Vol 3 No 1 (2021): Mei 2021
Artikel Hasil Penelitian

Kadar Timbal pada Rambut Supir Truk

Teguh Budiharjo
Poltekkes Kemenkes Semarang

Diterbitkan 2021-05-16

Kata Kunci

  • Kadar Timbal,
  • Rambut,
  • Supir Truk

Cara Mengutip

Zidan, Z. A., & Budiharjo, T. (2021). Kadar Timbal pada Rambut Supir Truk. Jaringan Laboratorium Medis, 3(1), 30–37. https://doi.org/10.31983/jlm.v3i1.7919

Abstrak

Timbal merupakan logam berat yang bisa menyebabkan keracunan serta dapat terakumulasi dalam tubuh manusia. Supir truk menghabiskan banyak waktu dijalandikarenakan pergerakan truk yang lambat dikarenakan membawa beban yang beratmenyebabkan terpapar timbal di jalan raya. Timbal masuk melalui pernapasan dandiekskresikan ke rambut. Supir truk banyak menghabiskan waktu di dalam perjalanan terutamatruk yang memiliki roda lebih dari 4 karena beban yang dibawa berat sehingga memakan waktu di perjalanan dan dapat terpapar timbal. Hal ini juga memungkinkan untuk mudah mengumpulkan sampel rambut bagipeneliti.. Semakin lama bekerja berarti kadar timbal dalam tubuh semakin banyak. Setelah melakukan survey banyak supir truk yang membuka kaca jendela. Hal ini terjadi mungkin di beberapa truk Air Cooler (AC) sudah tidak berfungsi dikarenakan mungkin beberapa truk tersebut sudah terlalu lama usianya. Hal ini memungkinkan supir truk terpapar timbal dari udara.Selain itu APD (Alat Pelindung Diri) juga penting seperti masker untuk mengurangi terpapar timbal dari jalur pernapasan.

Referensi

  1. Achmadi, U. F. (2009). Manajemen penyakit berbasis wilayah. Kesmas: National Public Health Journal, 3 (4), 147-153.
  2. Adi SH. (2001). Pengaruh lama kerja terhadap kontaminasi timbal di kalangan pekerja pengelola uang di Yogyakarta. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fak. Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
  3. Anggarwati, F. (2007). Penentuan kadar Pb (timbal) dalam rambut pekerja SPBU di Kabupaten Karanganyar berdasarkan lokasi dan masa kerjanya secara spektrofotometri serapan atom (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Diakses dari http://eprints.ums.ac.id/15207/2/bab_1.pdf
  4. Anggraini H, Maharani ET. (2012). Paparan Timbal (Pb) pada Rambut Sopir Angkot Rute Johar-Kedungmundu. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2012;11(1):47–50.
  5. Ayu, Diah, dkk. (2016). Hubungan Masa Kerja Dengan Kadar Timbal (Pb) dalam Darah pada Bagian Pengecatan, Industri Karoseri Semarang. (ISSN: 2356-3346)
  6. Boybul, Haryati I. (2009). Analisis Unsur Pengotor Fe, Cr, dan Ni dalam Larutan Uranil Nitrat Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. SDM Teknologi Nuklir. (ISSN 1987-0176) :565–70
  7. Darmono. (2001). Lingkunganhidup dan pencemaranhubungannya dengan toksikologi senyawalogam. Toksisitas logam pada manusia dan usaha pencegahannya. Jakarta: Universitas Indonesia.
  8. Handayani, C., dan Zulhidayati, R. (2017). Validasi metode analisa kadar timbal(Pb) dalamrambut karyawan SPBU di Indarung. Chempublish Journal, 2 (1), 54-61.
  9. Hidayati, E. N. (2013). Perbandingan Metode Destruksi pada Analisis Timbal pada Rambut dengan AAS (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang). Diakses dari https://lib.unnes.ac.id/18723/1/4311409063.pdf
  10. Ikhtiar, M. (2017). Pengantar kesehatan lingkungan. Makassar: CV. Social politicgenius (SIGn).
  11. Kurniawati, A.,dkk (2013). Pengendalian Kualitas Udara di Kota Semarang. Universitas Diponegoro : Semarang. Vol. 1. No. 2. https://media.neliti.com/media/publications/18912-ID-pengendalian- kualitas-udara-di-kota-semarang.pdf
  12. Lia, E. (2019). Analisa Kadar Timbal Pada Rambut Operator SPBU X di Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2019 (Skripsi). Fakultas Kehutanan. Universitas Sumatera Utara, Medan.
  13. Marianti, A., dan Prasetya, A. T. (2013). Rambut sebagai indicator pencemaran timbal pada penduduk di Kecamatan Semarang Utara. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 5 (1), 10- 15.
  14. Melinda, A.,dkk. (2019). Analisa Kadar Timbal Rambut Operator SPBU 73.941.03 Kartini Kota Palu. Bagian Epidemiologi. Fakultas Kesehatan. Universitas Muhamaddiyah Palu. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/jom/article/viewFile/8 26/652
  15. Muji dan Firman. (2018). Toksikolgoi Klinik. Kemenkes : Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp- content/uploads/2018/09/Toksikologi-Klinik_SC.pdf
  16. Rahmawati. E., dkk. (2015). Analisis Konsentrasi Tembaga Pada Permen Menggunakan Metode Atomic Absorpstion Spechtrophotometry (AAS). FakultasSains dan Teknologi. Jurusan Kimia. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim : Malang. Vol. 4 No. 1. http://ejournal.uinmalang.ac.id/index.php/Kimia/article/download
  17. /3142/49 99
  18. Sartono. (2001). Racun & keracunan. Jakarta: Widya Medika.Sembel, D. T. 2015. Toksikologi Lingkungan. Yogyakarta: Andi.
  19. Statistik, B. P. (2018). Statistik transportasi darat 2017. Indonesia: Badan Pusat Statistik. Anonim.
  20. Sukar, S., dan Suharjo, S. (2015). Bio Indikator Cemaran Timbal pada Rambut Masyarakat sekitarkilang minyak. Kesmas: National Public Health Journal,9 (3), 229-234.