Formulasi Nugget Ikan Tongkol dan Tempe Kedelai Sebagai Makanan Selingan untuk Pencegahan Anemia

Authors

  • Latifatul Mukaromah Poltekkes Kemenkes Malang
  • Fitria Dhenok Palupi Poltekkes Kemenkes Malang
  • Sugeng iwan Setyobudi Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.31983/jrg.v13i2.12532

Keywords:

Anemia, skipjack tuna, nugget, soybean tempeh

Abstract

Background: Anemia is a common health problem among adolescent girls, with a prevalence reaching 42% in East Java. One of the prevention strategies is increasing the intake of foods rich in protein, iron, and vitamins that support hematopoiesis. Skipjack tuna, as a source of heme iron, and tempeh, a fermented soybean product high in iron, have the potential to be developed into nutritious snacks such as nuggets to increase acceptability and consumption among adolescents.

Objective: This study aimed to determine the best formulation of skipjack tuna and soybean tempeh nuggets based on nutritional quality and sensory acceptability.

Methods: This research employed a Completely Randomized Design (CRD) with three skipjack tuna: tempeh ratios: P1 (100:30), P2 (100:50), and P3 (100:70). A hedonic test was conducted involving 25 semi-trained panelists. Data analysis used the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney post-hoc test. Nutrient composition was calculated using TKPI and Nutricheck.

Results: The resulting nuggets were characterized by a slightly bitter taste, golden-yellow color, slightly beany aroma, and chewy texture. The nutritional content per 100 g ranged from 467.52–494.32 kcal energy, 16.80–19.57 g protein, 20.41–21.58 g fat, 55.59–57.39 g carbohydrates, and 3.34–3.87 mg iron. The best formulation was P1, with the highest total score (0.644), an iron content of 1.67 mg per serving, and the highest taste acceptability.

Conclusion: The best formulated nuggets meet (P1) the recommended nutrient intake for adolescent girls aged 13–15 years, contributing approximately 10% of the daily requirement based on the 2019 Recommended Dietary Allowances (RDA).

References

1. Sihotang R, Utama TA, Aprilatutini T, Yustisia N. Self Care Management Evaluation in Hypertension Patients. J Vokasi Keperawatan. 2021;3(2):184–202.

2. Sani AR, Agestika L. Efektivitas Edukasi Diet Dietary Approaches to Stop Hypertension dengan Audiovisual Terhadap Pengetahuan dan Sikap Penderita Hipertensi di Kecamatan Pasar Rebo. J Ris Gizi. 2023;10(1):1–7.

3. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018.

4. Dinkes Jateng. Profil Kesehatan Jawa Tengah 2022. 2022;

5. Destiani A, Isfandiari MA, Fajariyah RN. Risiko Pola Konsumsi Dan Status Gizi Pada Kejadian Hipertensi Masyarakat Migran Di Indonesia. Media Gizi Indones. 2021;16(2):194.

6. Sefriantina S, Purwaningtyas DR, Dhanny DR. Hubungan Tingkat Kecukupan Kalium, Kalsium, Magnesium, Tingkat Stres, Depresi dan Anxiety serta Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Pada Usia Dewasa Akhir di Sawangan Depok. Muhammadiyah J Geriatr. 2023;4(1):10.

7. Ferdiansyah R, Sa’pang M, Harna. Modifikasi Indeks Diet Hipertensi Sebagai Metode Penilaian Kualitas Diet Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Gizi Indon. 2019;1(1):1–11.

8. Suharni S. Hubungan Indeks Massa Tubuh (Imt) Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. J Kesehat Med Saintika. 2023;14(2):542.

9. Aprianto DP, Nurwahyuni A. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Pegawai Kementerian Kesehatan. Hear J Kesehat Masy. 2021;9(2):49–57.

10. Sari GM, Kurniawan VE, Puspita E, Amalia SD. Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Poli Jantung Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. Prima Wiyata Heal. 2023;6(1):47–63.

11. Harsismanto, Andri J, Payana TD, Andrianto MB, Sartika A. Kualitas Tidur Berhubungan dengan Perubahan Tekanan Darah pada Lansia. J Kesmas Asclepius. 2020;2(1):1–11.

12. Alfiah E, Yusuf AM, Puspa A ratih. Status Anemia dan Skor Diet Quality Index ( DQI ) pada. 2021;6(1):16–22.

13. WNPG. Pemantapan Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi Berbasis Kemandirian dan Kearifan Lokal. Prosiding. 2012. 543–550 p.

