Kejang Demam Kompleks Pada Balita: Studi Kasus Anak Usia 1 Tahun 11 Bulan

Authors

  • Aishyah Fida Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31983/j-sikep.v6i2.13606

Keywords:

Kejang Demam, Kejang Demam Kompleks, Anak

Abstract

Kejang demam adalah kondisi neurologis yang paling umum dijumpai pada populasi anak-anak, yang dipicu oleh peningkatan temperatur tubuh mencapai 38°C atau lebih tinggi, dengan tidak ditemukannya tanda-tanda infeksi pada sistem saraf pusat maupun gangguan metabolisme dalam fase akut. Berdasarkan karakteristiknya, kejang demam dapat dikategorikan ke dalam dua jenis utama, yaitu kejang demam sederhana (KDS) dan kejang demam kompleks (KDK). Penatalaksanaan yang tepat diperlukan untuk
mencegah komplikasi lebih lanjut. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk menggambarkan penatalaksanaan klinis pada pasien anak dengan kejang demam kompleks. Metode yang digunakan adalah studi laporan kasus pada seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan yang datang ke IGD RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan kejang berulang sebanyak tiga kali dalam 2 jam sebelum masuk rumah sakit, masing-masing dengan durasi sekitar lima menit, disertai demam tinggi dan muntah. Hasil pemeriksaan
menunjukkan pasien dalam keadaan lemah, dengan suhu 39°C, nadi 115 x/menit, RR 22 x/menit, SpO₂ 99% menggunakan nasal kanul 2 lpm. Pasien ditegakkan diagnosis kejang demam kompleks. Penatalaksanaan berupa pemberian diazepam sebagai terapi awal kejang, serta antikonvulsan dan antipiretik untuk mengontrol kejang dan menurunkan demam. Kesimpulannya, penanganan cepat dengan diazepam serta terapi suportif lain dapat mengurangi frekuensi kejang dan menstabilkan kondisi pasien dengan kejang demam kompleks.

References

Anggraini, D., & Hasni, D. (2022). Kejang Demam. Scientific Journal, 1(4), 325-331.

Auricchio, G., Ricci, F., et al. (2024). Febrile seizures: A systematic review of different guidelines. Pediatric Neurology. PubMedAir Unimi

Beniczky, S., Trinka, E., Auvin, S., et al. (2025). Updated classification of epileptic seizures: Position paper of the ILAE. Epilepsia. ilae.org

Hasyim, R. L & Sudarmanto, 2022. Kejang Demam Kompleks pada Anak Laki-laki Usia 4 Tahun : Laporan Kasus. Countinuing Medical Education. 885-893

Indryana, I. Nurhayati, S., Immawati. 2023. Penerapan Pendidikan Kesehatan Tentang Penatalaksanaan Kejang Demam pada Anak Usia Toodler (1-3 tahun) di Puskesmas Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat.

Kim, H., et al. (2021). Children with COVID-19 who manifest febrile seizure: Case series and review. Children (Basel), 8(6), 496. PMC

Li, H., et al. (2023). The long-term neurodevelopmental outcomes of febrile seizures and epilepsy: A review. Translational Pediatrics, 12(6), 1034–1048.

Mastrangelo, M., et al. (2024). Seizures in children with influenza during the 2022–2023 winter season: Clinical features including complex febrile seizures. Viruses, 16(1), 100. PMC

Yamsun, R. D. & Anindita, R. 2024. Kejang Demam Kompleks pada Anak Usia 2 Tahun : Laporan Kasus. Countinuing Medical Education. 35-42

Piro, E., et al. (2024). Best practices for the management of febrile seizures in children. Italian Journal of Pediatrics, 50, 56. BioMed CentralPMC

Rahmawati, N., et al. (2024). Exclusive breastfeeding for 6 months is associated with reduced risk of febrile seizure. Paediatrica Indonesiana, 64(4), 200–206. paediatricaindonesiana.org

Satria, Y., et al. (2023). The management of febrile seizures by pediatricians in Indonesia. Paediatrica Indonesiana, 63(3), 189–196. paediatricaindonesiana.org

Tanaka, T., Yamaguchi, H., et al. (2023). Clinical and laboratory characteristics of complex febrile seizures in the acute phase: A case-series study in Japan. BMC Neurology, 23, 30. BioMed Central

Downloads

Published

25-09-2025

How to Cite

1.
Fida A. Kejang Demam Kompleks Pada Balita: Studi Kasus Anak Usia 1 Tahun 11 Bulan. J-SiKep [Internet]. 2025 Sep. 25 [cited 2026 Oct. 21];6(2):46-52. Available from: https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/J-SiKep/article/view/13606