Konsentrasi Total Suspended Partikulat dan Timbal pada Udara Ambien
DOI:
https://doi.org/10.31983/keslingmas.v45i2.14531Kata Kunci:
HVAS, Pencemaran udara, Timbal, Total Suspanded Particulate, Udara AmbienAbstrak
Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang vital, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aktivitas industri dan transportasi padat. Desa Biring Ere yang terletak di Kabupaten Pangkep memiliki karakteristik wilayah yang rentan terhadap penurunan kualitas udara akibat mobilitas kendaraan dan aktivitas sektoral lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis konsentrasi Total Suspended Particulate (TSP) dan logam berat Timbal (Pb) pada udara ambien di Desa Biring Ere serta membandingkannya dengan standar baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 dan SNI 7119-3:2017. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan dengan pengambilan sampel udara menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) yang kemudian dianalisis di laboratorium. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa lokasi kawasan pemukiman, konsentrasi TSP sebesar 121 μg/m3 dan Timbal (Pb) sebesar 0,01 μg/m3, pada lokasi kawasan industri, konsentrasi TSP sebesar 216 μg/m3 dan konsentrasi Timbal (Pb) sebesar 1,4 μg/m3. Berdasarkan hasil perbandingan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 dan SNI 7119-3:2017, hasil menunjukkan kedua parameter masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan (TSP < 230 μg/m³ dan Pb < 2 μg/m³). Kualitas udara ambien di Desa Biring Ere dikategorikan dalam kondisi aman, namun demikian, nilai konsentrasi Total Suspended Particulate (TSP) dan konsentrasi Timbal (Pb) yang mendekati ambang batas, memerlukan perhatian khusus dalam upaya pengendalian pencemaran udara, agar tetap terjaga di bawah standar baku mutu.
Referensi
1. S. Murniasih, K. Rozana, and D. S. Prabasiwi, “Asesmen logam berat sampel partikulat udara pada TSP di sekitar PLTU Pacitan,” Indones. J. Chem. Anal., vol. 3, no. 2, pp. 74–82, 2020.
2. World Health Organization (WHO), World Health Statistics. 2018.
3. F. S. Fauzianto and M. Ali, “Analisis Komparatif Pemantauan Kualitas Udara Ambien di Surabaya Pada Tahun 2023,” Ocean Eng. J. Ilmu Tek. dan Teknol. Marit., vol. 3, no. 2, pp. 1–13, 2024.
4. E. P. Pamungkas, “Analisis Konsentrasi Polutan TSP, PM2. 5, PM10, dan PB Bengkel Motor Resmi (Studi Kasus: UD. Utama Motor Sleman),” 2022.
5. F. E. Longoria-Rodríguez et al., “Sequential SEM-EDS, PLM, and MRS microanalysis of individual atmospheric particles: A useful tool for assigning emission sources,” Toxics, vol. 9, no. 2, p. 37, 2021.
6. S. Mico, E. Tsaousi, A. Deda, and P. Pomonis, “Characterization of airborne particles and source identification using SEM/EDS,” Eur. Chem. Bull, vol. 4, pp. 224–229, 2015.
7. H. S. Huboyo and S. Syafrudin, “Analisis Resiko Konsentrasi Debu (Tsp) dan Timbal (Pb) di Pinggir Jalan terhadap Kesehatan Manusia Studi Kasus Kota YOGYAKARTA,” Teknik, vol. 28, no. 2, pp. 142–148, 2007.
8. P. R. Peraturan Pemerintah, “Peraturan Presiden Republik Indonesia,” No. 72 Tahun 2021, 2021.
9. N. A. N. Malik, “Analisis Kualitas Udara Pada Kawasan Sekolah Berdasarkan Parameter Total Suspended Particulate (Tsp)= Analysis Of Air Quality In School Area Based On Total Suspended Particulate (Tsp) Parameter,” 2024, Universitas Hasanuddin.
10. F. S. Anwar, A. Mallongi, and M. A. Maidin, “Kualitas udara ambien CO dan TSP di permukiman sekitar kawasan industri PT. Semen Tonasa,” J. Kesehat. Masy. Marit., vol. 2, no. 2, 2019.
11. G. G. Gunawan, “Tingkat Pencemaran Udara Debu dan Timbal di Lingkungan Gerbang Tol,” J. Jalan Jemb., vol. 32, no. 2, pp. 115–124, 2015.
12. D. S. Wijaya, S. Sunarto, and S. Rachmawati, “Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan Total Suspended Particulate Sebagai Risk Agent di Area Produksi Industri Manufaktur (Studi Kasus PT X Sukoharjo Jawa Tengah),” J. Ilmu Lingkung., vol. 22, no. 3, pp. 678–686, 2024.
13. I. Rosyadi and I. P. Wulandari, “Penegakan hukum lingkungan terhadap pencemaran udara akibat aktivitas industri di Kabupaten Gresik,” Al-Qanun J. Pemikir. Dan Pembaharuan Huk. Islam, vol. 24, no. 2, pp. 279–307, 2021.
14. M. S. Nugraha, A. Saefumillah, and A. Sopaheluwakan, “Perbandingan Karakteristik Kimia dan Morfologi Total Suspended Particulate (TSP) di Area Urban dan Background,” PROSIDING, p. 1, 2021.
15. A. R. Nurfadillah, “Penilaian Risiko Pajanan Total Suspended Particulate Pada Masyarakat,” Jambura Heal. Sport J., vol. 5, no. 2, pp. 104–113, 2023.
16. R. Virgia and A. Djamil, “Analisis Kadar Debu Total Suspended Particulate (TSP) di Udara Ambien terhadap Keluhan Kesehatan Saluran Pernapasan,” Bul. Keslingmas, vol. 42, no. 3, pp. 141–146, 2023.
17. V. T. Siringoringo, D. Pringgenies, and A. Ambariyanto, “Kajian Kandungan Logam Berat Merkuri (Hg), Tembaga (Cu), dan Timbal (Pb) pada Perna viridis di Kota Semarang,” J. Mar. Res., vol. 11, no. 3, pp. 539–546, 2022.
18. T. F. Prasetyo, A. Gani, and Z. Mufid, “Pengaruh Suhu, Kelembapan dan Angin terhadap Polusi Udara: Studi Kasus Dataset Air Quality,” INSANtek, vol. 6, no. 1, pp. 43–51, 2025.
19. United States Environmental Protection Agency. (2020). NAAQS Table. Retrieved from https://www.epa.gov/criteria-air-pollutants/naaqs-table
20. International Journal of Environmental Research and Public Health. (2019). Impact of Air Pollution on Health: A European and North American Approach. Retrieved from https://www.mdpi.com/journal/ijerph
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Buletin Keslingmas

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
















