STUDI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015
DOI:
https://doi.org/10.31983/keslingmas.v35i1.3090Keywords:
IPAL Tahu, Kesehatan LingkunganAbstract
Tahu merupakan salah satu sumber makanan yang berasal dari kedelai dan mengandung protein tinggi.Proses pembuatan tahu tidak hanya menghasilkan tahu sebagai sumber makanan, akan tetapi juga menghasilkan bahan buangan seperti ampas tahu dan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan instalasi pengolahan air limbah tahu di Desa Kalisari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil pemeriksaan menunjukan limbah outlet seluruh Biolita memiliki nilai pH 7 sampai 8, kadar COD sebesar 340 mg/ L-3520 mg/l, serta kadar suhu sebesar 31
 o
C - 36
 o
C. Menurut baku mutu yang ada, nilai pH dan suhu telah memenuhi syarat, beban pencemaran COD pada Biolita 1 dan 2 telah memenuhi syarat, tetapi kadar COD pada seluruh IPAL belum memenuhi syarat . Masalah-masalah yang dimiliki IPAL bersistem Pompa lebih kompleks di bandingakan dengan IPAL bersistem gravitasi. Simpulan penelitian adalah IPAL bersistem pompa dan sistem gravitasi secara berurutan kelebihan utamanya adalah dapat ditempatkan dimana saja dan biaya operasional lebih murah. Kekurangan sistem pompa masih tergantung pada arus listrik.
References
Amir Husin. (2008). Pengolahan Limbah cair
Industri Tahu Dengan Biofiltrasi Anaerob
Dalam Reaktor Fixed – Bed. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Aprilly dan Fely Fitriana. (2014). Evektivitas
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu Teknologi Biogas di Area Industri Tahu Kalisari, Kabupaten Banyumas dalam Menurunkan Kadar BOD, COD, dan TSS. Semarang: Undergraduate Thesis Diponegoro University.
Betty Sri Laksmi Jenie dkk. (2007). Penanganan
Limbah Industri Pangan. Bogor: PAU Pangan dan Gizi IPB.
BPPT. (2002). Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Industri. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Cahyo Saparinto dan Diana hidayati. (2006). Bahan
Tambahan Pangan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Departemen Perindustrian dan Perdagangan, (1986).
Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 19/M/I/1986. Jakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
Dhahiyat, Y. (1990). Karakteristik Limbah Cair Tahu
dan pengolahannya Dengan Enceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart) Solms, dalam Amir Husin. 2008. Pengolahan Limbah cair Industri Tahu Dengan Biofiltrasi Anaerob Dalam Reaktor Fixed – Bed. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (1995). KBBI
Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka. Direktorat Jendral Cipta Karya. (2013). Pedoman
Teknis Pembangunan Infrastruktur Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat. Jakarta; Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Fibria Kaswinarni. (2007). Kajian Teknis Pengolahan
Limbah Padat dan Cair Industri Tahu. Smarang : Thesis Master Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
G. Alaerts dan Sri Sumestri Santika. (1983). Metode
Penelitian Air. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.
Hefni Effendi. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi
Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan
Perairan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI)
Lies Suprapti. (2005). Teknologi Tepat guna
Kembang Tahu dan Susu Kedelai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI).
Mika Septiawan dkk. (2014). Penurunan limbah Cair
Industri Tahu Menggunakan Tanaman Cattail Dengan Sistem Constructed Wetland. Semarang: Indonesian journal of Chemical Science Universitas Negeri Semarang.
Moh. Slamet. (1997).Pengaruh Penambahan Jerami
Terhadap Produksi Gas Bio Dari Bahan Kotoran Sapi Di desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal tahun 1997. Karya Tulis ilmiah. Purwokerto: Akademi Kesehatan Lingkungan Purwokerto.
M. Junus. (1995). Teknik Membuat Dan
Memanfaatkan Unit Gas Bio. Yogyakarta: universitas Gajah Mada Press.
Nuraida. (1985). Analisis kebutuhan Air pada
Industri Pengolahan Tahu dan kedelai, dalam Nurhasmawaty Pohan. 2008. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Dengan Proses Biofilter Aerobik. Medan: Thesis Master Program Pasca Sarjana USU.
Nurmary Siska Rosilawati Siallagan. (2010).
Pengaruh Waktu Tinggal dan Komposisi Bahan Baku Pada Proses Fermentasi limbah Cair Industri Tahu Terhadap Produksi Biogas. Medan: Thesis Master. Program Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2012). Peraturan
Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Limbah. Semarang.
