Faktor Determinan Kapasitas Vital Paru Wanita Pekerja Konfeksi Baju

Authors

  • Tri Cahyono Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang http://orcid.org/0000-0002-1128-2205
  • Hari Rudijanto Indro Wardono Jurusan Kesehatan Lingkungan; Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Yulianto Jurusan Kesehatan Lingkungan; Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Dwi Candra Ningsih Jurusan Kesehatan Lingkungan; Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/keslingmas.v44i3.13396

Keywords:

female workers, air quality, pulmonary vital capacity

Abstract

industri kecil sebagian besar rendah pengawasan, memiliki potensi risiko kerja terhadap kapasitas vital paru berasal dari karakteristik pekerja dan kualitas lingkungan. Survei pendahuluan pada konfeksi menemukan pekerja muda, pendidikan rendah, tanpa alat pelindung diri dan sanitasi lingkungan jelek. Tujuan penelitian mengetahui faktor determinan kapasitas paru wanita pekerja konfeksi baju. Jenis penelitian observasional, analitik. Variabel independent karakteristik pekerja dan kualitas udara, variabel dependen kapasitas vital paru. Populasi sampel 18 wanita pekerja konfeksi, metode pengumpulan data wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis korelasi regresi sederhana dan ganda. Hasil rata-rata kapasitas vital paru 1.449,56 ml, umur 30,78 tahun (r = 0,346), pendidikan 72,2% SD (r = 0,217), IMT 24,41 (r = 0,044), riwayat penyakit Ispa 88,9% tidak pernah (r = -0,269), pemakaian masker 88,9% tidak pakai (r = -0,134), masa kerja (2,56 tahun (r = -0,221), lama kerja 10,50 jam (r = 0,018), riwayat pekerjaan 50% berdebu (r = -0,188), rata-rata suhu 33,170C (r = 0,378), rata-rata kelembapan 44,97% (r = -0,389), debu di dalam ruang 0,09 mg/m3 (r = -0,391), debu di rumah 0,03 mg/m3 (r = -0,436). Semua variabel independent analisis bivariat korelasi tidak signifikan. Analisis multivariat korelasi regresi ganda r = 0,875, p = 0,002, Y = (-671,14) + 27,29Xumur + 401,18Xpendidikan + (-198,30)Xmasa kerja + (-265,22)Xriwayat pekerjaan + 49,49Xsuhu. Simpulan determinan kapasitas paru; umur, pendidikan, masa kerja, riwayat pekerjaan dan suhu. Perlu pemasangan exhauster guna penyedot debu dan suhu udara keluar ruangan.

References

1. Miana Ciputra Handari, Sugiharto ETP. Karakteristik Pekerja Dengan Kejadian Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Dipo Lokomotif. Higeia J Public Heal Res Dev. 2018;2.

2. Putra ND. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kapasitas Vital Paru Pada Pekerja Bengkel Las Di Kelurahan Cirendeu Tahun 2014 [Internet]. Jakarta; 2014. Tersedia pada: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/25859/1/Novandany Dwiantoro Putra-fkik.pdf

3. Rasyid AH. Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kapasitas Vital Paru Pada Pekerja Industri Percetakan Mega Mall Ciputat Tahun 2013. Jakarta; 2013.

4. Budiono I. Faktor Risiko Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Pengecatan Mobil. Universitas Diponegoro; 2007.

5. Putra Nd. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kapasitas Vital Paru Pada Pekerja Bengkel Las Di Kelurahan Cirendeu Tahun 2014. Jakarta; 2013.

6. Cahyono T. Penyehatan Udara. Yogyakarta: CV Andi; 2017.

7. Merdeka RM. Pengertian dan Jenis-Jenis Angkatan Kerja di Indonesia [Internet]. 2025. Tersedia pada: https://greatdayhr.com/id-id/blog/angkatan-kerja-adalah/

8. Cahyono T. Parameter Udara. Yogyakarta: Deepublish; 2025.

9. Indonesia R. Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan [Internet]. 2022. Tersedia pada: https://peraturan.bpk.go.id/Details/196151/pp-no-4-tahun-2022

10. Indonesia R. Sistem Pendidikan Nasional. 2003.

11. Ning J&. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Tentang Kesehatan Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat Dengan Status Kesehatan [Internet]. 2013. Tersedia pada: https://media.neliti.com/media/publications/20885-ID-correlation-between-education-level-knowledge-of-environmental-health-healthy-be.pdf

12. Puji A. Rumus untuk Mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) Dewasa [Internet]. Hallo Sehat. 2025. Tersedia pada: https://hellosehat.com/nutrisi/cara-menghitung-indeks-massa-tubuh/

13. Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: CV Sagung Seto; 2014.

14. Budiono S. Bunga Rampai Hiperkes & KK. Semarang: Universitas Diponegora Semarang.; 2003.

15. S FSN. Analisis Faktor Risiko Kadar Debu Organik Di Udara Terhadap Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Industri Penggilingan Padi Di Kabupaten Demak Tahun 2004. Semarang; 2004.

16. RI RIK. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang standar keselamatan dan kesehatan kerja perkantoran. 2016.

17. Mukono. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Saluran pernapasan. Surabaya: Airlangga University Press; 2008.

18. Republik Indonesia KKR. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2016 tentang standar dan persyaratan kesehatan lingkungan kerja industri. 2016.

19. Supriatin. Hubungan Kadar Debu dan Lama Paparan dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Karyawan Bagian Produksi Bedak PT. Cosmolab Prima Purwokerto Tahun 2016,. Purwokerto; 2016.

20. Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. 2023.

21. Yusitriani. Faktor yang Berhubungan Dengan Kapasitas Paru Pekerja Paving Block CV Sumber Galian [Internet]. Makassar; 2014. Tersedia pada: http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/10842/Yusitriani K11110332.pdf;sequence=1

22. Sutanto Priyo Hastono. Analisis Data. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia; 2006.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Cahyono, T., Hari Rudijanto Indro Wardono, Yulianto, & Dwi Candra Ningsih. (2025). Faktor Determinan Kapasitas Vital Paru Wanita Pekerja Konfeksi Baju. Buletin Keslingmas, 44(3), 204–213. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v44i3.13396