Vol 8 No 2 (2026): November 2026
Artikel Hasil Penelitian

Potensi Daun Kopi (Coffea canaphora) Pengaron Asal Kalimantan Selatan sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa

Nurbidayah
Universitas Borneo Lestari
Nadya Al Mayda
Universitas Borneo Lestari
Nafila
Universitas Borneo Lestari
Rizka Ayu Wahyuni
Universitas Borneo Lestari

Diterbitkan 2026-10-01

Kata Kunci

  • Coffea canephora,
  • antibakteri,
  • Staphylococcus epidermidis,
  • Pseudomonas aeruginosa

Cara Mengutip

Nurbidayah, Al Mayda, N., Nafila, & Ayu Wahyuni, R. (2026). Potensi Daun Kopi (Coffea canaphora) Pengaron Asal Kalimantan Selatan sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Jaringan Laboratorium Medis, 8(2), 101–109. https://doi.org/10.31983/jlm.v8i2.14779

Abstrak

Infeksi merupakan kondisi masuk dan berkembangnya mikroorganisme dalam tubuh yang dapat mengganggu fungsi tubuh maupun menimbulkan penyakit. Salah satu penyebab infeksi adalah bakteri patogen yaitu salah satunya Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermidis yang merupakan flora normal yang dapat bersifat oportunistik. Resistensi antibiotik yang semakin meningkat mendorong penelitian terhadap sumber antibakteri alami, salah satunya daun kopi robusta (Coffea canephora) yang diketahui mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun kopi robusta varietas Pengaron terhadap P. aeruginosa dan S. epidermidis. Metode penelitian yang dirancangan menggunakan post-test only control group design. Perlakuan dengan konsentrasi ekstrak (5%, 10%, 15%, dan 20%), kontrol positif berupa Gentamisin disk 10 µg, dan kontrol negatif yaitu akuades steril. Pengujian dilakukan menggunakan metode sumuran dengan empat kali pengulangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun kopi tidak menghasilkan daya hambat terhadap P. aeruginosa dan pada S. epidermidis diperoleh zona hambat dengan kategori sedang pada konsentrasi 5% (7 mm), dan kategori kuat pada konsentrasi 10% (10,6 mm), konsentrasi 15% (13 mm), dan konsentrasi 20% (14,5 mm). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kopi robusta berpotensi sebagai antibakteri terhadap S. epidermidis, namun tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan P. aeruginosa.

