ANALISIS TREND PENETASAN TELUR NYAMUK Aedes sp BERDASARKAN DERET WAKTU DI KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017
DOI:
https://doi.org/10.31983/keslingmas.v37i2.3841Keywords:
ovitrap, rearing, persentase penetasan telur, kesehatan lingkunganAbstract
AbstrakPelaksanaan fogging foccus bertujuan untuk membasmi vektor Aedes sp serta memutus mata rantai
penularannya . Fogging foccus dilaksanakan dua kali dengan interval waktu 7 hari. Fogging foccus
didasarkan pada teori siklus perkembangbiakan nyamuk dari jentik ke nyamuk dewasa kurang lebih 7
hari. Apakah proses perkembangbiakan nyamuk dari telur sampai dewasa paling banyak terjadi pada
7 hari atau lebih. Tujuan penelitian adalah mengetahui persentase terbesar mulai dari telur menjadi
nyamuk dewasa guna dibandingkan dengan efektifitas fogging foccus. Jenis penelitian adalah
penelitian observasional menggunakan trend series dengan 3 siklus aquatic sebanyak 100 telur yang
ditetaskan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan untuk telur
sampai menjadi nyamuk dewasa adalah 2-10 hari. Pada suhu rendah perkembangannya bisa sangat
lama yaitu berkisar 2-18 hari. Persentase penetasan telur yang dilakukan di rumah peneliti di
Kelurahan Kober yaitu sebesar 75%. Sedangkan yang dilakukan di Laboratorium Kampus 7
Poltekkes Kemenkes Semarang sebesar 90%. Hasil di Kelurahan Kober siklus aquatic 1 belum ada
yang menjadi nyamuk dewasa, siklus aquatic 2 sebanyak 14,67%, siklus aquatic 3 sebanyak 30,67%.
Hasil di laboratorium Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang pada siklus aquatic 1 dan siklus
aquatic 2 belum ada yang menjadi nyamuk dewasa, pada siklus aquatic 3 sebanyak 3,33%. Adapun
kondisi lingkungan pada saat penelitian yaitu suhu udara 27°C-30°C dan kelembaban 70%-90%.
Simpulan penelitian yaitu pelaksanaan fogging foccus yang dilakukan dalam dua tahapi dengan
interval waktu 7 hari didasarkan siklus aquatic ternyata larva belum menjadi nyamuk dewasa
sehingga fogging yang dilakukan akan kurang efektif dan belum tepat pada sasaran yaitu membunuh
nyamuk dewasa.
References
Daftar Pustaka
Agus Herdiana, 2015, Siklus Hidup Nyamuk Aedes
aegypti, at
http://informasikesling.blogspot.co.id/2015/03/
siklus-hidup-nyamuk-aedes-aegypti.html
diakses Tanggal 8 Januari Pukul 15.45 WIB.
Aris Santjaka, 2011, Statistika untuk Penelitian
Kesehatan, cetakan pertama, Yogyakarta :
Nuha Medika.
, 2013, Pendekatan Model Kausalitas,
Malaria, cetakan pertama, Yogyakarta : Nuha
Medika.
, 2016, Zika Dalam Prespektif Vektor
dan Upaya Pengendaliannya, Purwokerto
:Politeknik Kesehatan Semarang Jurusan
Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Candra Wiguna, 2015, Pencegahan Demam Berdarah
Melalui Metode Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN), at
http://duniaiptek.com/pencegahan-demamberdarah-
melalui-metode-pemberantasansarang-
nyamuk-psn/ diakses Tanggal 8 Januari
2017 Pukul 15.41 WIB.
Departemen Kesehatan R.I. Direktorat Pemberantasan
Penyakit Bersumber Binatang (DIT. P2B2),
(1985), Bagaimana Mencegah Demam
Berdarah, Jakarta: DIT.JEN PPM&PLP.
