Vol 3 No 1 (2021): Mei 2021
Artikel Hasil Penelitian

Gambaran Uji Saring HIV Metode Chemiluminescence Immunoassay (ChLIA) pada Darah Pendonor

Tsuraya Nabilah Al Hasna'
Jurusan Teknologi Bank Darah Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Fransica Romana Sri Supadmi
Jurusan Teknologi Bank Darah Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Diterbitkan 2021-11-10

Kata Kunci

  • Uji Saring HIV,
  • ChLIA,
  • Hasil Uji Saring HIV,
  • Karakteristik

Cara Mengutip

Al Hasna’, T. N., & Sri Supadmi, F. R. (2021). Gambaran Uji Saring HIV Metode Chemiluminescence Immunoassay (ChLIA) pada Darah Pendonor. Jaringan Laboratorium Medis, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.31983/jlm.v3i1.7910

Abstrak

HIV adalah salah satu infeksi yang menular melalui transfusi darah. Uji saring HIV dengan metode chemiluminescence immunoassay dilakukan untuk memastikan bahwa produk darah yang dikeluarkan aman dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran darah reaktif HIV yang diperiksa dengan metode ChLIA berdasar karakteristik: Jenis Kelamin, Usia, Golongan Darah, Tempat Donasi, Titer HIV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan  pendekatan waktu retrospektif. Terdapat 11 (0,8%) kantong reaktif dan 1.289 (99,2%) kantong non reaktif terhadap HIV, kantong darah reaktif HIV berdasarkan jenis kelamin diketahui 8 (72,7%) kantong dari pendonor laki-laki dan 3 (27,3%) kantong dari pendonor perempuan. Berdasarkan usia mayoritas berasal dari pendonor dengan usia 41-70 tahun berjumlah 4 (36,4%) pendonor, dan jumlah paling sedikit pada pendonor dengan usia < (kurang dari) 19 tahun sebanyak 1 (9,1%) pendonor. Berdasar  golongan darah mayoritas B rhesus positif sebanyak 4 (36,4%) pendonor. Berdasar titer HIV mayoritas titer rendah, 1,0-2,0 sebanyak 7 (63,6%) pendonor. Berdasar tempat donasi mayoritas berasal dari mobile unit (MU) sebanyak 8 (72,7%) pendonor dari total 11 pendonor. Kesimpulan penelitian ini adalah jenis kelamin pendonor, usia pendonor, dan tempat donasi mempengaruhi hasil reaktif pada uji saring HIV.

Referensi

  1. Almirah, G., Mumpuni, N., & Supadmi, F. R. S. (2020). Distribution of Blood Components Thrombocyte Concentrate (TC). Jaringan Laboratorium Medis, 02(02), 75–81.
  2. HIV.gov. 2020. What Are HIV and AIDS? (cited 24 Maret 2020) https://www.hiv.gov/hiv-basics/overview/about-hiv-and-aids/what-are-hiv-and- aids (cited 15 January 2020)
  3. Victoryplusaids. 2019. Jumlah Kasus HIV AIDS DIY Tahun 1993 s.d. Triwulan III Tahun 2019. [cited 15 January 2020] http://www.victoryplusaids.org/
  4. Sands, A. 2015. Annex 7. Diagnostics for HIV diagnosis. World Health Organization.
  5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Darah, Pub. L. No. 91. 2015.
  6. Khoodijah, N. M., & Qomariyah, N. (2019). Perbedaan Derajat Aglutinasi Pemeriksaan Golongan Darah Metode Cell Grouping Berdasarkan Tingkat Konsentrasi Suspensi Sel. Jaringan Laboratorium Medis, 1(1), 27–33. https://doi.org/10.31983/jlm.v1i1.5181.
  7. Muniarsih, Y. (2020). Profil Hepatitis B pada Pendonor Remaja Hepatitis. Jaringan Laboratorium Medis, 02(01), 27–31.
  8. Ruwiyanti, E. (2020). Profil Hasil Pemeriksaan Crossmatching Incompatible pada Pasien dengan Metode Gel Test. Jaringan Laboratorium Medis, 02(01), 42–45
  9. Triatmojo, B. (2020). Gambaran Hasil Pemeriksaan HIV pada Darah Donor. Jaringan Laboratorium Medis, 02(01), 46–50.
  10. Wibowo, A., & Priyatno, D. (2019). Gambaran Kepatuhan Pemeriksaan PPIA (Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Ke Anak) Ibu Hamil dengan Risiko HIV (Human Immunodeficiency Virus). Jaringan Laboratorium Medis, 1(1), 38–41. https://doi.org/10.31983/jlm.v1i1.5164.