MODEL JEJARING KAUSALITAS TB ANAK (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS)
DOI:
https://doi.org/10.31983/keslingmas.v35i1.3048Kata Kunci:
Prevalensi, Jejaring, TB Anak, SEMAbstrak
Faktor yang mempengaruhi kejadian TB anak sangat komplek dan merupakan sesuatu jejaring sebab akibat.Tujuan penelitian adalah mengetahui prevalensi TB anak pada anak yang tinggal serumah dengan penderita BTA positip, mengembangkan model jejaring kausalitas penularan, serta mengetahui hubungan kausal antar faktor risikonya. Jenis penelitian observasional dengan rancangan crossectional. Populasi adalah anak umur kurang 15 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TB paru BTA positip. Jumlah sampel 195 anak. Cara mengukur TB anak dengan melakukan tes tuberkulin dan diagnosis kemudian dihitung skornya, sedangkan variabel laten potensi penularan penderita BTA positip, sosial ekonomi, risiko perilaku, kondisi rumah, lingkungan dan kerentanan anak dengan wawancara dan observasi terhadap variabel indikator. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Analisis model pengukuran dengan confirmatory factor analysis(CFA) untuk mengetahui kesesuaian variable indikator dalam menjelaskan variable latennya diketahui bahwa model layak ataupun cocok (Fit). Hasil analisis Structural Model dengan regression weighs untuk melihat hubungan kausal antar variabel laten dapat diketahui dari 12 hipotesis yang diajukan terdapat 9 hipotesis terbukti yakni terdapat hubungan Timbal balik antara kejadian TB paru positip dengan sosial ekonomi, ada pengaruh sosial ekonomi terhadap kondisi perumahan, kondisi lingkungan rumah, perilaku. Ada pengaruh potensi penularan penderita BTA positip, perilaku, kondisi lingkungan, kerentanan anak, sosial ekonomi terhadap kejadian TB anak. Prevalensi TB anak pada keluarga penderita TB BTA positip : 39 %. Model dinyatakan sesuai (fit) dan terdapat 9 hipotesis terbukti. Implikasi penelitian adalah masalah Tb anak tidak dapat hanya diselesaikan dengan pengobatan penderita saja tetapi juga perlu diperhatikan semua dimensi jejaring penularan yang telah diteliti pada penelitian ini.
Referensi
1. World Health Organization. Indonesia TB
Country Profile. Available from http:// www.who.int/tb/publications/global_report /en/ global tb report 2013
2. World Health Organization. Global Tuberculosis
Control: WHO Report 2012. Available from www.who.int/tb/publications/ global_report/ /10665/75938/978924156 45 0 eng.pdf.
3. Kemenkes RI. 2011a. Strategi Nasional
Pengendalian TB Di Indonesia 2010-2014. Kemenkes RI, Jakarta.
4. ____________. 2011b. Tuberkulosis Masalah
Kesehatan Dunia. http:www.bppsdmk.depkes.go.id. Diakses tanggal 15 Juli 2011.
5. Kemenkes R.I, 2013. Petunjuk Teknis Manajemen
TB Anak. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
6. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas 2012.
Laporan Program P2 TB Paru. Banyumas. 7. Departemen Kesehatan RI, 2007. Diagnosa dan
Tata Laksanan Tuberkulosis Anak. Kelompok Kerja TB Anak Depkes – IDAI.
8. Kartasasmita, 2009. Epidemiologi Tuberculosis,
Sari Pediatri, Vol 11 NO. 2. Agustus 2009. 9. Achmadi, F. 2008. Manajemen Penyakit Berbasis
Wilayah. Buku Kompas, Jakarta. 10. Achmadi, F. 2012. Manajemen Penyakit Berbasis
Wilayah. Edisi revisi. Buku Kompas, Jakarta.
11. Abdul Manaf dkk, 2008, Pedoman Nasional
Penanggulangan Tuberkulosis, Depkes RI, Jakarata.
12. Santoso S, 2011. Stuktural Equation Modelling(SEM) Konsep dan Aplikasi dengan Amos 18, Elex Media Komputindo, Jakarta.
13. Wijanto SH, 2008. Structural Equation Modeling
dengan Lisrel 8.8. Graha Ilmu. Jakarta 14. Ferdinand A, 2002. Struktural Equation Modeling
dalam Penelitian Manajemen Edisi 2. Semarang FE Undip.
15. Widarjono A, 2010. Analisis Statistika
Multivariat Terapan. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogjakarta
16. Kershaw T. Introduction to Structural Equation
Modeling for HIV Prevention Research. Social Behavioral Sciences Program Epidemiology and Public Health Yale University
17. Jogiyanto, 2011. Konsep dan Aplikasi Structural
Equation Modeling Berbasis Varian Dalam Penelitian Bisnis. UPP STIM YKPN. Yogyakarta
18. Narimawati U, 2007. Structural Equation Model
dalam Riset Ekonomi. Gaya Media. Yogyakarta.
