Efektivitas Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Biokoagulan dalam Penurunan Kadar TSS

Penulis

  • Isma Dwi Surrayya Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Yulianto Yulianto Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Suparmin Suparmin Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/keslingmas.v44i2.12988

Kata Kunci:

Air Limbah Home Industry Tahu, Biokoagulan, Lidah Buaya, TSS

Abstrak

Home Industry Tahu semakin di pedesaan dan perkotaan. Air limbah dari home industry tahu mengandung bahan organik tinggi seperti protein dan lemak sehingga memiliki parameter kualitas air yang buruk, terutama kadar Total Suspended Solid (TSS) yang melebihi baku mutu yang ditetapkan. Tingginya TSS menyebabkan kekeruhan air dan mengganggu ekosistem akuatik dengan menurunkan penetrasi sinar matahari dan kadar oksigen terlarut. Pengolahan limbah dengan metode koagulasi dan flokulasi efektif menurunkan TSS, namun penggunaan koagulan kimia memiliki biaya tinggi dan potensi dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, biokoagulan alami seperti lidah buaya (Aloe vera) yang mengandung gel yang berbahan aktif asam poligalakturonat, yang mampu mengikat padatan tersuspensi, serta bersifat ramah lingkungan dan ekonomis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment dengan metode Pretest Posttest Control Group Design. Analisis dengan uji One Way ANOVA nilai Sig= 0,00 < 0,05 menunjukkan ada perbedaan yang signifikan penurunan kadar TSS sebelum dan setelah perlakuan koagulasi dan flokulasi menggunakan biokoagulan lidah buaya (Aloe vera) dengan dosis 35 ml/L, 45 ml/L, 55 ml/L, 65 ml/L dan 75 ml/L. Uji Lanjut LSD terdapat salah satu dosis yang memiliki kemampuan lebih baik dalam menurunkan kadar TSS air limbah home industry tahu yaitu dosis 75 ml/L dengan efektivitas 72,46 %. Terdapat perbedaan penurunan TSS yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelima variasi dosis. Efektivitas penurunan TSS tertinggi terjadi pada dosis 75 ml/L sebesar 72,46 %. Disarankan agar melakukan penelitian lain dengan variasi dosis lidah buaya yang berbeda dan menambahkan bahan yang bersifat basa seperti kapur tohor.

Referensi

RI Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. 2023. 175 hal.

Meilani N, Sahi SS. Studi Kualitas Air Berdasarkan Parameter Fisika Dan Kimia Pada Air Gua Desa Laburunci Kabupaten Buton. J Kesehat Manarang. 2018;3(1):1.

Faisal F, Arsad JH. Efektivitas Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Air Limbah Industri (Studi Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate). … J Heal Res Forikes Voice … [Internet]. 2022;13:140–6. Tersedia pada: http://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/1955%0Ahttp://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/download/sf13126/13126

Sayow F, Polii BVJ, Tilaar W, Augustine KD. Analisis Kandungan Limbah Industri Tahu Dan Tempe Rahayu Di Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Agri-Sosioekonomi. 2020;16(2):245.

Nurudin A. Pengendalian Pencemaran Air Akibat Kegiatan Industri Tahu. 2024;17:656–70.

Ma’arif NL, Hidayah Z. Kajian Pola Arus Permukaan Dan Sebaran Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) Di Pesisir Pantai Kenjeran Surabaya. Juv Ilm Kelaut dan Perikan. 2020;1(3):417–26.

Kifly T, Yudha PI, Darya KIW. Kandungan Padatan Teruspensi dan Padatan Terlarut pada Air di Bagian Hilir Sungai Ayung, Bali. Aquat Sci. 2021;IV(2):128–32.

Suryanti T, Ayu Ambarwati D, Udyani K, Purwaningsih DY. Penurunan Kadar BOD dan COD Pada Limbah Cair Industri Batik Dengan Metode Gabungan Koagulasi Dan Adsorpsi. Semin Nas Sains dan Teknol Terap VII - Inst Teknol Adhi Tama Surabaya. 2019;113–8.

Rohana H, Maemunah I, Sonjaya Y. Pengaruh Ekstrak Daun Ipomoea batatas L. sebagai Flokulan Fe dalam Pengolahan Air. Indones J Lab. 2023;1(1):60.

Martina A, Effendy DS, Soetedjo JNM. Aplikasi Koagulan Biji Asam Jawa dalam Penurunan Konsentrasi Zat Warna Drimaren Red pada Limbah Tekstil Sintetik pada Berbagai Variasi Operasi. J Rekayasa Proses. 2018;12(2):40.

Putra RS, Iqbal AM, Rahman IA, Kimia J, Islam U. Dengan Koagulan Alami Dalam Proses Laboratorium. 2013;1–4.

Mujariah H, Paulus, Rama M. Penggunaan Gel Lidah Buaya ( Aloe vera ) Sebagai Koagulan Alami Dalam Penjernihan Air Sumur Di Desa Sausu Tambu Kecamatan Sausu The Use of Aloe Vera Gel ( Aloe Vera ) As A Natural Coagulant in Well Water Purification at The Sausu Tambu Village District Sa. J AkadKim. 2016;5(1):16–22.

Hidayatullah A, Masyruroh A, Akbari T. Efektivitas Koagulan Lidah Buaya (Aloe Vera) Dan PAC (Poly Alumunium Chloride) Dalam Menurunkan Kadar Pencemar Pada Limbah Cair Batik. J Lingkung dan Sumberd Alam. 2023;6(1):61–75.

Pranata MF, Syarifudin, Raharja M. Perbaikan Kualitas Air Menggunakan Gel Lidah Buaya (Aloe vera). 2019;16(2):1–23.

Muarif M. Karakteristik Suhu Perairan Di Kolam Budidaya Perikanan. J Mina Sains. 2016;2(2):96–101.

Ardilla FF. Perbandingan Kemampuan Lidah Buaya (Aloe Vera) Dengan Poly Aluminium Chloride (Pac) Sebagai Koagulan Dalam Menurunkan Bod, Cod, Tss Dan Warna Pada Limbah Cair Industri Kopi. 2021;

Ulyani S, Daud S, Asmura J. Penyisihan COD, BOD dan TSS Pada Limbah Cair Tahu Secara Koagulasi-Flokulasi dengan Variasi Dosis Biokoagulan Lidah Buaya dan Kecepatan Pengadukan. 2020;7:1–6.

Susanti E, Hartati A. Koagulasi dan Flokulasi Untuk Menurunkan Warna Dengan Koagulan pada Efluen Pengolahan Limbah Pencelupan Benang. J Purifikasi [Internet]. 2003;4(1):37–42. Tersedia pada: https://purifikasi.id/index.php/purifikasi/article/view/352

Diterbitkan

2025-06-30

Cara Mengutip

Surrayya, I. D., Yulianto, Y., & Suparmin, S. (2025). Efektivitas Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Biokoagulan dalam Penurunan Kadar TSS. Buletin Keslingmas, 44(2), 119–128. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v44i2.12988