Efektivitas Larutan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi) dalam Menurunkan Angka Kuman pada Sendok Makan

Penulis

  • Putri Nabila Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Nurul Amaliyah Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Muhammad Rifqi Maulana Jurusan Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/keslingmas.v45i2.15134

Kata Kunci:

Angka Kuman, Belimbing Wuluh, Sendok Makan

Abstrak

Keamanan makanan di rumah sakit merupakan aspek krusial dalam mendukung proses penyembuhan pasien. Salah satu sumber kontaminasi makanan yang sering terjadi berasal dari peralatan makan yang tidak higienis, khususnya sendok makan yang bersentuhan langsung dengan mulut pasien. Penggunaan desinfektan nabati seperti buah belimbing wuluh yang mengandung senyawa antibakteri seperti flavonoid berpotensi menurunkan jumlah kuman pada alat makan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas larutan buah belimbing wuluh dengan variasi konsentrasi dalam menurunkan angka kuman pada sendok makan di rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi-experiment dengan pendekatan post test only with control group desaign. Analisis dengan uji One Way Anova nilai signifikasi 0,00 atau <0,05 menunjukkan terdapat perbedaan jumlah angka kuman pada sendok makan yang signifikan menggunakan variasi konsentrasi larutan buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 0% (kontrol), 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Hasil uji lanjut terdapat salah satu konsentrasi yang memiliki kemampuana lebih baik dalam menurunkan jumlah angka kuman pada sendok makan yaitu konsentrasi 30% dengan efektivitas sebesar 97,63%. Disarankan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan variasi konsentrasi larutan buah belimbing wuluh yang berbeda untuk mencapai nilai efektivitas penurunan jumlah angka kuman pada alat makan yang lebih tinggi.

Referensi

1. Gizaw Z. Public Health Risks Related to Food Safety Issues in The Food Market: A Systematic Literature Review. Environ Health Prev Med. 2019 Nov;24(1):68.

2. POM B. Pusat Analisis Kebijakan Obat Dan Makanan Badan Pengawas Obat Dan Makanan 2023. Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu. 2023.

3. Amaliyah N. Penyehatan makanan dan minuman. 1st ed. Gunawan, Asep Tata, editor. Yogyakarta: deepublish; 2017. 1–200 p.

4. Chusnul Chotimah, Nurul Amaliyah S. Analisis Ketengikan Minyak Goreng Berdasarkan Variasi Penggorengan Pisang Goreng Di Kota Pontianak Tahun 2014. J Sanit Khatulistiwa [Internet]. 2015;7(1). Available from: http://ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/SJK/article/view/530

5. G dr. W. Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas. Banyumas; 2024.

6. Rastuti U, Diastuti H, Sutarmin S, Purnomo WH. Perencanaan Peningkatan Kapasitas Produksi Tepung Mendoan Instan. CARADDE J Pengabdi Kpd Masy. 2019;2(2):174–8.

7. Anggono F, Mahmudiono T. Hubungan Tingkat Pengetahuan Pedagang, Lokasi Berjualan, dan Tingkat Higenis dengan Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Gorengan di Surabaya Timur. Media Gizi Kesmas. 2023;12(1):148–53.

8. Masyarakat JK. Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Jumlah Angka Kuman Dan Keberadaan Escherichia Coli Pada Alat Makan (Studi Penelitian Di Panti Sosial Asuh Kyai Ageng Majapahit). J Kesehat Masy. 2017;5(4):378–86.

9. Simanullang M, Khaitami M, Sihotang S, Budi A. Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Terhadap Staphylococcus epidermidis dan Pityrosporum ovale effectiveness. J Kedokt STM (Sains dan Teknol Med. 2021;IV(I):26–32.

10. Listina O, Pramiastuti O, Khasanah L, Studi Farmasi S- P, Ilmu Kesehatan F. Aktivitas antibakteri kombinasi Ekstrak daun blimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Dan ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) Terhadap Staphylococcus aureus. 2023;26–35.

