EFISIENSI TANAMAN Azolla pinnata DALAM MENURUNKAN KADAR COD (Chemical Oxygen Demand) PADA LIMBAH CAIR SOHUN DI DESA ARCAWINANGUN KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018

Authors

  • Salmaa Nuur Rohmah D-IV Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Hari Rudijanto IW D-IV Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Nur Hilal D-IV Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/keslingmas.v38i1.4072

Keywords:

Azolla pinnata, COD, Limbah Cair Sohun

Abstract

Salah satu industri kecil yang terdapat di Purwokerto adalah industri sohun. Mengingat bahwa sohun banyak dibutuhkan masyarakat di sekitar Purwokerto, selain itu proses pembuatan dan pemasarannya mudah. Proses pembuatan sohun juga dapat menimbulkan dampak negatif yaitu berupa pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah cair. Berdasarkan pengamatan di sekitar lokasi limbah cair yang dihasilkan langsung di buang ke saluran drainase tanpa dilakukan pengolahan, salah satu alternatif pengolahan yang dapat dilakukan yaitu dengan sistem fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla pinnata. . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efisiensi fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla pinnata terhadap kadar COD limbah cair di industri sohun Desa Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan pre post design. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar COD didapatkan hasil efisiensi biomassa 0,1 kg rata-rata 7,58%, biomassa 0,15 kg rata-rata 15,20%, biomassa 0,2 kg rata-rata 48,27%. Penurunan kadar COD paling tinggi berdasarkan variasi biomassa tanaman Azolla pinnata terjadi pada kelompok perlakuan dengan variasi biomassa tanaman 0,2 kg. Simpul dari hasil penelitian bahwa secara statistik tidak ada perbedaan bermakna pada pemakaian tanaman Azolla pinnata dalam menurunkan kadar COD dalam limbah cair sohun. Disarankan sebaiknya perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan waktu tinggal lebih dari 7 hari, bentuk permukaan yang berbeda dengan diameter atau dimensi tempat yang berbeda dan menggunakan sistem aliran batch culture, untuk industri sohun sebaiknya sebelum membuang limbah cair hasil pencucian tepung sagu ke saluran drainase sebaiknya dilakukan pengolahan terlebih dahulu, dengan membuat lahan basah buatan dengan ukuran kolam 4 m x 3 m x 30 cm yang dapat menampung limbah cair sebanyak 3.600 liter dengan penggunaan tanaman Azolla pinnata dalam menurunkan kadar COD dan dikombinasikan dengan jenis tanaman lain, sebelum dibuang kelingkungan.

References

Daftar Pustaka

Ammelia Mentari, dkk. 2016. “Pemanfaatan Azolla sp. Untuk Menurunkan Kandungan COD (Chemical Oxygen Demand) dalam Limbah Laundry”. Yogyakarta: Laboratorium Ekologi Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Asih K, dkk. 2013. “Pemodelan Chemical Oxygen Demand (COD) Sungai di Surabaya Dengan Metode Mixed Geographically Weighted Regression”. Surabaya: Jurusan Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Briljan Sudjana. “Penggunaan Azolla Untuk Pertanian Berkelanjutan”. Karawang: Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsika. https://journal.unsika.ac.id/ index.php/solusi/article/viewFile/49/49, Diakses pada tanggal 11 April 2018, Pukul 12.58 WIB.

Bunga Septiana Belia. “Strategi Pengelolaan Limbah Industri Mie Soun dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Sekitar (Studi Kasus Desa Manjung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten)”. Semarang: Jurusan Ekonomika dan Bisnis/Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Dea Argita dan Sarwoko Mangkoedihardjo. “Fitoremediasi Tanah Inceptisols Tercemar Limbah Laundry Dengan Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L.)”. Surabaya: Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. http://purifikasi.net/index.php/purifi-kasi/article/view/35, Diakses pada tanggal 1 Januari 2018, Pukul 19.54 WIB.

Dwi Ningsih Susilowati, Mamik Setyowati. 2016. ” Analisis Aktivitas Nitrogenase Dan Gen Nifh Isolat Bakteri Rhizosfer Tanaman Padi Dari Lahan Sawah Pesisir Jawa Barat”. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Ervina Hermawati, Wiryanto, Solichatun. 2005. “Fitoremediasi Limbah Detergen Menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes L) dan Genjer (Limnocharis flava L)”. Surakarta: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret.

Euis Nurul Hidayah dan Wahyu Aditya. “Potensi Dan Pengaruh Tanaman Pada Pengolahan Air Limbah Domestik Dengan Sisten Constructed Wetland”. Surabaya: Prodi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur https://core.ac.uk/download/pdf-/12216690.pdf, Diakses pada tanggal 17 April 2018, Pukul 22.35 WIB.

Fika Hariyanti, 2016. “Efektivitas Subsurface Flow-Wetlands Dengan Tanaman Enceng Gondok Dan Kayu Apu Dalam Menurunkan kadar COD dan TSS Pada Limbah Pabrik Saos”. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muham-madiyah Semarang http://repository.unimus.ac.id/42/1/SKRIPSI%201.pdf, Diakses pada tanggal 17 April 2018, Pukul 22.01 WIB.