Referensi

  1. Alzanado, R., Yusuf, M., & Tutik. (2022). Analisis Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Daun Bunga Pepaya (Carica Papaya L.) Secara Spektrofotometri Uv-Vis. Farmasi Malahayari, 5(1), 108–120. Http://Librepo.Stikesnas.Ac.Id/40/
  2. Anggreni, S. K. N., & Yowani, C. S. (2022). Evaluasi Zona Hambat Berbagai Sediaan Topikal Anti Jerawat Dari Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.). Prosiding Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 1(1), 143–157. Https://Doi.Org/10.24843/Wsnf.2022.V01.I01.P11
  3. Febriani, A., Koriah, S., & Syafriana, V. (2023). Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun, Kulit Buah, Biji Kopi Arabika (Coffea Arabica) Dan Robusta (Coffea canephora) Terhadap Berbagai Bakteri. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 16(2), 94–102.
  4. Febriani, R., Salasa, A. M., & Ratnah, S. (2024). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kesambi Terhadap Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Dan Staphylococcus aureus. Jurnal Pharmascience, 11(1), 88–97. Https://Doi.Org/10.20527/Jps.V11i1.16422
  5. Fitriyanti; Qalbiyah S, S. P. I. (2020). Identifikasi Kulit Batang Kalangkala (Litsea angulata Bi) Secara Makroskopik, Mikroskopik, Dan Skrining Fitokimia. Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(2), 1–9. Https://Doi.Org/10.30591/Pjif.V
  6. Fortunata, R., Permatasari, I. A. D., & Wardani, S. T. (2023). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi N-Heksana, Etil Asetat, Air Dari Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis ATCC 12228 Dengan Metode Difusi Dan Dilusi. Jurnal Medika Nusantara, 1(4), 84–102. Https://Doi.Org/10.59680/Medika.V1i4.610
  7. Khofifah, N. S., Damayanti, D. S., & Citra Destya RP. (2025). Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kopi Robusta (Coffea canephora) Terhadap Escherichia coli Pada Studi In Vitro. Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal Of Community Medicine), 1–7. Https://Jim.Unisma.Ac.Id/Index.Php/Jkkfk/Article/View/26986
  8. Khusuma, Ari; Safitri, Yuriska; Yuniarni, Annisa; Rizki, K. (2019). Uji Teknik Difusi Menggunakan Kertas Saring Media Tampung Antibiotik Dengan Escherichia coli Sebagai Bakteri Uji. Kesehatan Prima, 13(2), 151–155. Http://Jkp.Poltekkes-Mataram.Ac.Id/Index.Php/Home/Index
  9. Lenggu, C. K. L., Rini, D. I., & Shinta, A. L. (2020). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Daging Buah Lontar (Borassus flabellifer Linn) Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Secara In Virto. Cendana Medical Journal (Cmj), 19(1), 96–107.
  10. Lestari, L. G. M., Antara, N. S., & Suwariani, N. P. (2021). Pengaruh Suhu Awal Dan Waktu Infusi Terhadap Aktivitas Antibakteri Dan Antioksidan Ekstrak Minuman Herbal Daun Kopi Robusta. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 9(1), 85–98. Https://Doi.Org/10.24843/Jrma.2021.V09.I01.P09
  11. Madigan, T. M; Martinko, M. John; Bender, S. Kelly; Buckley, H. Daniel; Stahl, A. D. (2021). Biology : A Global Approach – 10th Edition. Pearson Education, 347–348.
  12. Malik, F., Suryawati, Mahdani, W., & Suardi, H. N. (2019). Uji Aktivitas Madu Seulawah Sebagai Antibakteri Dalam Mengahambat Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Jurnal Bioleuser, 3(1), 5–9. Http://Www.Jurnal.Unsyiah.Ac.Id/Bioleuser
  13. Marsya, M. N., & Yuwono, S. H. (2021). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air Kopi Robusta (Coffea Canephora) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Riset Kedokteran, 1(1), 55–58. Https://Doi.Org/10.29313/Jrk.V1i1.317
  14. Nugraha, N. A., Puteri, P. N., Destiana, A. L., & Wahyuni, F. (2025). Antibacterial Activity Test Of Arabic Coffee Leaf Extract (Coffea arabica L.) Against The Bacteri Aeromonas Hydrophila. Jurnal Biologi Tropis, 25(1), 869–876. Https://Doi.Org/10.29303/Jbt.V25i1.8570
  15. Nuraidha, A. T., Bintari, Y., & Damayanti, S. D. (2015). Efek Antibakteri Daun Kopi Robusta (Coffea canephora) Var. Dampit Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Studi In Vitro. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang, 06, 1–10.
  16. Rivani, Nanda Asysyifa, Nurbidayah & Aditya NR. (2024). Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Herba Bandotan (Ageratum conyzoides Linn) Terhadap Bakteri. Borneo Journal of Pharmascientech, 08 (01), 56 - 61. Doi: https://doi.org/10.51817/bjp.v7i1.525
  17. Nurbidayah; Arsyad, Muhammad; Hastuti, Eny; Amalia, N. (2024). Potensi Ekstrak Etanol 96% Kulit Limau Kuit (Citrus hystrix Dc) Sebagai Antibakteri Pada Staphylococcus aureus Dan Propionibacterium acne. Pharmacoscript, 7(2), 430–439.
  18. Nurul, A., Setiawan, I., Yusa, D., Trisna, D., Halisa, N., Odilia, P., Ekawati, O., Umi, Y., & Fanya, Z. (2023). Article Riview : Microbiological Test. Jurnal Farmasi, 12(2), 31–36.
  19. Pertiwi, F. D., Rezaldi, F., & Puspitasari, R. (2022). Uji Aktivitas Dan Formulasi Sediaan Liquid Body Wash Dari Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Antibakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 1(1), 53–66.
  20. Putri Mambang, D. E., -, R., & Suryanto, D. (2014). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tempe Terhadap Bakteri Bacillus Subtilis Dan Staphylococcus aureus. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 25(1), 115–118. Https://Doi.Org/10.6066/Jtip.2014.25.1.115
  21. Triyani, U. W., Arisandy, A. D., & Susanti, I. (2024). Uji Antibakteri Sari Pati Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.) Terhadap Zona Hambat Pseudomonas aeruginosa. Medika Malahayati, 8(3), 652–659.