DETEKSI CACINGAN MELALUI PEMERIKSAAN FESES DAN KUKU PADA ANAK PANTI ASUHAN KYAI AGENG FATAH PEDURUNGAN

Ririh Jatmi Wikandari, Nurul Qomariyah, Teguh Budiharjo, Masrifan Djamil

Abstract


Cacingan banyak menyerang anak-anak karena aktivitas mereka berhubungan dengan tanah. Tanah yang tercemar telur cacing merupakan penyebab terjadinya transmisi telur cacing dari tanah kepada manusia melalui tangan atau kuku yang mengandung telur cacing, lalu masuk ke mulut bersama makanan. Kehidupan di panti asuhan kurang memenuhi standar kelayakan, kondisi Panti Asuhan Kyai Ageng Fatah memprihatinkan, halaman tempat tinggal kurang lebih 30% masih berupa halaman tanah, higine dan sanitasi lingkungan Panti Asuhan masih tergolong kurang baik. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penularan penyakit sehingga perlu dilakukan deteksi dini cacingan. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak Panti Asuhan Kyai Ageng Fatah sebanyak 45 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah dan pemeriksaan feses dan kuku. Hasil pemeriksaan feses ditemukan telur cacing sebesar 11%, dan hasil pemeriksaan kuku tidak ditemukan telur cacing. Terdapat anak panti asuhan yang terdeteksi cacingan. 


Keywords


Feses ; Kuku ; Cacingan

Full Text:

PDF

References


Anonim. (2012). Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta: Kementerian Keseatan RI.

Anonim. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Chadijah, S., Sumolang, P. P. F., & Veridiana, N. N. (2013). Hubungan Pengetahuan, Perilaku, Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Angka Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar Di Kota Palu. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 24(1), 50–56.

Hairani, B., L. Waris, J. (2014). Prevalensi soil transmitted helminth ( sth ) pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malinau Kota Kabu. Jurnal Buski, 5(1), 43–48.

Hairani, B., & Juhairiyah, J. (2017). Infeksi Cacing Usus Pada Anak Sekolah SDN 1 Manurung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Tahun 2014. Spirakel, 7(1), 38–44.

https://doi.org/10.22435/spirakel.v7i1.6142.38-44

Hanif, Dhia Irfan, M. Yunus, R. . G. (2017). Gambaran Pengetahuan Penyakit Cacingan (Helminthiasis) Pada Wali Muris SDN 1, 2, 3 dan 4 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jurnal Prevevtia, 2–11.

Jameel, A., Issa, A., Amidy, K., Mero, W., Sabri, M.,

Mohammed, A., & Khdihir, M. (2017). Prevalence Of Intestinal Parasites Under Fingernails Of Primary School Children In Zakho, Kurdistan Region. Scicence Journal of University of Zakho, 5(1), 25–27.

Knopp, S., Steinmann, P., Keiser, J., & Utzinger, J. (2012). Nematode Infections. Soil-Transmitted Helminths and Trichinella. Infectious Disease Clinics of North America. https://doi.org/10.1016/j.idc.2012.02.006

Rahmadhini, N.S dan Hanna, M. (2015). Pemeriksaan Kuku sebagai Pemeriksaan Alternatif dalam Mendiagnosis Kecacingan Nail Inspection As an Alternative Examination in Diagnosing Worm Infections. Majority, 4(9), 113–117.

Sahimin, N., Lim, Y. A. L., Ariffin, F., Behnke, J. M., Lewis,

J. W., & Mohd Zain, S. N. (2016). Migrant Workers in Malaysia: Current Implications of Sociodemographic and Environmental Characteristics in the Transmission of Intestinal Parasitic Infections. PLoS Neglected Tropical Diseases, 10(11). https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0005110




DOI: http://dx.doi.org/10.31983/link.v15i1.4399

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077), dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang, Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50268, Indonesia; Telp./Fax: (024)7460274

Public Services : 

 E-mail:

View statistics

Creative Commons License LINK is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License