14. Mantuges SH, Widiany FL, Astuti AT. Pola konsumsi makanan tinggi natrium, status gizi, dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Mantok, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ilmu Gizi Indones. 2021;4(2):97.

15. Irawan D, Siwi AS, Susanto A. Analisis Faktor-Faktor Yang Mepengaruhi Kejadian Hipertensi. J Bionursing. 2020;3(2):164–6.

16. Aristoteles. Korelasi Umur Dan Jenis Kelamin Dengan Penyakit Hipertensi. Indones J Perawat. 2018;3(1):9–16.

17. Wulandari FW, Ekawati D, Harokan A, Murni NS. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil. J Aisyiyah Palembang. 2023;8(01):286–99.

18. Azhari MH. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Makrayu Kecamatan Ilir Barat II Palembang. J Aisyah J Ilmu Kesehat. 2017;2(1):23–30.

19. Waluyani I, Erpiani, Bancin A, Fajriani A, Anggreini D, Ningrum MS, et al. Hubungan Status Gizi Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Desa Rantau Panjang. J Kesehat Tambusai. 2023;4(2):1569–78.

20. Ina SHJ, Selly JB, Feoh FT, Kupang CB, Kesehatan DF, Citra U, et al. Analisis Hubungan Faktor Genetik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Muda (19-49 Tahun) Di Puskesmas Bakunase Kota Kupang Tahun 2020. Vol. 4, CHMK Health Journal. 2020.

21. Dismiantoni N, Anggunan, Triswanti N, Kriswiastiny R. Hubungan Merokok Dan Riwayat Keturunan Dengan Kejadian Hipertensi. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;9(1):30–6.

22. Sefrina LR, Assabila SY, Hafidz AKU, Parhusip ES, Khairunnisa DY. Hubungan Status Gizi Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Wilayah Pesisir Karawang (Studi Di Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya). J Gizi dan Kuliner. 2021;2(1):42–7.

23. Rahma A, Baskari PS. Pengukuran Indeks Massa Tubuh, Asupan Lemak, Dan Asupan Natrium Kaitannya Dengan Kejadian Hipertensi Pada Kelompok Dewasa Di Kabupaten Jombang. Ghidza Media J. 2019;1(1):53.

24. Halawa A, Artini B, Manutmasa YS. Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Awal (18-40 Tahun). J Keperawatan. 2023;12(2):34–45.

25. Shim JS, Jung SJ, Kim HC. Self-Reported Diet Management, Dietary Quality, And Blood Pressure Control In Korean Adults With Hypertension. Clin Hypertens. 2019;25(1):1–9.

26. Motamedi A, Ekramzadeh M. Diet quality in relation to the risk of hypertension among Iranian adults. Nutr J. 2021;20(1):1–10.

27. Restutiwati F, Murbawani EA, Rahadiyanti A. Kualitas Diet, Aktivitas Fisik, Dan Status Gizi Pada Perokok Dewasa Awal. J Nutr Coll. 2019;8(3):156–63.

28. Maretha febrina yollanda, Margawati A, Wijawanti hartanti sandi, Dieney fillah fitrhra. Hubungan Penggunaan Aplikasi Pesan Antar Makanan Online Dengan Frekuensi Makan Dan Kualitas Diet Mahasiswa. J Nutr Coll. 2020;9(3):160–8.

29. Tendean AF. Korelasi Indeks Masa Tubuh (Imt) Dengan Tekanan Darah. Nutr J. 2019;3(2):11.

30. Pratiwi H, Engka AMT, Endang R, Valentina, Wirawanti IW. Hubungan Status Gizi Dengan Riwayat Hipertensi Pasien Lansia di RSUD Sawerigading Palopo. Public Heal Nutr J. 2023;III(I):12–21.

31. Telaumbanua RA, Tobing ANL. Hubungan Status Gizi Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Usia Dewasa Tengah Di Puskesmas Medan Helvetia. J Pendidik dan Konseling. 2022;4(6):4415–28.

32. Jaleha B, Amanati S. Hubungan Kualitas Tidur terhadap Tekanan Darah. J Fisioter dan Rehabil. 2023;7(1):114–7.

33. Kemenkes RI. Kebutuhan Tidur Sesuai Usia. 2024.

34. Sambeka R, Kalesaran AFC, Asrifuddin A. Hubungan kualitas tidur dengan hipertensi pada lansia di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat tahun 2018. Fak Kesehat Masy Univ Sam Ratulangi. 2018;7(3):9.

Downloads

Published

2025-11-30