19. Wang P. 2007. Structural Equation Modeling And
Its Applications in Health Research.http://www.nlcahr.mun.ca/resear ch/affinity/quantitative/QAG__SEM__Pet er_Wang.pdf. Diakses tanggal 23 Maret 2011
20. Jihan S, 2007. Pemodelan Persamaan Struktural
pada Derajat Kesehatan dengan Moderasi Infrastruktur (Studi kasus di Propinsi Jawa Timur, Susenas 2007). Jurnal Teknik Pomits Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6. Available : http://digilib.its.ac.id/public/ITSUndergraduate-12362-Paper.pdf
21. Cheah WL at all, 2010. A structural equation
model of the determinants of malnutrition among children in rural Kelantan, Malaysia. Universiti Malaysia Sarawak, Sarawak, Malaysia. Available from: http://www.rrh.org.au
22. Grahanintyas dkk, 2008. Pendekatan Stuctural
Equation Modeling untuk analisis faktor yang mempengaruhi produktifitas dari tinjauan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja di PT.Barata Indonesia (Persero) Gresik. Pascasarjana Teknik
Industri-ITS, Kampus ITS Surabaya. Available : www.its.ac.id/.../ 2895m_sritomo-ie-Makalah%20.
23. Lienhardt C, et all, 2003. Risk Factors for
Tuberculosis Infection in Children in Contact With Infectious Tuberculosis Cases in The Gambia, West Africa. the American Academy of Pediatrics. All rights reserved. Print ISSN: 0031-4005. Online ISSN: 1098-4275. Downloaded from pediatrics. publications.org at Indonesia:AAP Sponsored on September 24, 2011.
24. Hsien-Ho Lin at-all, 2007. Tobacco Smoke,
Indoor Air Pollution and Tuberculosis: A Systematic Review and Meta-Analysis. Department of Epidemiology, Harvard School of Public Health, Boston, Massachusetts, United States of America, available from : www.plosmedicine.org
25. Hassmiller KM. 2006. The Association Between
Smoking and Tuberculosis. Department of Health Management and Policy. School of Public Health. University of Michigan. 2006 Jan;Vol.48.
26. Davies, P.D.O., 1993, Hubungan antara merokok
dengan tuberculin, warta TB, 02/IX:1-7. 27. Aditama, T.Y. 2008. Meyakini bahwa merokok
terkait dengan kejadian TB Paru. Available from http://cybermed.cbn.net.id/ cbprtl/ cybermed/ detail.aspx?x=Health+News &y=cybermed|0|0|5|443. 8
28. Wuaten, G. (2010). Hubungan antara kebiasaan
merokok dengan penyakit TB paru. Dipetik juli 23, 2013, dari Http://fkm. unsrat.ac.id/wpcontent/uplads/ 2012/10/ Grace-Wuaten.pdf.
29. Ruhana H, 2008. Hubungan Pola Asuh Anak dengan Status Gizi Balita Umur 24-59 Bulan, Di Wilayah Terkena Tsunami Kabupoten Pidie Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. USU Repository. Availabel : repository. usu.ac.id /bitstream/... / 1/09E00172.pd
30. Atmarita dan Tatang, S. 2004. Analisis Situasi
Gizi dan Kesehatan Masyarakat dalam Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII. Ketahanan Pangan dan Gizi di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi, Jakarta, 17-19 Mei 2004
31. Scrimshaw NS, Taylor CD, Gordon JE. Interactions of Nutrition and Infection. Monograph. Geneva. WHO, 1968
32. Harries AD, Thomas J, Chug KS. Malnutrion in
Africant patients with pulmonary Tuberculosis. Hum Nutr 1985; 39. P 3613.
33. Harries AD, Nkhoma WA, Thomson PJ,
Nyangulu DS, Wirima JJ. Nutritional Status in Malawian patients with pulmonary tuberculosis and respnse to chemoterapy. Eur J Clin Nutr 1988; 42, p 445-50.
34. Onwubalili JK. Malnutrition among tuberculosis
patients in Harrow, England. Eur J Clin Nutr 1988; 42, p 363-3
35. Anwar, K. 2008. Analisis Determinan
Pengeluaran Rumah Tangga Masyarakat Miskin di Kabupaten Aceh Utara, USU eRepository
36. Mahpudin, 2004. Hubungan faktor lingkungan
fisik rumah, sosial ekonomi dan respon biologis terhadap kejadian tuberkulosis paru BTA positif padapenduduk dewasa di Indonesia. http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/ libri2/ detail.jsp?id=107053&lokasi=lokal
37. Beaglehole, R. Dasar-dasar Epidemiologi. World
Health Organization, Geneva. 1993. 38. Mukono. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Airlangga University Press.Surabaya.
