HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA TEMUROSO WILAYAH PUSKESMAS GUNTUR 1 KABUPATEN DEMAK.

Dina Auliana, Endang Susilowati, Is Susiloningtyas

Abstract


Latar belakang Stunting merupakan suatu sindrom kegagalan pertumbuhan linier berfungsi sebagai penanda dari beberapa kelainan patologis yang terkait dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas, hilangnya potensi pertumbuhan fisik, berkurangnya perkembangan saraf dan fungsi kognitif serta peningkatan risiko penyakit kronis pada masa dewasa. Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga angka stunting tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR) yaitu 36,4% pada tahun 2015-2017 dan pada tahun 2018 (30,8%) balita yang mengalami stunting sedangkan di Jawa Tengah (31,22%), dan wilayah puskesmas guntur (13,81 %) pada tahun 2019. Tujuan, mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan motorik anak pada usia 2-3 tahun di Desa Temuroso Wilayah Puskesmas Guntur 1 Kabupaten Demak. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 595 balita stunting di wilayah puskesmas Guntur 1. Teknik sampling dengan menggunakan csluster sampling dan besar sampel yang diambil sebanyak 73 balita stunting umur 2-3 tahun. Pengumpulan data perkembangan motorik dilakukan dengan wawancara menggunakan lemar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar (p=0,013) dan motorik halus (p=0,026). Kesimpulan, bahwasannya pada anak stunting cenderung memiliki perkembangan motorik yang terhambat baik motorik kasar dan motorik halus.

Keywords


stunting; perkembangan motorik kasar; perkembangan motorik halus.

Full Text:

PDF

References


Adair, L. S., Fall, C. H., Osmond, C., Stein, A. D., Martorell, R., Ramirez-Zea, M., Sachdev, H. S., Dahly, D. L., Bas, I. & Norris, S. A. 2013. Associations of Linear Growth and Relative Weight Gain During Early Life with Adult Health and Human Capital in Countries of Low and Middle Income: Findings from Five Birth Cohort Studies. The Lancet, 382, 525-534.

Anisa Pharamita, 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Kelurahan Kalibaru Depok. Skripsi. FKMUI. Depok.

BAPPENAS. (2011). Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2011-2015.http://www.4shared.com/get/I45gBOZ/Rencana_Aksi_Nasional_Pangan . Diakses 10 November 2018.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R. & Uauy, R. 2013.

de Mercedes O, Francesco B. (2016) Childhood stunting: a global perspective. Matern Child Nutr. 12:12-26.

Desyanti, C. dan T.SNindya. (2017). Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan KejadianStunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja PuskesmasSimolawang, Surabaya. Jurnal DOI. 1(3) : 243-251.

Hizni, A. (2010). Status Stunted dan hubungannya dengan perkembangan anak balita di wilayah Pesisir Pantai Utara Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 6 (3), 131-137.

Himatul, K dan Dyah, I. (2017). Evalusi penatalaksanaa gizi balita stunting di wilayah puskesmas sirampoeng.Unnes Journal of Public Health. 6 (3).

Kementerian Kesehatan RI. 2015. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI. Diunduh tanggal 10 April 2017 dari http://www.pusdatin.kemkes.go.id

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. (2011). 10th Edition. “Marketing an Introduction”.Indonesia: Perason.

Kurnia, P dan Martha Irene. (2013). Pengaruh Pemberian Micronutrient Sprinkle Terhadap Perkembangan Motorik Anak Stunting Usia 12-36 Bulan. Journal of Nutrition Collage. Vol.2. No.1.50-59.

Levitsky DA, Strupp BJ. (1995). Malnutrition and The Brain: Changing Concepts, Changing Concerns. J Nutr. 74:381-6.

Maria, Iis. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan Di Polindes Patranrejo Berbek Nganjuk. (2015). Jurnal Hospital Majapahit. Vol.8. No. 1.

Muhoozi, G. K., Atukunda, P., Mwadime, R.,Iversen, P. O. & Westerberg, A. C. (2016) Nutritional and developmental status among 6-to 8-month-old children in southwestern Uganda: a cross-sectional study. Food & nutrition research ; 60.

Nadia L, (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan Di posyandu wilayah puskesmas wonosari 2. Skripsi politeknik yogyakarta.

Onis MD, Francesco B (2016). Childhood Stunting: a Global Perspective.World Health Organization; licensed by JohnWiley & Sons Ltd. Maternal & Child Nutrition, 12 (1): 12–26.

Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

United Nations Children’s Fund, World Health Organization, World Bank Group. 2018. Levels and Trends in Child Malnutrition: Key Findings of The 2018 Edition of The Joint Child Malnutrition Estimates.




DOI: https://doi.org/10.31983/link.v16i1.5590

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077), dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang, Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50268, Indonesia; Telp./Fax: (024)7460274

Public Services : 

 E-mail: link@poltekkes-smg.ac.id

View statistics

Creative Commons License LINK is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License