Departemen Kesehatan R.I, 1986, Direktorat Jenderal
PPM&PLP, Demam Berdarah Dengue
Epidemiologi Dan Pemberantasan Di
Indonesia, Jakarta: DIT.JEN.PPM&PLP.
Departemen Kesehatan R.I. Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan
Lingkungan(DIT.JEN.PP&PL), (2013).
Pedoman Pengendalian Demam Berdarah
Dengue Di Indonesia. Jakarta:
DIT.JEN.PP&PL.
Departemen Kesehatan R.I. Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan
Lingkungan (DIT.JEN.PP&PL), 2007,
Ekologi Dan Aspek Perilaku Vektor, Jakarta:
DIT.JEN. PP&P
Fajar Dwi Setyawati, 2009, Karya Tulis Ilmiah â€Studi
Komparasi Jumlah Telur Nyamuk Aedes
Aegypti Pada Ovitrap Yang Dipasang Di
Ruang Perawatan Lantai Atas Dengan Lantai
Bawah Rsud Prof. Dr. Margono Soekarjo
Purwokertoâ€, Purwokerto : Politeknik
Kesehatan Semarang Jurusan Kesehatan
Lingkungan Purwokerto
Info Kesehatan, 2012, Demam Berdarah: Penyebab,
Gejala, Dan Pencegahannya, at http://infokesehatan.
net/demam-berdarah-penyebabgejala-
dan-pencegahannya/ diakses Tanggal 8
2017 Januari Pukul 16.03 WIB
Irawan Endy Pratama, 2016, Skripsi “Kohort Evaluasi
Nyamuk Dewasa Setelah Pelaksanaan Fogging
Focus Di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo
Kabupaten BanyumasTahun 2016â€,
Purwokerto : Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Kementerian Kesehatan R.I Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan (Indonesia, (1992), Petunjuk
Teknis Pemberantasan Nyamuk Penular
Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jakarta:
DIT.JEN PPM&PLP.
Kementerian Kesehatan RI, 2016, Wilayah KLB DBD
Ada Di 11 Provinsi, Jakarta: KemenkesR.I, at
http://www.depkes.go.id/article/print/1603070
0001/wilayah-klb-dbd-ada-di-11-provinsi.htm
diaksesTanggal 08 Januari 2017 pukul 15.00
Peraturan Menteri Kesehatan RI No
374/MENKES/PER/III/2010 Tentang
pengendalian vector
Riska Alfianastuti, 2015, Pengaruh Pemakaian
Perasan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa
Bilimbi L.) Terhadap Kematian Larva Aedes
Aegypti, Purwokerto : Politeknik Kesehatan
Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan
Purwokerto
Soedarto, 2012, Demam Berdarah Dengue (Dengue
Haemorrahagic Fever), Jakarta : Sagung Seto
Soegijanto, S. (2006). Demam Berdarah Dengue Edisi
2. Surabaya: Airlangga University Press
Tri Cahyono, 2014, Pedoman Penulisan Proposal
Penelitian dan Karya Tulis Ilmiah/Skripsi,
edisi revisi tiga, Purwokerto : Politeknik
Kesehatan Kemenkes Semarang
Keslingmas
Agus Herdiana, 2015, Siklus Hidup Nyamuk Aedes
aegypti, at
http://informasikesling.blogspot.co.id/2015/03/
siklus-hidup-nyamuk-aedes-aegypti.html
diakses Tanggal 8 Januari Pukul 15.45 WIB.
Aris Santjaka, 2011, Statistika untuk Penelitian
Kesehatan, cetakan pertama, Yogyakarta :
Nuha Medika.
, 2013, Pendekatan Model Kausalitas,
Malaria, cetakan pertama, Yogyakarta : Nuha
Medika.