39. Suhardi, Widarsih, D., Nuryadani, dkk. 2006.
Hubungan Faktor Risiko Kondisi Rumah Terhadap Kejadian TB Paru Pada Balita Di Wilayah Kota Salatiga Tahun 2006. (On-line) http://www.litbang.depkes.go.id. Diakses 26 mei 2008.
40. Khadijah A, Perwitasari D, 2013. Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku dengan Prevalensi TB Paru di Propinsi DKI Jakarta, Banten dan Sulawesi Utara. Media Litbangkes Vol 23 No. 4, Des 2013, 172-181.
41. Firdiana P ; Cahyati WH. 2007. Hubungan antara Luas Ventilasi dan Pencahayaan Rumah dengan Kejadian Tuberculosis Paru Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu, Kecamatan Tembalang Semarang Tahun 2007. KEMAS - Volume 3 / No. 2 / Januari - Juni 2008.
Country Profile. Available from http:// www.who.int/tb/publications/global_report /en/ global tb report 2013
2. World Health Organization. Global Tuberculosis
Control: WHO Report 2012. Available from www.who.int/tb/publications/ global_report/ /10665/75938/978924156 45 0 eng.pdf.
3. Kemenkes RI. 2011a. Strategi Nasional
Pengendalian TB Di Indonesia 2010-2014. Kemenkes RI, Jakarta.
4. ____________. 2011b. Tuberkulosis Masalah
Kesehatan Dunia. http:www.bppsdmk.depkes.go.id. Diakses tanggal 15 Juli 2011.
5. Kemenkes R.I, 2013. Petunjuk Teknis Manajemen
TB Anak. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
6. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas 2012.
Laporan Program P2 TB Paru. Banyumas. 7. Departemen Kesehatan RI, 2007. Diagnosa dan
Tata Laksanan Tuberkulosis Anak. Kelompok Kerja TB Anak Depkes – IDAI.
8. Kartasasmita, 2009. Epidemiologi Tuberculosis,
Sari Pediatri, Vol 11 NO. 2. Agustus 2009. 9. Achmadi, F. 2008. Manajemen Penyakit Berbasis
Wilayah. Buku Kompas, Jakarta. 10. Achmadi, F. 2012. Manajemen Penyakit Berbasis
Wilayah. Edisi revisi. Buku Kompas, Jakarta.
11. Abdul Manaf dkk, 2008, Pedoman Nasional
Penanggulangan Tuberkulosis, Depkes RI, Jakarata.
12. Santoso S, 2011. Stuktural Equation Modelling(SEM) Konsep dan Aplikasi dengan Amos 18, Elex Media Komputindo, Jakarta.
13. Wijanto SH, 2008. Structural Equation Modeling
dengan Lisrel 8.8. Graha Ilmu. Jakarta 14. Ferdinand A, 2002. Struktural Equation Modeling
dalam Penelitian Manajemen Edisi 2. Semarang FE Undip.
15. Widarjono A, 2010. Analisis Statistika
Multivariat Terapan. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogjakarta
16. Kershaw T. Introduction to Structural Equation
Modeling for HIV Prevention Research. Social Behavioral Sciences Program Epidemiology and Public Health Yale University
17. Jogiyanto, 2011. Konsep dan Aplikasi Structural
Equation Modeling Berbasis Varian Dalam Penelitian Bisnis. UPP STIM YKPN. Yogyakarta
18. Narimawati U, 2007. Structural Equation Model
dalam Riset Ekonomi. Gaya Media. Yogyakarta.
19. Wang P. 2007. Structural Equation Modeling And
Its Applications in Health Research.http://www.nlcahr.mun.ca/resear ch/affinity/quantitative/QAG__SEM__Pet er_Wang.pdf. Diakses tanggal 23 Maret 2011
20. Jihan S, 2007. Pemodelan Persamaan Struktural
pada Derajat Kesehatan dengan Moderasi Infrastruktur (Studi kasus di Propinsi Jawa Timur, Susenas 2007). Jurnal Teknik Pomits Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6. Available : http://digilib.its.ac.id/public/ITSUndergraduate-12362-Paper.pdf
21. Cheah WL at all, 2010. A structural equation
model of the determinants of malnutrition among children in rural Kelantan, Malaysia. Universiti Malaysia Sarawak, Sarawak, Malaysia. Available from: http://www.rrh.org.au
22. Grahanintyas dkk, 2008. Pendekatan Stuctural
Equation Modeling untuk analisis faktor yang mempengaruhi produktifitas dari tinjauan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja di PT.Barata Indonesia (Persero) Gresik. Pascasarjana Teknik
Industri-ITS, Kampus ITS Surabaya. Available : www.its.ac.id/.../ 2895m_sritomo-ie-Makalah%20.
