PENGARUH BLADDER TRAINING TERHADAP KEMAMPUAN BERKEMIH PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DI RUANG RAWAT INAP DAN POLI UROLOGI RSAL DR. MIDIYATO SURATANI TANJUNGPINANG

Penulis

  • Lismawati Lismawati STIKes Hang Tuah Tanjungpinang
  • Syamilatul Khoriroh STIKes Hang Tuah Tanjungpinang
  • Ernawati Stikes Hangtuah Tanjungpinang
  • Nur Meity Sulistia Ayu STIKes Hang Tuah Tanjungpinang

DOI:

https://doi.org/10.31983/juk.v5i2.13017

Kata Kunci:

Benigna Prostat Hiperplasia (BPH), Inkontinensia urine, Bladder training

Abstrak

Salah satu intervensi nonfarmakologis keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah inkontinensia urine antara lain dengan bladder training. Melalui bladder training diharapkan akan mencegah disfungsional, dan secara bertahap akan meningkatkan kapasitas kandung kemih serta memperpanjang interval berkemih. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis pendekatan Quasy Experiment Design (eksperimen semu) menggunakan rancangan Pre-test and Post-test Group Without Control. Data dikumpulkan dari jumlah pasien rutin rawat jalan Poli Klinik Urologi RSAL dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang dari tanggal 21 Maret 2025 s/d 16 April 2025 dengan jumlah sampel 12 responden. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Hasil uji wilcooxon diperoleh nilai p-Value 0,000 yang berarti H0 ditolak. Hal ini disimpulkan bahwa  bladder training  berpengaruh  terhadap kemampuan berkemih pasien  post operasi benign prostatic hyperplasia (BPH) di Poli Klinik Urologi RSAL dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Tindakan bladder training efektif membantu pasien setelah operasi BPH mengatasi masalah berkemih. Bladder training mampu meningkatkan kontrol berkemih melalui penguatan kapasitas kandung kemih dan kontrol otot dasar panggul.

Referensi

Abrams, P. (2021). Urinary Incontinence in the Elderly: Epidemiology and Management. International Urogynecology Journal, 32(3), 517–525.

Alam. (2019). Gangguan Berkemih Dapat Diatasi, http://www.kompas.com diakses tanggal 16 maret 2016.

Artinawati. (2020). The effect of morning Bladder training on urinary incontinence after transurethral resection of the prostate: A meta-analysis. Medicine, 99(10), 9340.

Aspiani. (2020). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: konsep, Proses dan Praktik (Issue i 7, volume 2).

Brenda. (2020). Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan. PT. Salemba Medika.

Corwin. (2021). Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Perkemihan.Jakarta :Salemba Medika.

Donna, L. (2012). Fundamental of Nursing: Concepts, Process, and Practice (8th ed.). Pearson Education.

Fitri, R., Sari, D. P., & Lestari, Y. (2020). Pengaruh bladder training terhadap kemampuan eliminasi urin pada pasien post operasi benign prostatic hyperplasia (BPH. Jurnal Kesehatan, 13(2), 115–122. https://doi.org/10.1234/jk.v13i2.2020

Hamzah. (2018). Bladder training Berpengaruh Terhadap Penurunan Kejadian Inkontinensia Urine Pada Pasien Post Operasi BPH DI Ruang Rawat Inap Rsud Soreang. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 5(mor 1).

Hendra. (2020). Asuhan keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Sistem Perkemihan (A. Wijaya & C. Ke) (eds.)).

Kelana, M. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Nuha Medika.

Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. (2020). Fundamental of nursing: Concepts, process, and practice (11th ed.). Pearson Education.

Kurniasih, I. (2020). Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem perkemihan. Pustaka Baru Press.

Latih, M. (2020). Gangguan sistem perkemihan dan penatalaksanaannya. Nuha Medika.

Lewis, S. M., Dirksen, S. R., Heitkemper, M. M., Bucher, L., & Camera, I. M. (2013). No Title. In Medical Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems (8th ed.). Elsevier Mosby.

Masiana, F. (2019). Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan eliminasi urin. Pustaka Baru Press.

Noprita, D. (2018). Efektivitas bladder training terhadap peningkatan fungsi berkemih pada lansia dengan inkontinensia urin di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Kota Jambi. Skripsi.

Notoatmodjo. (2019). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Nurhidayati, E. (2019). Pengaruh Bladder Training Terhadap Kemampuan Berkemih Pasien Post Operasi Transurethral Resection of The Prostate (TURP) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi. Universitas Airlangga.

