Vol 8 No 2 (2026): November 2026
Artikel Hasil Penelitian

Karakteristik Antibodi Ireguler pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Laboratorium Rujukan UDD PMI Kota Semarang

Iin Desmiany Duri
Poltekkes Kemenkes Semarang
Hilari Rio Rosa Nastiti
Poltekkes Kemenkes Semarang
S.Y Didik Widiyanto
Poltekkes Kemenkes Semarang
Putri Wulandari
Poltekkes Kemenkes Semarang
Mutia Syafira
Politeknik Bina Trada Semarang
Rina Puspita
Politeknik Bina Trada Semarang

Diterbitkan 2026-10-01

Kata Kunci

  • Ginjal ginjal kronik,
  • Hemodialisis,
  • Skrining Antibodi,
  • Transfusi Darah

Cara Mengutip

Iin Desmiany Duri, Nastiti, H. R. R., S.Y Didik Widiyanto, Putri Wulandari, Mutia Syafira, & Rina Puspita. (2026). Karakteristik Antibodi Ireguler pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Laboratorium Rujukan UDD PMI Kota Semarang. Jaringan Laboratorium Medis, 8(2), 162–169. https://doi.org/10.31983/jlm.v8i2.15541

Abstrak

Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang rutin menjalani hemodialisis rentan mengalami anemia berat, sehingga sering kali membutuhkan transfusi darah berulang dalam jangka panjang. Terapi ini memicu masuknya antigen asing non-ABO ke dalam tubuh pasien hingga memicu proses aloimunisasi, yaitu pembentukan antibodi ireguler yang dapat merugikan saat transfusi dan menyulitkan proses uji silang serasi (crossmatch) di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi, serta jenis spesifisitas antibodi ireguler pada pasien GGK di Laboratorium Rujukan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang. Riset deskriptif kuantitatif ini mengevaluasi data sekunder rekam laboratorium dari 55 pasien GGK selama periode Juli 2020 hingga September 2025. Data imunohematologi yang dikumpulkan meliputi pemeriksaan golongan darah ABO-Rh, skrining antibodi melalui Indirect Antiglobulin Test (IAT), Direct Antiglobulin Test (DAT), serta identifikasi jenis antibodi menggunakan panel 10 sel eritrosit. Hasil menunjukkan sebagian besar subjek penelitian berada pada kelompok usia 40–60 tahun (50,9%) dengan tipe golongan darah O sebagai kelompok terbanyak (36,4%). Dari total sampel, ditemukan sebanyak 30,9% pasien (17 orang) memiliki hasil skrining antibodi ireguler yang positif. Pemeriksaan lanjutan berhasil mendeteksi keberadaan antibodi spesifik berupa Anti-M (Sistem MNS) pada 2 kasus (11,8%) dan Anti-e (Sistem Rh) pada 2 kasus (11,8%). Sebagian besar kasus positif (13 orang atau 76,4%) menunjukkan hasil Non-Spesifik. Sebagian besar hasil Non-Spesifik diduga berkaitan dengan kemungkinan keberadaan autoantibodi, terutama pada pasien dengan hasil Direct Antiglobulin Test (DAT) positif. Risiko terbentuknya antibodi ireguler pada pasien GGK tergolong cukup tinggi. Kondisi ini menciptakan efek penutupan (masking effect) yang menyembunyikan alloantibodi lain dan memicu ketidakcocokan massal saat uji crossmatch. Oleh karena itu, laboratorium rujukan disarankan menerapkan teknik adsorpsi secara berkala demi menjamin keamanan darah transfusi.

 