23. Lienhardt C, et all, 2003. Risk Factors for
Tuberculosis Infection in Children in Contact With Infectious Tuberculosis Cases in The Gambia, West Africa. the American Academy of Pediatrics. All rights reserved. Print ISSN: 0031-4005. Online ISSN: 1098-4275. Downloaded from pediatrics. publications.org at Indonesia:AAP Sponsored on September 24, 2011.
24. Hsien-Ho Lin at-all, 2007. Tobacco Smoke,
Indoor Air Pollution and Tuberculosis: A Systematic Review and Meta-Analysis. Department of Epidemiology, Harvard School of Public Health, Boston, Massachusetts, United States of America, available from : www.plosmedicine.org
25. Hassmiller KM. 2006. The Association Between
Smoking and Tuberculosis. Department of Health Management and Policy. School of Public Health. University of Michigan. 2006 Jan;Vol.48.
26. Davies, P.D.O., 1993, Hubungan antara merokok
dengan tuberculin, warta TB, 02/IX:1-7. 27. Aditama, T.Y. 2008. Meyakini bahwa merokok
terkait dengan kejadian TB Paru. Available from http://cybermed.cbn.net.id/ cbprtl/ cybermed/ detail.aspx?x=Health+News &y=cybermed|0|0|5|443. 8
28. Wuaten, G. (2010). Hubungan antara kebiasaan
merokok dengan penyakit TB paru. Dipetik juli 23, 2013, dari Http://fkm. unsrat.ac.id/wpcontent/uplads/ 2012/10/ Grace-Wuaten.pdf.
29. Ruhana H, 2008. Hubungan Pola Asuh Anak dengan Status Gizi Balita Umur 24-59 Bulan, Di Wilayah Terkena Tsunami Kabupoten Pidie Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. USU Repository. Availabel : repository. usu.ac.id /bitstream/... / 1/09E00172.pd
30. Atmarita dan Tatang, S. 2004. Analisis Situasi
Gizi dan Kesehatan Masyarakat dalam Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII. Ketahanan Pangan dan Gizi di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi, Jakarta, 17-19 Mei 2004
31. Scrimshaw NS, Taylor CD, Gordon JE. Interactions of Nutrition and Infection. Monograph. Geneva. WHO, 1968
32. Harries AD, Thomas J, Chug KS. Malnutrion in
Africant patients with pulmonary Tuberculosis. Hum Nutr 1985; 39. P 3613.
33. Harries AD, Nkhoma WA, Thomson PJ,
Nyangulu DS, Wirima JJ. Nutritional Status in Malawian patients with pulmonary tuberculosis and respnse to chemoterapy. Eur J Clin Nutr 1988; 42, p 445-50.
34. Onwubalili JK. Malnutrition among tuberculosis
patients in Harrow, England. Eur J Clin Nutr 1988; 42, p 363-3
35. Anwar, K. 2008. Analisis Determinan
Pengeluaran Rumah Tangga Masyarakat Miskin di Kabupaten Aceh Utara, USU eRepository
36. Mahpudin, 2004. Hubungan faktor lingkungan
fisik rumah, sosial ekonomi dan respon biologis terhadap kejadian tuberkulosis paru BTA positif padapenduduk dewasa di Indonesia. http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/ libri2/ detail.jsp?id=107053&lokasi=lokal
37. Beaglehole, R. Dasar-dasar Epidemiologi. World
Health Organization, Geneva. 1993. 38. Mukono. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Airlangga University Press.Surabaya.
39. Suhardi, Widarsih, D., Nuryadani, dkk. 2006.
Hubungan Faktor Risiko Kondisi Rumah Terhadap Kejadian TB Paru Pada Balita Di Wilayah Kota Salatiga Tahun 2006. (On-line) http://www.litbang.depkes.go.id. Diakses 26 mei 2008.
40. Khadijah A, Perwitasari D, 2013. Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku dengan Prevalensi TB Paru di Propinsi DKI Jakarta, Banten dan Sulawesi Utara. Media Litbangkes Vol 23 No. 4, Des 2013, 172-181.
41. Firdiana P ; Cahyati WH. 2007. Hubungan antara Luas Ventilasi dan Pencahayaan Rumah dengan Kejadian Tuberculosis Paru Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu, Kecamatan Tembalang Semarang Tahun 2007. KEMAS - Volume 3 / No. 2 / Januari - Juni 2008.
Unduhan
Diterbitkan
2016-03-31
Cara Mengutip
Anwar, M. C. (2016). MODEL JEJARING KAUSALITAS TB ANAK (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS). Buletin Keslingmas, 35(1), 43–56. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v35i1.3048
Terbitan
Bagian
Risearch Articles
















