Pemberdayaan Mahasiswa Gizi dalam Produksi Kudapan Tepung Tempe Tinggi Zat Besi untuk Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.31983/gemagizi.v1i1.14952Kata Kunci:
tepung tempe, anemia, kewirausahaan, ibu hamil, pemberdayaanAbstrak
Latar Belakang: Anemia dan kurang energi kronik masih menjadi masalah gizi utama pada ibu hamil di Indonesia. Salah satu upaya penanggulangannya adalah melalui pengembangan pangan lokal tinggi zat besi yang mudah diterima dan terjangkau.
Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa gizi dalam pengembangan dan produksi kudapan berbasis tepung tempe sebagai pangan tambahan tinggi zat besi sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan.
Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kota Semarang dengan melibatkan 15 mahasiswa dan alumni melalui pelatihan partisipatif, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–post test pengetahuan serta observasi keterampilan.
Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan nilai post-test mencapai 90%. Peserta mampu menghasilkan berbagai produk kudapan dan menunjukkan peningkatan motivasi berwirausaha. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis pemberdayaan mampu meningkatkan literasi gizi sekaligus kompetensi kewirausahaan mahasiswa.
Kesimpulan: Pengembangan kudapan berbasis tempe memiliki potensi sebagai intervensi gizi berkelanjutan dan peluang usaha mahasiswa.
Referensi
Astuti, M., et al. (2021). Karakteristik dan nilai gizi tempe sebagai pangan lokal fungsional. Jurnal Gizi Indonesia, 9(2), 85–92.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta.
Rahmawati, D., & Sari, N. (2022). Pendidikan kewirausahaan pada mahasiswa kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(1), 45–52.
Nurhidayati, L., et al. (2022). Efektivitas pelatihan praktik terhadap peningkatan keterampilan pengolahan pangan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(3), 201–209.
Pramesti, R., et al. (2021). Pengaruh konsumsi tempe terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(4), 210–217.
Utami, R., & Wibowo, A. (2020). Integrasi kewirausahaan dalam pendidikan kesehatan. Jurnal Pendidikan Vokasi, 10(2), 120–128.
Sari, M., et al. (2023). Diversifikasi pangan lokal berbasis kedelai untuk pencegahan anemia. Jurnal Pangan dan Gizi, 18(1), 33–41.
Lestari, D., et al. (2021). Pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan faktor risikonya. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), 99–107.
Kurniasih, E., et al. (2022). Pemanfaatan pangan lokal dalam intervensi gizi masyarakat. Media Gizi Indonesia, 17(1), 55–63.
Hidayat, T., et al. (2020). Pelatihan kewirausahaan berbasis pangan lokal pada mahasiswa. Jurnal Abdimas, 24(2), 145–152.
Pratiwi, N., et al. (2021). Pengembangan produk pangan fungsional berbasis tempe. Jurnal Teknologi Pangan, 15(3), 180–188.
Wulandari, S., et al. (2023). Efektivitas edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan anemia. Jurnal Gizi dan Dietetik, 11(1), 1–8.
Puspitasari, R., et al. (2022). Pemberdayaan mahasiswa melalui program kewirausahaan. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian, 5(2), 77–85.
Santoso, B., et al. (2020). Potensi tepung tempe sebagai bahan baku produk bakery. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 13(2), 101–109.
Yuliana, R., et al. (2024). Intervensi berbasis pangan lokal dalam pencegahan anemia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 19(1), 25–33
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yuniarti, Arintina Rahayuni, Enik Sulistyowati, Fitriani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This is an Open Access article distributed under the terms of the CC BY-SA 4.0 License





