KEMAMPUAN DAYA BUNUH TERHADAP NYAMUK Anopheles Spp DIBEDAKAN MENURUT LAMA PAPARAN DAN JENIS INSEKTISIDA TAHUN 2015
DOI:
https://doi.org/10.31983/keslingmas.v35i1.3084Kata Kunci:
Anopheles spp, lama paparan, jenis insektisida, kesehatan lingkunganAbstrak
Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Upaya pemberantasan yangdapat dilakukan yaitu menekan densitas vektor dengan penyemprotan atau dengan kelambu berinsektisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama paparan dan merk insektisida terhadap kematian nyamuk Anopheles Spp. Jenis penelitian yang dipilih eksperimen dengan kualifikasi true experimental design dengan desain penelitian the posttest-only control group design. Uji statistik menggunakan Block Anova kemudian dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian rata-rata kematian nyamuk pada merk insektisida B, H, V dan kontrol secara berturut-turut yaitu 19, 19.5, 18.75 dan 15. Rata-rata kematian nyamuk pada lama paparan 30’, 60’, 120’ dan 3600’ secara berturut-turut yaitu 2.75, 19.5, 20 dan 20. Hasil signifikasi menunjukan nilai 0,043 < α (0,05) untuk lama paparan sehingga Ho ditolak artinya ada perbedaan ketahanan nyamuk, berdasarkan lama paparan yang berbeda dan nilai 0,308 < α (0,05) untuk merk insektisida sehingga Ho diterima artinya tidak ada perbedaan merk insektisida dalam membunuh nyamuk Anopheles Spp. Hasil penelitian dapat disimpulkan suhu dan kelembaban nyaman untuk nyamuk. Ada perbedaan lama paparan yaitu antara lama paparan 30’, 60’, 120’ dan 3600’ dan tidak ada perbedaan kemampuan merk insektisida dalam membunuh nyamuk Anopheles Spp. Sehingga kemampuan tertinggi daya bunuh nyamuk pada paparan 60 menit. Â
Referensi
Cahyono, Tri. 2014. Pedoman Penulisan Proposal Penelitian dan Karya Tulis Ilmiah/Skripsi (Edisi Revisi Ketiga). Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Poltekkes Kemenkes Semarang.
Chasan S, Kusnadi, 2006. Pengendalian Vektor dan
Binatang Penganggu. Makassar: Instalasi Penerbitan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Makassar
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2007
. Survey Entomologi Malaria. Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.2007
g
.Ekologi Dan Aspek Perilaku Vektor. Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular Dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman : Jakarta
Rampengan, T.H. 2010. Malaria pada Anak dalam
P.N. Harijanto. Malaria dari Molekuler ke Klinis. EGC. Jakarta.
Santjaka, A. 2011. Statistik untuk Penelitian
Kesehatan (Deskriptif, Inferensial, Parametrik dan Non Parametrik). Nuha Medika. Yogyakarta.
e
Santjaka, A. 2013. Malaria Pendekatan Model Kausalitas. Nuha Medika. Yogyakarta.
Santjaka, A. 2014. Pembuatan Kelambu Insektisida
Guna Menekan Densitas Vektor Malaria dalam Rangka Percepatan Pencapaian MDG’s. Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Poltekkes Semarang.
Santjaka, A. 2014. Aplikasi SPSS untuk Analisis Data
Penelitian Kesehatan, Nuha Medika. Yogyakarta.
Sari, L.K., Safni dan Zalfa. 2012. Degadasi Senyawa
Sipermetrin dalam Insektisida Ripcord 5 ECsecara Fotolisis dengan Penambahan Tio
/Zeolit. Jurnal Kimia Unand. Volume 1 Nomor 1 hal : 76-81
2
Soedarto, 2003. Zoonosis Kedokteran. Cetakan I.
Universitas Airlangga. Surabaya. Soedarto, 2008. Parasitologi Klinik. Airlangga
University Press. Surabaya. Soedarto, 2011. Malaria, Jakarta: CV Sagung Seto.
Chasan S, Kusnadi, 2006. Pengendalian Vektor dan
Binatang Penganggu. Makassar: Instalasi Penerbitan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Makassar
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2007
. Survey Entomologi Malaria. Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.2007
g
.Ekologi Dan Aspek Perilaku Vektor. Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular Dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman : Jakarta
Rampengan, T.H. 2010. Malaria pada Anak dalam
P.N. Harijanto. Malaria dari Molekuler ke Klinis. EGC. Jakarta.
Santjaka, A. 2011. Statistik untuk Penelitian
Kesehatan (Deskriptif, Inferensial, Parametrik dan Non Parametrik). Nuha Medika. Yogyakarta.
e
Santjaka, A. 2013. Malaria Pendekatan Model Kausalitas. Nuha Medika. Yogyakarta.
Santjaka, A. 2014. Pembuatan Kelambu Insektisida
Guna Menekan Densitas Vektor Malaria dalam Rangka Percepatan Pencapaian MDG’s. Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Poltekkes Semarang.
Santjaka, A. 2014. Aplikasi SPSS untuk Analisis Data
Penelitian Kesehatan, Nuha Medika. Yogyakarta.
Sari, L.K., Safni dan Zalfa. 2012. Degadasi Senyawa
Sipermetrin dalam Insektisida Ripcord 5 ECsecara Fotolisis dengan Penambahan Tio
/Zeolit. Jurnal Kimia Unand. Volume 1 Nomor 1 hal : 76-81
2
Soedarto, 2003. Zoonosis Kedokteran. Cetakan I.
Universitas Airlangga. Surabaya. Soedarto, 2008. Parasitologi Klinik. Airlangga
University Press. Surabaya. Soedarto, 2011. Malaria, Jakarta: CV Sagung Seto.
Unduhan
Diterbitkan
2016-03-31
Cara Mengutip
Dewi, R. K., & Santjaka, A. (2016). KEMAMPUAN DAYA BUNUH TERHADAP NYAMUK Anopheles Spp DIBEDAKAN MENURUT LAMA PAPARAN DAN JENIS INSEKTISIDA TAHUN 2015. Buletin Keslingmas, 35(1), 32–35. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v35i1.3084
Terbitan
Bagian
Risearch Articles
















