HUBUNGAN KEGIATAN PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN ALAT PENGOLAHAN AIR TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM (DAM) DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2016

Penulis

  • Yuli Driyaningsih Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
  • Sugeng Abdullah Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
  • Suparmin Suparmin Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/keslingmas.v36i1.3009

Kata Kunci:

Opearsional dan pemeliharaan, kualitas mikrobiologi DAM

Abstrak

Depot air minum merupakan depot yang mengolah air baku menjadi air minum dan menjualnya kepada
masyarakat.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat
pengolahan air terhadap kualitas mikrobiologi air minum pada depot air minum di Kabupaten Kebumen. Jenis
penelitian adalah observasional dengan rancangan crossectional, yang dilakukan dari bulan apri sampai dengan
Juni 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 90 depot air minum. Instrumen pengumpul data berupa check list untuk
penilaian kegiatan operasional dan pemeliharaan dan hasil uji laboratorium kualitas mikrobiologi air minum
parameter MPN Koliform. Hasil uji univariat terhadap kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahan
air pada DAM diperoleh hasil 17 (18,9%) dengan kriteria buruk dan 73 (81,1%) dengan kriteria baik. Pada
pemeriksaan kualitas MPN Koliform air minum diperoleh hasil 67 (74,4%) memenuhi syarat dan 23 (25,6%) tidak
memenuhi syarat. Hasil uji Bivariat pada hubungan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahan air
terhadap kulaitas mikrobiologi air minum diperoleh hasil depot dengan kriteria operasional pemeliharaan baik dan
kualitas mikrobiologi memenuhi syarat sebanyak 62 (68,9%) , Depot dengan kriteria baik dan kualitas air minum
tidak memenuhi syarat sebesar 11 (12,2%) , depot dengan kriteria buruk dan kualitas mikrobiologi memenuhi
syarat sebesar 5 (5,6%) serta depot dengan kriteria buruk dan kualitas mikrobiologi tidak memenuhi syarat sebesar
12 (13,3%). Analisa data dengan uji chi square pada taraf signifikan didapat hasil p value 0,000, ada hubungan
kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahan air terhadap kualitas mikrobiologi air minum pada
DAM di Kabupaten Kebumen.

Referensi

Aris Santjaka, 2011, Statistik untuk Penelitian
Kesehatan (Deskriptif, Inferensial,
Parametrik Dan Non Parametrik) ,Nuha
Medika, Yogyakarta.
Aziz Alimul Hidayat, 2007, Metode Penelitian
Kebidanan dan Analisa Data, Jakarta:
Salemba Medika.
Basirun, Al Umah, 2008, Metodologi Penelitian
Kesehatan, Lembaga Penelitian Pengabdian
Masyarakat STIKES Muhammadiyah
Gombong.
Cahyono, Tri, 2014, Pedoman Penulisan Proposal
Penelitian dan Karya Tulis Ilmiah/Skripsi
Edisi Revisi Ketiga, Purwokerto :
Kementerian Kesehatan RI, Politeknik
Kesehatan Kemenkes Semarang, Jurusan
Kesehatan Lingkungan.
Darpito Hening dkk, 1995, Petunjuk Pemakaian Alat
Paket A Sistem Tabung Ganda Untuk
Pemeriksaan Bakteriologi. Dep Kes RI
Dirjen PPM dan PLP Jakarta.
68
Indonesia, Dep Kes RI No. 416/Depkes/SK/IX/1990
Tentang Persyaratan Kualitas Air Bersih,
Jakarta, Dirjen PPM dan PLP.
______ ,Kep.Men.Kes RI
No.492/Menkes/SK/IV/2010 Tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum, Jakarta :
DIT. JEN PP dan PL.
______ ,Kep.Men.Kes.RI.
No.43/Menkes/SK/X/2014 Tentang
Persyaratan Hygiene dan Sanitasi Depot Air
Minum, Jakarta : DIT.JEN PP dan PL.
______ , Kep Men Perindustrian dan Perdagangan
RI No.651/MPP /SK/X/2004 Tentang
Persyaratan Teknis Depot Air Minum
(DAM) Dan Perdagangannya.
Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, 1997, Metode
Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES.
Nusa Idaman Said, 2008, Teknologi Pengolahan Air
Minum, Teori Dan Pengalaman Praktis,
Pusat Teknologi Lingkungan , Deputi
Bidang Teknologi Pengembangan Sumber
Daya Alam, Badan Pengkajian Dan
Penerapan Teknologi (BPPT)
Nusa Idaman Said, 2010, Teknologi Biofiltrasi Dan
Ultrafiltrasi Untuk Pengolahan Air Minum,
Pusat Teknologi Lingkungan , Deputi
Bidang Teknologi Pengembangan Sumber
Daya Alam, Badan Pengkajian Dan
Penerapan Teknologi (BPPT)
Pitojo Setijo, Eling Purwantoyo, 2003, Deteksi
Pencemar Air Minum, CV Aneka Ilmu,
Semarang
Sugiharto, 1983, Penyediaan Air Bersih Bagi
Masyarakat , Proyek Pengembanagan
Tenaga Sanitasi Pusat, Pusat Pendidikan dan
Latihan Pegawai Departemen Kesehatan,
Tanjungkarang.
Suparmin, 2011, Teori dan Praktik Pengolahan Air
Minum, Yayasan Sanitarian Banyumas
(YASAMAS).
www.Kajian Pustaka.Kesehatan Lingkungan.Depot
Air Minum.com 2014

Diterbitkan

2017-03-31

Cara Mengutip

Driyaningsih, Y., Abdullah, S., & Suparmin, S. (2017). HUBUNGAN KEGIATAN PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN ALAT PENGOLAHAN AIR TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM (DAM) DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2016. Buletin Keslingmas, 36(1), 65–69. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v36i1.3009