S. Partoadmojo, (1991). Karakteristik Limbah cair
Pabrik Tahu dan Pengolahannya dengan Enceng Gondok (Eichormia crasipes (mart) solums), dalam Elly Yuniarti Sani, 2006. Pengolahan Air limbah Tahu Menggunakan Reaktor Anaerob Bersekat dan Aerob . Semarang : Thesis Master. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
Samina, dkk. (2013).Efek Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) Domestik di Kota Cirebon Terhadap Penurunan Pencemar Organik dan E-Coli. Semarang: Program Studi Ilmu
Industri Tahu Dengan Biofiltrasi Anaerob
Dalam Reaktor Fixed – Bed. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Aprilly dan Fely Fitriana. (2014). Evektivitas
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadu Teknologi Biogas di Area Industri Tahu Kalisari, Kabupaten Banyumas dalam Menurunkan Kadar BOD, COD, dan TSS. Semarang: Undergraduate Thesis Diponegoro University.
Betty Sri Laksmi Jenie dkk. (2007). Penanganan
Limbah Industri Pangan. Bogor: PAU Pangan dan Gizi IPB.
BPPT. (2002). Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Industri. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Cahyo Saparinto dan Diana hidayati. (2006). Bahan
Tambahan Pangan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Departemen Perindustrian dan Perdagangan, (1986).
Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 19/M/I/1986. Jakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
Dhahiyat, Y. (1990). Karakteristik Limbah Cair Tahu
dan pengolahannya Dengan Enceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart) Solms, dalam Amir Husin. 2008. Pengolahan Limbah cair Industri Tahu Dengan Biofiltrasi Anaerob Dalam Reaktor Fixed – Bed. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (1995). KBBI
Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka. Direktorat Jendral Cipta Karya. (2013). Pedoman
Teknis Pembangunan Infrastruktur Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat. Jakarta; Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Fibria Kaswinarni. (2007). Kajian Teknis Pengolahan
Limbah Padat dan Cair Industri Tahu. Smarang : Thesis Master Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
G. Alaerts dan Sri Sumestri Santika. (1983). Metode
Penelitian Air. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional.
Hefni Effendi. (2003). Telaah Kualitas Air Bagi
Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan
Perairan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI)
Lies Suprapti. (2005). Teknologi Tepat guna
Kembang Tahu dan Susu Kedelai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI).
Mika Septiawan dkk. (2014). Penurunan limbah Cair
Industri Tahu Menggunakan Tanaman Cattail Dengan Sistem Constructed Wetland. Semarang: Indonesian journal of Chemical Science Universitas Negeri Semarang.
Moh. Slamet. (1997).Pengaruh Penambahan Jerami
Terhadap Produksi Gas Bio Dari Bahan Kotoran Sapi Di desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal tahun 1997. Karya Tulis ilmiah. Purwokerto: Akademi Kesehatan Lingkungan Purwokerto.
M. Junus. (1995). Teknik Membuat Dan
Memanfaatkan Unit Gas Bio. Yogyakarta: universitas Gajah Mada Press.
Nuraida. (1985). Analisis kebutuhan Air pada
Industri Pengolahan Tahu dan kedelai, dalam Nurhasmawaty Pohan. 2008. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Dengan Proses Biofilter Aerobik. Medan: Thesis Master Program Pasca Sarjana USU.
Nurmary Siska Rosilawati Siallagan. (2010).
Pengaruh Waktu Tinggal dan Komposisi Bahan Baku Pada Proses Fermentasi limbah Cair Industri Tahu Terhadap Produksi Biogas. Medan: Thesis Master. Program Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2012). Peraturan
Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Limbah. Semarang.
S. Partoadmojo, (1991). Karakteristik Limbah cair
Pabrik Tahu dan Pengolahannya dengan Enceng Gondok (Eichormia crasipes (mart) solums), dalam Elly Yuniarti Sani, 2006. Pengolahan Air limbah Tahu Menggunakan Reaktor Anaerob Bersekat dan Aerob . Semarang : Thesis Master. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.
Samina, dkk. (2013).Efek Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) Domestik di Kota Cirebon Terhadap Penurunan Pencemar Organik dan E-Coli. Semarang: Program Studi Ilmu
Downloads
Published
2016-03-31
How to Cite
Kusumastuti, V., & Suparmin, S. (2016). STUDI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015. Buletin Keslingmas, 35(1), 36–42. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v35i1.3090
Issue
Section
Risearch Articles
















