Lead Levels in Truck Driver's Hair

Zahran Arya Zidan, Teguh Budiharjo

Abstract


Heavy metal lead can cause poisoning or accumulate in human body. Truck drivers spend more a lot of time on the road due to the slow movement of trucks due to carrying heavy loads causing exposure to lead on the highway. Lead enters through the breath and is excreted in the hair. Truck drivers spend more a lot of time on the road, especially trucks that have more than 4 wheels because the load they carry is heavy so it takes time to travel and can be exposed lead on the road. It also allows researchers to easily collect hair samples. longer the work, they get higher lead levels in the human body. After conducting a survey, many truck drivers opened their windows. This happens, maybe some of the Air Cooler (AC) trucks are not working because maybe some of the trucks are too old. This allows truck drivers to be exposed to lead from the air. In addition, PPE (Personal Protective Equipment) is also important such as masks to reduce exposure to lead from the respiratory tract.


Keywords


Lead Level ; Hair ; Truck Driver

References


Achmadi, U. F. (2009). Manajemen penyakit berbasis wilayah. Kesmas: National Public Health Journal, 3 (4), 147-153.

Adi SH. (2001). Pengaruh lama kerja terhadap kontaminasi timbal di kalangan pekerja pengelola uang di Yogyakarta. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fak. Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Anggarwati, F. (2007). Penentuan kadar Pb (timbal) dalam rambut pekerja SPBU di Kabupaten Karanganyar berdasarkan lokasi dan masa kerjanya secara spektrofotometri serapan atom (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Diakses dari http://eprints.ums.ac.id/15207/2/bab_1.pdf

Anggraini H, Maharani ET. (2012). Paparan Timbal (Pb) pada Rambut Sopir Angkot Rute Johar-Kedungmundu. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2012;11(1):47–50.

Ayu, Diah, dkk. (2016). Hubungan Masa Kerja Dengan Kadar Timbal (Pb) dalam Darah pada Bagian Pengecatan, Industri Karoseri Semarang. (ISSN: 2356-3346)

Boybul, Haryati I. (2009). Analisis Unsur Pengotor Fe, Cr, dan Ni dalam Larutan Uranil Nitrat Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. SDM Teknologi Nuklir. (ISSN 1987-0176) :565–70

Darmono. (2001). Lingkunganhidup dan pencemaranhubungannya dengan toksikologi senyawalogam. Toksisitas logam pada manusia dan usaha pencegahannya. Jakarta: Universitas Indonesia.

Handayani, C., dan Zulhidayati, R. (2017). Validasi metode analisa kadar timbal(Pb) dalamrambut karyawan SPBU di Indarung. Chempublish Journal, 2 (1), 54-61.

Hidayati, E. N. (2013). Perbandingan Metode Destruksi pada Analisis Timbal pada Rambut dengan AAS (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang). Diakses dari https://lib.unnes.ac.id/18723/1/4311409063.pdf

Ikhtiar, M. (2017). Pengantar kesehatan lingkungan. Makassar: CV. Social politicgenius (SIGn).

Kurniawati, A.,dkk (2013). Pengendalian Kualitas Udara di Kota Semarang. Universitas Diponegoro : Semarang. Vol. 1. No. 2. https://media.neliti.com/media/publications/18912-ID-pengendalian- kualitas-udara-di-kota-semarang.pdf

Lia, E. (2019). Analisa Kadar Timbal Pada Rambut Operator SPBU X di Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2019 (Skripsi). Fakultas Kehutanan. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Marianti, A., dan Prasetya, A. T. (2013). Rambut sebagai indicator pencemaran timbal pada penduduk di Kecamatan Semarang Utara. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 5 (1), 10- 15.

Melinda, A.,dkk. (2019). Analisa Kadar Timbal Rambut Operator SPBU 73.941.03 Kartini Kota Palu. Bagian Epidemiologi. Fakultas Kesehatan. Universitas Muhamaddiyah Palu. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/jom/article/viewFile/8 26/652

Muji dan Firman. (2018). Toksikolgoi Klinik. Kemenkes : Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp- content/uploads/2018/09/Toksikologi-Klinik_SC.pdf

Rahmawati. E., dkk. (2015). Analisis Konsentrasi Tembaga Pada Permen Menggunakan Metode Atomic Absorpstion Spechtrophotometry (AAS). FakultasSains dan Teknologi. Jurusan Kimia. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim : Malang. Vol. 4 No. 1. http://ejournal.uinmalang.ac.id/index.php/Kimia/article/download

/3142/49 99

Sartono. (2001). Racun & keracunan. Jakarta: Widya Medika.Sembel, D. T. 2015. Toksikologi Lingkungan. Yogyakarta: Andi.

Statistik, B. P. (2018). Statistik transportasi darat 2017. Indonesia: Badan Pusat Statistik. Anonim.

Sukar, S., dan Suharjo, S. (2015). Bio Indikator Cemaran Timbal pada Rambut Masyarakat sekitarkilang minyak. Kesmas: National Public Health Journal,9 (3), 229-234.




DOI: https://doi.org/10.31983/jlm.v3i1.7919

Article Metrics

Abstract view : 119
Download PDF (Bahasa Indonesia) : 106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jaringan Laboratorium Medis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

--

OFFICE INFORMATION :

Jurusan Analis Kesehatan - Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, http://analis.poltekkes-smg.ac.id Jl. Wolter Monginsidi No. 115 Pedurungan Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia ; Telp./Fax: (024)6723014 Email: jlm@poltekkes-smg.ac.id

Statcounter  Lisensi Creative Commons Jaringan Laboratorium Medis disseminated below Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Our Related Accounts :

 

  
MoU PATELKIISSN LIPIGoogle ScholarGarudaStat CounterDOI Crossref  

 

Jaringan Laboratorium Medis © 2019