Pencegahan Stunting Melalui Pendampingan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Pada Ibu Balita di Kelurahan Pedalangan
DOI:
https://doi.org/10.31983/jgmpg.v1i1.14953Kata Kunci:
ibu balita, kader posyandu, pendampingan, PMBAAbstrak
Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu serta keterbatasan pendampingan berkelanjutan berkontribusi terhadap ketidaktepatan praktik Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA).
Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam praktik PMBA.
Metode: Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki balita usia 5–6 bulan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi praktik PMBA, pre-test, pendampingan PMBA berbasis kunjungan rumah selama dua minggu, monitoring dan evaluasi, serta post-test. Media edukasi yang digunakan berupa buku saku kader, lembar balik PMBA, dan booklet praktik PMBA.
Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan ibu balita setelah pendampingan. Rata-rata skor pengetahuan sebelum pendampingan sebesar 88,86 ± 13,89, meningkat menjadi 91,06 ± 7,73 setelah pendampingan, dengan selisih rata-rata sebesar 2,20 ± 10,17
Kesimpulan: Pendampingan berbasis kunjungan rumah selama dua minggu meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang praktik PMBA
Referensi
Arumsari, R. W., Priyantini, S., & Wahyuningsih, H. (2023). Pengaruh Edukasi MPASI Metode Modfikasi terhadap Pertumbuhan Bayi 6-7 Bulan : Studi Eksperimental di Posyand Wilayah Karangtengah, Kabupaten Demak. Amerta Nutrition, 589–595.
Depkes RI. (2006). Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal Tahun 2006. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.
Dinkes Kota Semarang. (2020). Hasil Laporan Operasi Timbang Balita.
Ertiana, D., & Zain, S. B. (2023). Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Berhubungan dengan Status Gizi Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan, 14.
Fadhillah, H., Selviana, & Suwarni, L. (2025). Efektivitas Media Video dalam Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita terhadap Pembuatan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal Desa Segedong. Jurnal Menara Medika, 7, 448–458. https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menaramedika/indexp
Intiyati, A., Edi, I. S., Soesanti, I., Christianingsih, J., Suprihatin, K., & Widarti, L. (2024). Meningkatkan Pengetahuan dan Praktik Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI melalui Metode Demonstrasi Emosional. Amerta Nutrition, 8(2SP), 49–57.
Kemenkes RI. (2022). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Prihutama, N., Rahmadi, F., & Hardaningsih, G. (2018). Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini sebagai Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 2-3 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 7(2), 1419–1430.
Syahroni, M. H. A., Astuti, N., Indrawat, V., & Ismawati, R. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan Anak Usia Prasekolah (4-6 Tahun) Ditinjau dari Capaian Gizi Seimbang. Jurnal Tata Boga, 10(1), 12–22. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/
UNICEF Indonesia. (2025). Selain stunting, wasting juga merupakan salah satu bentuk masalah gizi anak yang perlu diwaspadai.WHO. (2017). The World Bank Joint Child Malnutrition Estimates. World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell. https://www.Who.Int/News/Item/19112015-Stunting-in-a-Nutshell.
Yulita, Amelia, R., Nababan, A. S. V., & Lestari, W. (2022). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini pada usia 6-12 bulan di Puskesmas Aceh Tamiang. Jurnal Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan NTT.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ria Ambarwati, Sri Noor Mintarsih, Susi Tursilowati, Estuasih Dyah Pertiwi, Bahriyatul Ma’rifah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This is an Open Access article distributed under the terms of the CC BY-SA 4.0 License





