Vol 1 No 2 (2019): November 2019
Artikel Hasil Penelitian

Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah pada Anggota PROLANIS di Puskesmas Somagede Kabupaten Banyumas

Khafifah Leni Ashary
Jurusan Teknologi Medik Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Diterbitkan 2019-11-27

Kata Kunci

  • kadar glukosa darah,
  • tekanan darah,
  • lansia

Cara Mengutip

Ashary, K. L. (2019). Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah pada Anggota PROLANIS di Puskesmas Somagede Kabupaten Banyumas. Jaringan Laboratorium Medis, 1(2), 91–97. https://doi.org/10.31983/jlm.v1i2.6641

Abstrak

Masalah kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain gaya hidup, pola makan, faktor lingkungan kerja, olahraga dan stres. Perubahan pada gaya hidup dapat menyebabkan terjadinya peningkatan prevalensi penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, Diabetes mellitus (DM), obesitas dan tekanan darah tinggi. Faktor risiko yang akan terjadi karena peningkatan usia antara lain gangguan sirkulasi darah seperti hipertensi, kelainan pembuluh darah, DM, serta gangguan pada persendian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan tekanan darah pada anggota prolanis. Jenis dan rancangan penelitian ini menggunakan desain Observasional Analitical dan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 71 orang dengan sampel sebanyak 35 responden. Data dalam penelitian ini berupa data sekunder yang didapatkan dari data kadar glukosa darah dan tekanan darah anggota Prolanis Puskesmas Somagede. Dari hasil uji statistik diketahui bahwa 8 orang (23%) memiliki kadar glukosa darah tinggi, 3 orang (9%) memiliki kadar glukosa darah normal, dan 24 orang (68%) dengan kadar glukosa darah yang rendah. Dari sejumlah responden tersebut, diketahui 11 orang (31%) memiliki tekanan darah tinggi, 24 orang (63%) memiliki tekanan darah normal, dan 2 orang (6%) memiliki tekanan darah rendah. Analisis dengan uji Pearson menunjukkan nilai p = 0,728 yang berarti bahwa H0 diterima sehingga tidak ada hubungan antara kadar glukosa dengan tekanan darah pada anggota Prolanis Puskesmas Somagede Kabupaten Banyumas.Tidak adanya hubungan antara tekanan darah dengan kadar glukosa kemungkinan disebabkan karena responden dapat mengendalikan kadar glukosa dengan baik, sehingga tidak terjadi komplikasi yang dapat meningkatkan nilai tekanan darah.

Referensi

  1. Ayuningtyas., A.D. 2012. Kekuatan efisiensi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk pada sasaran program KB di Provinsi Jawa Timur tahun 2010. Skripsi. Jawa Timur: Universitas Airlangga
  2. Bintanah, S. dan Handarsari, E. 2012. Asupan serat dengan kadar glukosa darah, kadar kolesterol total dan status gizi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Roemani Semarang. Seminar Hasil-Hasil Penelitian-LPPM UNIMUS [online], {Diakses tanggal 28 September 2020}
  3. Avaible from: (https://jurnal.unimus.ac.id)
  4. Gabrela, D., Subiyono dan Atik, M. 2016. Gambaran kadar glukosa darah metode GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) sampel serum dan plasma EDTA (Ethylen Diamin Terta Acetat). Teknologi Laboratorium Journal 5(1): 45-48
  5. Fitriani, N., dan Neffrety, N. 2017. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah pada pekerja shift dan pekerja non-shift di PT. X. Gresik. Industrial Hygiene and Occupational Health Journal 2(1): 57-75
  6. Hartini dan Kariadi S. 2009. Diabetes?Siapa takut!. Edisi 1. Bandung: Qanita
  7. Huda.,S.A. 2016. Hubungan antara kadar glukosa darah dengan tekanan darah manusia di RW 03 Kelurahan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Bioedukasi jurnal Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro 7 (2): 144-152
  8. Haryati, E dan.Jelantik, I.M.G. 2014. Hubungan faktor risiko umur, jenis kelamin, kegemukan dan hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mataram, Media Bina Ilmiah 8(1): 39-44
  9. IDF. 2013. IDF Diabetes atlas sixth edition. [Online]
  10. Available at: http://www.idf.org/sites/default/files/EN_6E_Atlas_Full_0.pdf
  11. [Diakses 21 Oktober 2020].
  12. Irawan, D. 2010. Prevalensi dan faktor resiko kejadian diabetes mellitus tipe 2 di daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007). Thesis Universitas Indonesia
  13. Ichsantiarini, A.P. 2013. Hubungan diabetes mellitus tipe 2 dengan kendali tekanan darah pada pasien hipertensi Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusumo. Skripsi. Universitas Indonesia
  14. Karamoy, A.,B. dan Made, D. 2019. Kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang berolahraga, tidak rutin di lapangan Renon, Denpasar 2015. E-Jurnal Medika 8(4)
  15. Kemenkes. 2014. Situasi dan analisis diabetes. Pusat data informasi Kementerian Kesehatan Republik RI : Jakarta
  16. Nuraisyah.,F., 2017. Faktor risiko diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan 13 (2): 120-127
  17. Masharani, U., German, M.S. 2007. Greenspan’s basic and clinical endocrinology. McGraw-hill Companies. USA
  18. Pranata, D., 2016. Hubungan kadar glukosa darah dengan tekanan darah pada lansia di Kelurahan Tandang, Universitas Muhammadiyah Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang
  19. Raphaeli, H.K., 2017. Hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan tekanan darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang harus didiagnosis di Poliklinik Penyakit Dalam RSU Siti Hajar Medan tahun 2015-2017. Skripsi. Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara
  20. Restada, E, J., 2016. Hubungan lama menderita dan komplikasi diabetes mellitus dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Gatak Sukoharjo. Publikasi Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
  21. Sherwood, L. lee. 2011. Fisiologi Manusia. Cetakan 1 penyut. Jakarta: EGC
  22. Towsend, R,R. 2010. Tekanan darah tinggi. Jakarta: Indeks
  23. Wulandari, N, A., Ayla, E, W. dan Erni, S. 2018. Hubungan kadar glukosa darah dengan tekanan darah pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Ners dan Kebidanan 5(2): 163-171