Keamanan Pangan Berdasarkan Skor Keamanan Pangan (SKP) Kantin Kampus Poltekkes Semarang

Penulis

  • Wiwik Wijaningsih Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Dyah Nur Subandriani Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Fitriani Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Desi Wulandari Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/gemagizi.v1i1.14954

Kata Kunci:

keamanan pangan; edukasi; skor keamanan pangan

Abstrak

Latar Belakang: Keamanan pangan bertujuan menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu, bergizi, serta tidak bertentangan dengan nilai agama dan budaya. Hal ini penting untuk mencegah cemaran biologis, kimia, maupun benda lain yang dapat membahayakan kesehatan. Namun, masih banyak kantin kampus yang belum memenuhi standar higiene sanitasi, proses pengolahan, serta penggunaan bahan pangan yang aman. Pengetahuan, sikap, dan perilaku penjamah makanan sangat memengaruhi kualitas makanan dan risiko kontaminasi.

Tujuan: Memberikan gambaran kondisi keamanan pangan kantin kampus serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan.

Metode: Penilaian Skor Keamanan Pangan (SKP) dilakukan sebelum edukasi, dilanjutkan dengan pemberian edukasi, dan diakhiri dengan penilaian ulang setelah edukasi.

Hasil: Skor SKP sebelum edukasi memiliki rata-rata 56,6 (rentang 49–63), dengan 90% kategori rawan dan tidak aman dikonsumsi. Setelah edukasi, rata-rata skor meningkat menjadi 76,8 (rentang 70–78), dengan 100% kategori rawan tetapi aman dikonsumsi. Rata-rata peningkatan skor sebesar 20,2 poin.

Kesimpulan: Penerapan SKP di kantin Kampus I dan III Poltekkes Kemenkes Semarang belum optimal, namun edukasi terbukti meningkatkan skor keamanan pangan serta pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan.

Referensi

Peraturan Pemerintah RI. (2004). Agreement Establishing The World Trade Organization ( Lembaran. RI, U.-U. (2012). PANGAN (Issue Kolisch 1996).

Akabanda, F., Hlortsi, E. H., & Owusu-Kwarteng, J. (2017). Food safety knowledge, attitudes and practices of institutional food-handlers in Ghana. BMC Public Health, 17, 40.

Bou-Mitri, C., Mahmoud, D., El Gerges, N., & Jaoude, M. A. (2018). Food safety knowledge, attitudes and practices of food handlers. Food Control, 85, 190–196.

da Cunha, D. T., Stedefeldt, E., & de Rosso, V. V. (2014). The role of theoretical food safety training on food handlers. Food Control, 43, 167–174.

Juhaina, E. (2020). Keamanan makanan ditinjau dari aspek higiene dan sanitasi pada penjamah makanan. Scientific of Environmental Health and Diseases.

Palupi, I. R. (2022). Penyegaran pengetahuan keamanan pangan pada penjamah makanan. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat.

Sya’firah, S., & Andrias, D. R. (2015). Higiene penjamah makanan dan sanitasi kantin sekolah dasar. Media Gizi Indonesia, 10(2), 111–116.

Winarsih, T. A., Hariawan, M. H., & Putriana, D. (2023). Hubungan pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan dengan penerapan standar higiene sanitasi. HARENA: Jurnal Gizi.

Aspiani, M., & Rustiawan, A. (2019). Hubungan pengetahuan, sikap penjamah makanan dan fasilitas sanitasi terhadap keamanan pangan. Prosiding University Research Colloquium.

Sinaga, L. R. V., Munthe, S. A., & Manurung, J. (2025). Edukasi penerapan higiene dan sanitasi pada penjamah makanan. Jurnal Abdimas Mutiara.

Soon, J. M., Baines, R., & Seaman, P. (2012). Meta-analysis of food safety training. Food Control, 27(1), 9–16.

Webb, M., & Morancie, A. (2015). Food safety knowledge of foodservice workers. Food Protection Trends, 35(5), 321–331.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28

Terbitan

Bagian

Artikel