), 2–46. https://doi.org/10.1038/nrdp.2015.18.Diabetic

Yang, C. S., Wang, H., & Sheridan, Z. P. (2018). Studies on prevention of obesity, metabolic syndrome, diabetes, cardiovascular diseases and cancer by tea. Journal of Food and Drug Analysis, 26(1), 1–13. https://doi.org/10.1016/j.jfda.2017.10.010

Yazdanpanah, Z., Salehi-Abargouei, A., Mozaffari, Z., & Hemayati, R. (2023). The effect of green tea (Camellia sinensis) on lipid profiles and renal function in people with type 2 diabetes and nephropathy: a randomized controlled clinical trial. Frontiers in Nutrition, 10(December), 1–10. https://doi.org/10.3389/fnut.2023.1253275

Yi, M., Wu, X., Zhuang, W., Xia, L., Chen, Y., Zhao, R., Wan, Q., Du, L., & Zhou, Y. (2019). Tea Consumption and Health Outcomes: Umbrella Review of Meta-Analyses of Observational Studies in Humans. Molecular Nutrition and Food Research, 63(16). https://doi.org/10.1002/mnfr.201900389

Yin, J. (2023). Advances in Tea and its Bioactive Components Against Diabetic Nephropathy. Highlights in Science, Engineering and Technology, 30, 19–23. https://doi.org/10.54097/hset.v30i.4940

Yu, J., Song, P., Perry, R., Penfold, C., & Cooper, A. R. (2017). The effectiveness of green tea or green tea extract on insulin resistance and glycemic control in type 2 diabetes mellitus: A meta-analysis. Diabetes and Metabolism Journal, 41(4), 251–262. https://doi.org/10.4093/dmj.2017.41.4.251

Diterbitkan

2025-12-06

Cara Mengutip

Handayani, T., Himawan, F., & Prihandana, S. (2025). EVALUASI PROTEINURIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KEBIASAAN MINUM TEH. Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan, 5(2), 185–191. https://doi.org/10.31983/juk.v5i2.13631

Terbitan

Bagian

Articles