Nursalam. (2020). Metodologi ilmu keperawatan, edisi 4. Salemba Medika.

Perry, P. (2020). Fundamentals of Nursing Eighth Edition. Elsevier Mosby.

Pranaka. (2020). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.Edisi8.Volume 2.Jakarta :Penerbit Buku Kedokteran. EGC.

Prayoga. (2022). Pengaruh bladder training terhadap kemampuan mengontrol eliminasi urine pada pasien post operasi BPH di RS Rafflesia Kota Bengkulu. Injection: Jurnal Kesehatan, 5(1), 45–53.

Purnomo, B., & Basuki. (2021). Dasar – dasar Urologi.Edisi kedua.Jakarta :Sagung Seto.

Puspitasari. (2019). Pengaruh bladder training terhadap kemampuan berkemih pada pasien pasca operasi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di Rumah Sakit.

Rahmadana, R., Nasution, M. I., & Arbi, A. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif & R&D. Literasi Nusantara.

Resnick, N. M. (2022). Aging and the Lower Urinary Tract. The Journal of Urology, 208(1), 17–24.

Reza, M. A., & Diennillah, F. R. (2023). Karakteristik Pasien dengan Dugaan Benign Prostatic Hyperplasia Berdasarkan Usia, Pekerjaan, dan Tingkat Pendidikan di Puskesmas Tanralili Maros Periode 2022-2023: Sebuah Studi Retrospektif Cross-Sectional. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 210–218.

Roehrborn, C. G., McConnell, J. D., & Barry, M. J. (2021). Benign Prostatic Hyperplasia: Diagnosis and Treatment. In Campbell-Walsh Urology (12th ed., Vol. 1, pp. 259–305). Elsevier.

Sahir. (2020). Metodelogi Penelitian Kuantitatif Kesehata. Airlangga.

Sari, A. P. (2020). Efektivitas bladder training terhadap penurunan inkontinensia urin pada pasien post operasi benign prostatic hyperplasia (BPH. *Jurnal Ilmu Keperawatan.

Septian. (2021). Pengaruh Bladder training Terhadap Kemampuan Mengontrol Eliminasi Urine Pada Pasien POST OPERASI BPH dI RS Rafflesia Kota Bengkulu.

Septian, D. F., Julianto, E., & Ningtyas, R. (2019). Pengaruh Bladder Training Terhadap Penurunan Inkontinensia Urine Pada Pasien Post Operasi BPH. Journal of Nursing and Health, 3(2), 86–93.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Buku ajar keperawatan medikal bedah Brunner & Suddarth edisi (Vol. 8). EGC.

Sujarweni. (2019). SPSS Untuk Penelitian (N. Medika (ed.)).

Supriyono. (2008). Hubungan Pengetahuan dengan Gangguan Fungsi Berkemih pada Lansia di Poli Urologi RSUD Dr. Sardjito Yogyakarta. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

Suswanti, R. (2020). Metodologi penelitian dalam keperawatan. CV. Trans Info Media.

Suwitra, K. (2017). Buku Ajar Penyakit Dalam. Edisi VI. Interna Publishing.

Syahrir, S. (2021). Urologi: Konsep dan penatalaksanaan terkini. EGC.

Syarif. (2018). Penerapan Tindakan Bladder training pada Pasien Post Op Transurethral Resection of the Prostate di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon. In Thesis Poltekkes Tasimalaya.

Who. (2023). Mechanical Ventilation in the ICU. Guidelines and Procedures.

Widiastuti, A. (2019). Dasar-dasar keperawatan: Konsep dan aplikasi dalam praktik. Pustaka Baru Press.

Wulaningish. (2020). Pengaruh Bladder training terhadap Inkontinensia Urin pada Pasien Post Operasi: Literature Review. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 10(1), 51–59. https://doi.org/10.54004/jikis.v10i1.62

Yanti, E. (2016). Pengaruh Durasi Pemasangan Kateter terhadap Fungsi Berkemih Pasien Post Operasi Prostat. Skripsi. Fakultas Keperawatan.

Diterbitkan

2025-12-06

Cara Mengutip

Lismawati, L., Khoriroh, S., Ernawati, & Sulistia Ayu, N. M. (2025). PENGARUH BLADDER TRAINING TERHADAP KEMAMPUAN BERKEMIH PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DI RUANG RAWAT INAP DAN POLI UROLOGI RSAL DR. MIDIYATO SURATANI TANJUNGPINANG. Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan, 5(2), 230–238. https://doi.org/10.31983/juk.v5i2.13017

Terbitan

Bagian

Articles