Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan bagi Kader dan Ibu Balita Stunting di Desa Ketindan Kecamatan Lawang

Penulis

  • Juin Hadisuyitno Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang
  • Farhana Kamila Hidayat Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang
  • Aldifah Aldiyandari Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang
  • Anis Naurah Orinta Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang
  • Naila Azka Faradina Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.31983/gemagizi.v1i1.14882

Kata Kunci:

stunting, makanan tambahan, pangan lokal, penyuluhan gizi

Abstrak

Latar Belakang: Stunting masih menjadi permasalahan gizi pada balita yang berkaitan dengan rendahnya kualitas dan kuantitas makanan pendamping ASI. Hasil analisis situasi di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, menunjukkan tingginya prevalensi balita stunting serta rendahnya asupan energi dan zat gizi makro.

Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan ibu balita stunting serta keterampilan mengolah makanan tambahan berbasis pangan lokal.

Metode: yang digunakan meliputi penyuluhan gizi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan kudapan NUTAKORA (Nugget Tahu Kelor Ayam) dengan pendekatan teknologi tepat guna. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta uji hedonik produk.

Hasil: kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 80 menjadi 86,7. Uji tingkat penerimaan produk menunjukkan seluruh aspek organoleptik berada pada kategori “suka”.

Kesimpulan: bahwa pelatihan pembuatan makanan tambahan berbasis pangan lokal efektif meningkatkan pengetahuan gizi serta diterima dengan baik oleh peserta, sehingga berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.

Referensi

Alderman, H., & Headey, D. (2018). The timing of growth faltering has important implications for observational analyses of the underlying determinants of nutrition outcomes. Plos One, 1-16.

Appoh, & Krekling. (2005). Maternal nutritional knowledge and child nutritional status in the Volta region of Ghana. Maternal Children Nutrition, 100-110.

Arimond, & Ruel. (2004). Dietary diversity is associated with child nutritional status: evidence from 11 demographic and health surveys. J Nutr, 2579-2585.

Begin, & Aguayo. (2017). First foods: Why improving young children's diets matter. Matern Child Nutr, 1-9.

Birch, & Doub. (2014). Learning to Eat: Birth to Age Years. Am J Clin Nutr, 723S-7283.

Black.dkk. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 427-451.

CK, L., L, G.-S., & L., R. (2021). Complementary Feeding of Infants and Young Children 6 to 23 Months of Age. Nutr Rev, 825-8246.

Dewey, & Afarwuah. (2008). Systematic review of the efficacy and effectiveness of complementary feeding interventions in developing countries. Maternal Child Nutrition, 25-85.

Dewey, & Afarwuah. (2008). Systematic review of the efficacy and effectiveness of complementary feeding interventions in developing countries. Maternal Child Nutrition, 24-85.

Irwan, & Risnah. (2021). Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Stunting. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service), 126–133.

Johari, A., Agrina, & Putri., S. A. (2023). Pengaruh Edukasi Kesehatan Dengan Media LeafletTerhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Gizi Balita Di Wilayah Pesisir Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Jompa, 111-121.

Kracevec.dkk. (2016). Diet quality and risk of stunting among infants and young children in low‐ and middle‐income countries. Maternal & Child Nutrition, 1-11.

Lutter, Grummer-Strawn, & Rogers. (2021). Complementary Feeding of Infants and Young Chllidren 6 to 23 Months of Age. Nutr Rev, 825-846.

Pavithra.dkk. (2019). Effectiveness of a Community based Intervenstion on Nutrition Education of Mothers Malnourished Children in a Rural Coastal Area of South India. Indian Journal of Public Health, 4-9.

Rachmah.etal. (2020). Pendidikan Gizi Gemar Makan IkanSebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Stunting Di Desa Gempolmanis Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur. Amerta Nutrition, 111.

Relvas, Buccini, & Venancio. (2019). Ultra-processed food consumption among infants in primary health care in a city of the metropolitan region of Sao Paulo, Brazil. J Pediatr (Rio J), 584-592.

Stewart.dkk. (2013). Contextualising complementary feeding in a broader framework for stunting prevention. Maternal Child Nutritional, 27-45.

Unicef. (2016). From the First Hour of Life: Making the case for improved infant and young child feeding everywhere. New York: UNICEF.

Victoria.dkk. (2010). Worldwide timing of growth faltering: revisiting implications for interventions. Pediatrics, e473-80.

WHO. (2014). Global Nutrition Target 2025: stunting policy brief. Geneva: WHO.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28

Terbitan

Bagian

Artikel