Referensi

  1. Amalia, A., Hafy, Z., & Liana, P. (2021). Perbandingan Proporsi Antibodi Ireguler pada Pasien Multitransfusi dan Pasien Non Multitransfusi di UTD RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Jurnal Surya Medika, 7(1), 9–14. https://doi.org/10.33084/jsm.v7i1.2630
  2. Bahrainwala, J., & Berns, J. S. (2016). Diagnosis of Iron-Deficiency Anemia in Chronic Kidney Disease. Seminars in Nephrology, 36(2), 94–98. https://doi.org/10.1016/j.semnephrol.2016.02.002
  3. Bowry, S. K., Kircelli, F., Himmele, R., & Nigwekar, S. U. (2021). Blood-incompatibility in haemodialysis : alleviating inflammation and effects of coagulation. Clinical Kidney Journal, 14, 59–71. https://doi.org/10.1093/ckj/sfab185
  4. Caruccio, L. (2019). Modern Blood Banking & Transfusion Practices 7th Edition.
  5. Cohen, G. (2020). Immune Dysfunction in Uremia 2020. Toxins, 12(439), 1–28.
  6. Cohn, C. S., Delaney, M., Johnson, S. T., & Katz, L. M. (2023). Technical Manual. 21st ed. Bethesda (MD): Association for the Advancement of Blood & Biotherapies (AABB).
  7. Das, S. S., Mukherjee, S., & Chowdhury, S. (2023). Immunohematological evaluation of red cell alloimmunization and statistical assessment of various adsorption techniques in warm autoimmune hemolytic anemia. Transfusion and Apheresis Science, 62(5).
  8. Datta, S. S. (2022). Red cell alloimmunization in chronic kidney disease. Asian J Transfus Sci, 18(2), 371–372. https://doi.org/https://doi.org/10.4103/ajts.ajts_121_22
  9. Fauzan, M. I., & Suraduhita, A. (2025). Gambaran antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan identifikasi antibodi ireguler di UDD PMI DKI Jakarta tahun 2017–2022. Jurnal Teknologi Bank Darah, 4(2), 1–6.
  10. Golia, S., Tiwari, A. K., Aggarwal, G., Khetrapal, A., Tyagi, S. K., & Chetna Jain2[ , Shubham Gupta, S. P. (2024). Prevalence of unexpected red blood cell antibodies in pregnant women and follow‑up of pregnancy outcome in pregnant women treated with intra‑uterine transfusion. Asian Journal of Transfusion Science |, 18, 45–50. https://doi.org/10.4103/ajts.AJTS
  11. Gupta, G. K., Balbuena-Merle, R., Hendrickson, J. E., & Tormey, C. A. (2020). Immunohematologic aspects of alloimmunization and alloantibody detection: A focus on pregnancy and hemolytic disease of the fetus and newborn. Transfus Apher Sci, 59(5). https://doi.org/doi: 10.1016/j.transci.2020.102946.
  12. KDIGO. (2024). Clinical Practice Guideline for Anemia in Chronic Kidney Disease.
  13. Kemenkes RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/
  14. Kulkarni, S., Choudhary, B., Gogri, H., Sharma, J., & Madkaikar, M. (2020). Red cell antigen phenotypes in blood donors & thalassaemia patients for creation of red cell antigen-matched inventory. September, 273–279. https://doi.org/10.4103/ijmr.IJMR
  15. Loho, I. K. A., Rambert, G. I., Wowor, M. F., Skripsi, K., Kedokteran, F., Sam, U., Manado, R., Patologi, B., Fakultas, K., Universitas, K., & Ratulangi, S. (2016). Gambaran kadar ureum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialisis. 4.
  16. Mark, P. B., Stafford, L. K., Grams, M. E., Aalruz, H., ElHafeez, S. A., & Abdelgalil, A. A. (2025). Global , regional , and national burden of chronic kidney disease in adults , 1990 – 2023 , and its attributable risk factors : a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2023. The Lancet Global Health, 406(10518), 2461–2482. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(25)01853-7
  17. Matsuda, Y., Hiramitsu, T., Li, X., & Watanabe, T. (2021). Characteristics of Immunoglobulin M Type Antibodies of Different Origins from the Immunologic and Clinical Viewpoints and Their Application in Controlling Antibody-Mediated Allograft Rejection.
  18. National Kidney Foundation. (2022). What is Kidney Disease? (Updated 5/24/2022). National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/about/kidney-disease-fact-sheet
  19. Yavari, M., Hassani, S., Khosravi, M., Golestani, M., & Saeidi, N. (2026). Antibody screening for red blood cell alloimmunization in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis in Arak, Iran. Laboratory Medicine, 57(3). https://doi.org/https://doi.org/10.1093/labmed/lmaf066
  20. Yusoff, S. M., Bahar, R., Hassan, M. N., Mohd, N. H., Ramli, M., & Shafii, N. F. (2020). Prevalence of Red Blood Cell Alloimmunization among Transfused Chronic Kidney Disease Patients in Hospital Universiti Sains Malaysia. 35(5). https://doi.org/10.5001/omj.2020.95