, 2016, Zika Dalam Prespektif Vektor
dan Upaya Pengendaliannya, Purwokerto
:Politeknik Kesehatan Semarang Jurusan
Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Candra Wiguna, 2015, Pencegahan Demam Berdarah
Melalui Metode Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN), at
http://duniaiptek.com/pencegahan-demamberdarah-
melalui-metode-pemberantasansarang-
nyamuk-psn/ diakses Tanggal 8 Januari
2017 Pukul 15.41 WIB.
Departemen Kesehatan R.I. Direktorat Pemberantasan
Penyakit Bersumber Binatang (DIT. P2B2),
(1985), Bagaimana Mencegah Demam
Berdarah, Jakarta: DIT.JEN PPM&PLP.
Departemen Kesehatan R.I, 1986, Direktorat Jenderal
PPM&PLP, Demam Berdarah Dengue
Epidemiologi Dan Pemberantasan Di
Indonesia, Jakarta: DIT.JEN.PPM&PLP.
Departemen Kesehatan R.I. Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan
Lingkungan(DIT.JEN.PP&PL), (2013).
Pedoman Pengendalian Demam Berdarah
Dengue Di Indonesia. Jakarta:
DIT.JEN.PP&PL.
Departemen Kesehatan R.I. Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan
Lingkungan (DIT.JEN.PP&PL), 2007,
Ekologi Dan Aspek Perilaku Vektor, Jakarta:
DIT.JEN. PP&P
Fajar Dwi Setyawati, 2009, Karya Tulis Ilmiah â€Studi
Komparasi Jumlah Telur Nyamuk Aedes
Aegypti Pada Ovitrap Yang Dipasang Di
Ruang Perawatan Lantai Atas Dengan Lantai
Bawah Rsud Prof. Dr. Margono Soekarjo
Purwokertoâ€, Purwokerto : Politeknik
Kesehatan Semarang Jurusan Kesehatan
Lingkungan Purwokerto
Info Kesehatan, 2012, Demam Berdarah: Penyebab,
Gejala, Dan Pencegahannya, at http://infokesehatan.
net/demam-berdarah-penyebabgejala-
dan-pencegahannya/ diakses Tanggal 8
2017 Januari Pukul 16.03 WIB
Irawan Endy Pratama, 2016, Skripsi “Kohort Evaluasi
Nyamuk Dewasa Setelah Pelaksanaan Fogging
Focus Di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo
Kabupaten BanyumasTahun 2016â€,
Purwokerto : Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Kementerian Kesehatan R.I Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan (Indonesia, (1992), Petunjuk
Teknis Pemberantasan Nyamuk Penular
Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jakarta:
DIT.JEN PPM&PLP.
Kementerian Kesehatan RI, 2016, Wilayah KLB DBD
Ada Di 11 Provinsi, Jakarta: KemenkesR.I, at
http://www.depkes.go.id/article/print/1603070
0001/wilayah-klb-dbd-ada-di-11-provinsi.htm
diaksesTanggal 08 Januari 2017 pukul 15.00
Peraturan Menteri Kesehatan RI No
374/MENKES/PER/III/2010 Tentang
pengendalian vector
Riska Alfianastuti, 2015, Pengaruh Pemakaian
Perasan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa
Bilimbi L.) Terhadap Kematian Larva Aedes
Aegypti, Purwokerto : Politeknik Kesehatan
Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan
Purwokerto
Soedarto, 2012, Demam Berdarah Dengue (Dengue
Haemorrahagic Fever), Jakarta : Sagung Seto
Soegijanto, S. (2006). Demam Berdarah Dengue Edisi
2. Surabaya: Airlangga University Press
Tri Cahyono, 2014, Pedoman Penulisan Proposal
Penelitian dan Karya Tulis Ilmiah/Skripsi,
edisi revisi tiga, Purwokerto : Politeknik
Kesehatan Kemenkes Semarang
Keslingmas
Downloads
Published
2018-05-01
How to Cite
Saraswati, K., & Santjaka, A. (2018). ANALISIS TREND PENETASAN TELUR NYAMUK Aedes sp BERDASARKAN DERET WAKTU DI KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017. Buletin Keslingmas, 37(2), 171–177. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v37i2.3841
Issue
Section
Risearch Articles
















