PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RUANG NEONATAL RESIKO TINGGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG

Authors

  • Dwi Wahyuni Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Gayuh Siska Laksanano Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Lucia Endang Hartati Poltekkes Kemenke Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/juk.v4i1.11560

Keywords:

pijat bayi, hiperbilirubinemia, fototerapi, neonatal

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Jika tidak segera ditangani akan terjadi komplikasi kern ikterus. Prosedur penatalaksanaan hiperbilirubinemia di rumah sakit adalah fototerapi namun berpotensi menimbulkan efek samping. Terapi pijat bayi yang dilakukan dengan melibatkan orang tua sesuai konsep family centered care diharapkan mampu membantu menurunkan kadar  bilirubin dan meningkatkan ekskresi bilirubin selama bayi mendapatkan fototerapi. Tujuan peneitian ini adalah Menganilisis penerapan terapi pijat bayi terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi hiperbilirubinem. Metode menggunakan  Analisis deskriptif yaitu studi kasus dengan jumlah subyek 3 bayi. Instrumen yang digunakan yaitu SPO pijat bayi. Terapi pijat bayi dilakukan 15-20 menit 2 kali sehari selama 2 hari. Hasil evaluasi evidence based nursing practice yang dilakukan pada ketiga klien kelolan yaitu terapi pijat bayi dapat disimpulkan efektif mampu membantu menurunkan kadar bilirubin serta frekuensi BAB mengalami peningkatan, warna feses kuning dan konsistensi lembek. Hasil Pada studi kasus ini didapatkan 3 bayi mengalami peningkatan kadar bilirubin, warna feses pucat, dan diprogram fototerapi 1x24 jam kemudian diterapkan terapi pijat bayi yang memberikan efek secara biomekanikal, fisiologikal dan neurologikal diharapkan membantu menurunkan kadar bilirubin. Terapi pijat bayi mampu membantu menurunkan kadar bilirubin, diharapkan orang tua tetap melanjutkan terapi pijat bayi secara mandiri di rumah

References

Ariyanti, L., Astriyana, S., Signed, W., & Test, R. (2019). Baby Massage Class : Improving the Skills of Mother ‘ S. Jurnal Kebidanan, 8(2), 89–9.

Atika, M. V., & Jaya, P. (2016). Buku Ajar : Asuhan Kebidanan pada Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Pra Sekolah. CV. Info Trans Media.

Boskabadi, H., Alfi, N., Abrishami, M., Moradi, A., Kiani, M. A., & Zakerihamidi, M. (2020). Effects of Body Massage on Response to Phototherapy in Neonatal Hyperbilirubinemia: A Randomized Clinical Trial. Original Article, 8(5), 11347–11353. https://doi.org/10.22038/ijp.2020.41101.3462

Korkmaz, G., & Esenay, F. I. (2020). Effects of Massage Therapy on Indirect Hyperbilirubinemia in Newborns Who Receive Phototherapy. JOGNN - Journal of Obstetric, Gynecologic, and Neonatal Nursing, 49(1), 91–100. https://doi.org/10.1016/j.jogn.2019.11.004

Kosim, M. S., Soetandio, R., & S., Fototerapi, M. (2008). D. L., Total, T. P. K. B., Sari, pada H. N., & Pediatri, 10(3), 201–206. (n.d.). No Title.

Krisnanto, P. D., Retnaningsih, L. N., & Lestiawati, E. (2019). Efektifitas Pijat/Sentuhan Bayi Terhadap Kadar Bilirubin Pada Bayi Ikterik Di Ruang Bayi Rs Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 6(1), 548. https://doi.org/10.35842/jkry.v6i1.290

Lei, M., Liu, T., Li, Y., Liu, Y., Meng, L., & Jin, C. (2018). Effects of Massage on Newborn Infants with Jaundice: A meta-analysis. International Journal of Nursing Sciences, 5(1), 89–9.

Roesli, U. (2016). Pedoman Pijat Bayi. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Novianti, N., Mediani, S., Nurhidayah, I., & Keperawatan, F. (2017). Pengaruh Field Massage sebagai Terapi Adjuvan terhadap Kadar Bilirubin Serum Bayi Hiperbilirubinemia. In JKP (Vol. 5).

Purnamasari, I., Rahayu, C. D., & Nugraheni, I. (2020). Pengaruh Baby Massage Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, Vol 6 No 5.

Robert, A., Princely Jeyaraj, R., Kanchana, & S. (2015). Effectiveness of Therapeutic Massage on Level of Bilirubin among Neonates with Physiological Jaundice. Issue Anitha Robert, 2(212), 1–.

Setiarini, W. (2022). PENGARUH BABY FIELD MASSAGE THERAPY TERHADAP KADAR BILIRUBIN SERUM PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA TAHUN 2020. Jurnal Kesehatan, 9(2), 119–132. https://doi.org/10.35913/jk.v9i2.238

Suparjo, S., Himawan, F., & Khasanah, D. U. (2023). Pengaruh Pendekatan Edukasi Spritual Muslim Terhadap Mekanisme Koping Pasien Gagal Ginjal Dimasa Pandemi Covid-19 DI Ruang Haemodialisa RSUD Kota Tegal. Bhamada : Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 14(1), 6–13.

Susanti, N., & Rahmawati Putri, A. (2020). Penyuluhan dan Pelatihan Fisioterapi pada Balita di Posyandu Balita Seruni XII Poncol Kota Pekalongan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 168.

Wijaya, F. A., & Suryawan, I. W. B. (2019). Faktor risiko kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus di ruang perinatologi RSUD Wangaya Kota Denpasar. Medicina, 50(2), 357–364. https://doi.org/10.15562/medicina.v50i2.672

Downloads

Additional Files

Published

2024-06-12

How to Cite

Wahyuni, D., Laksanano, G. S., & Hartati, L. E. (2024). PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RUANG NEONATAL RESIKO TINGGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG. Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan, 4(1), 28–32. https://doi.org/10.31983/juk.v4i1.11560

Issue

Section

Articles