11. Astuti W, Susanti D. Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Menggunakan Metode Dilusi. Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. J Ilmu Kedokt dan Kesehat [Internet]. 2024;11(5):2549–4864. Available from: http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan

12. Amallia RHT, Wulan MS, Saputri A, Lestari A, Putri WU. Monitoring Angka Kuman Pada Alat Makan Yang Digunakan Oleh Pedagang Di Kantin. Syifa’ Med J Kedokt dan Kesehat. 2021;12(1):57.

13. Zakiah N, Munira, Pamudi BF, Nasir M, Frengki, Halimatussakdiah. Perbedaan jumlah kuman pada peralatan makan antara pencucian melalui perendaman dan air mengalir di Lampenerut Aceh Besar The difference of the number of germ on cutlery between soaking washing and flowing water in Aceh Besar. SAGO Gizi dan Kesehat. 2024;5 (2) 446-:446–55.

14. Nurhidayanti, Syafitri FD, Sari I. Pemeriksaan Angka Kuman Alat Makan Pada Pedagang Kaki Lima di Jakabaring Sport City Palembang Examination of Germ Numbers on Eating Utensils at Street Vendors at Jakabaring Sport City Palembang. J Heal Appl Sci Technolgy [Internet]. 2024;2(1):1–5. Available from: https://jhast.ikestmp.ac.id/index.php/jhast/article/view/74/62

15. Cheong NDH, Ibrahim FS, Yusof H. Qualitative Phytochemical Screening and Antibacterial Effect of Averrhoa bilimbi Fruit Extracts Against Selected Bacteria. Malaysian J Med Heal Sci. 2022;18(8):14–20.

16. Male CFA, Rahayu MP, Wulandari D. Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi dan Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. J Farmamedika (Pharmamedica Journal). 2025;10(2):294–302.

17. Acharya V V., Chaudhuri P. Modalities of Protein Denaturation and Nature of Denaturants. Int J Pharm Sci Rev Res. 2021;69(2):19–24.

18. Oppusunggu JR, Siregar VR, Masyithah Z. Pada Sintesis Surfaktan Dari Asam Oleat. J Tek Kim USU. 2015;4(1):25–9.

19. Salwa S, Sartika A, Putri Y. Antibacterial Activity Test of Fractionated Alkaloid Extract from Raru Bark ( Cotylelobium melanoxylon Pierre ) Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Bacteria Uji Aktivitas Antibakteri Fraksinasi Alkaloid Ekstrak Kulit Kayu R. J Pharm Sci. 2025;8(3):1425–41.

20. Ayu Larasati N, Iqbal M, Andrifianie F, Triyandi R. Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review. Sains Med. 2025;4(2):106–11.

21. Anggraeni Puspitasari S, Ardiansyah S. Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) terhadap Pertumbuhan Candida Albicans pada Ortodontik Lepasan. Insisiva Dent J Maj Kedokt Gigi Insisiva. 2017;6(2):41–7.

22. Susilawaty, A., Syarifuddin, N., Amansyah, M., Basri, S., & Septiani NW (2019). Uji Kemampuan Larutan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dalam Menurunkan Jumlah Kuman pada Peralatan Makan di Cafetaria Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Occup Med (Chic Ill). 2019;53(4):130.

23. Ilmi NM, Anwar MC, Subagiyo A. Uji Efektivitas Larutan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Dalam Menurunkan Jumlah Angka Kuman Pada Alat Makan Di Rumah Makan Kabupaten Tegal. Bul. Keslingmas. 2022;41(2):77–84.

Diterbitkan

2026-07-18

Cara Mengutip

Nabila, P., Amaliyah, N., & Maulana, M. R. (2026). Efektivitas Larutan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi) dalam Menurunkan Angka Kuman pada Sendok Makan. Buletin Keslingmas, 45(2), 189–195. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v45i2.15134