Haryati, dkk. 2012. “Kemampuan Tanaman Genjer (Limnocharis Flava (L.)Buch.) Menyerap Logam Berat Timbal (Pb) Limbah Cair Kertas pada Biomassa dan Waktu Pemaparan Yang Berbeda”. Surabaya: Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya http://jurnalmahasiswa.unesa .ac.id/article/747/33/article.pdf&hl=id&sa=X&scisig=AAGBfm2_PtAlUcxtcOAgxf4rSkCRD8FQ&nossl=1&oi=scholarr&ved=0ahUKEwj5yIOE3rbYAhUU148KHcFqCdgQgAMIJSgAMAA, Diakses pada tanggal 1 Januari 2018, Pukul 19.20 WIB.

I Ketut Muliartha, 2004. Pedoman Teknis Pengelolaan Limbah Industri Kecil. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup.

Ika Meilian Sari, dkk. 2015. “Potensi Tanaman Azolla (Azolla pinnata) Sebagai FIitoremediator Ion Timbal (II), Ion Kadmium (II) dan Ion Kromium (VI)”. Pekanbaru: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Bina Widya https://repository.unri.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/ 8848/EKA%20MEILIAN%20SARI.pdf?sequence=1&isAllowed=y, Diakses pada tanggal 10 Januari 2018, Pukul 20.01 WIB.

Iwan Simatupang, dkk. 2015. “Pemanfaatan Kiambang (alvinia molesta D. Mitch) Untuk Fitoremediasi Limbah Organik Pulp dan Karats”. Pekanbaru: Jurusan Biologi FMIPA UR Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kampus Bina Widya Pekanbaru https://media.neliti.com/media/publications/188372-ID-none.pdf, Diakses pada tanggal 11 April 2018, Pukul 13.53 WIB.

Jane Clara Lampa, dkk. 2015. “Pengaruh Paku Sawah (Azolla pinnata) Terhadap Penurunan BOD dan COD Limbah Cair Pabrik Tahu Kerso”. Gorontalo: Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan

Kristi Lestari. 2017. “Efisiensi Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius ) dalam Menurunkan Kadar Krom Heksavalen (Cr+6) dan Kadar Warna Air Limbah Batik di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 2017”. Purwokerto: Poltekkes Kemenkes Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Leni Fitria, dkk. “Fitoremediasi Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Typha Angustifolia Dalam Sistem Lahan Basah Buatan Sebagai Sumber Belajar Konsep Pencemaran Lingkungan Bagi Siswa SMA Kelas X”. Riau: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau https://repository.unri.ac.id/xmlui/bitstream/handle /123456789/2700/Jurnal.pdf?sequence=1&isAllowed=y, Diakses pada tanggal 11 April 2018, Pukul 20.48 WIB.

Maulida Khiatuddin, 2003. Melestarikan Sumber Daya Air dengan Teknologi Rawa Buatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Muhammad Sholeh, dkk. 2016. “Kajian Fitoremediasi Kromium Dalam Limbah Penyamakan Kulit”. Yogyakarta: Prosiding Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik.

Nadhiroh Y. 2014. “Analisis Kualitas Air Sungai Pakis akibat Limbah Pabrik Gula Pakis Baru”. Semarang: Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta http://eprints.ums.ac.id/30684/17/NASKAH_PUBLIKASI_ILMIAH.pdf, Diakses pada tanggal 7 Mei 2018, Pukul 22.41 WIB.

Nazilatus Salafiyah. 2013. “Pengaruh Lama Tanam dan Luas Penutupan Azolla Microphylla terhadap Kualitas Kimia dan Fisika Limbah Cair Laundry”. Malang: Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang http://ethe ses.uinmalang.ac.id/420/10/10620038%2520-Ringkasan.pdf&ved=2ahUKEwicgev32tzYAhXDIZQKHZ6iAaYQFjAAegQIFRAB&usg=AOvVaw3oFvDuWzdeNfNhtamyb_eh, Diakses pada tanggal 16 Januari 2018, Pukul 21.26 WIB.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Baku Mutu Air Limbah.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.

Soeparman dan Suparmin. 2002. Pembuangan Tinja & Limbah Cair Cetakan 1. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Wahid Hasyim. 2011. “Efisiensi Biofiltrasi Aerobik dalam Menurunkan Kadar COD Air Limbah Tahu di Desa Sampang, Kecamatan Sampang,Kabupaten Cilacap Tahun 2011”. Purwokerto: Poltekkes Kemenkes Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Y. H. Sutyanti, dkk. 2013. “Karakteristik Fotosintetik Dan Serapan Fosfor Hijauan Alfalfa (Medicago sativa) Pada Tinggi Pemotongan Dan Pemupukan Nitrogen Yang Berbeda”. Semarang: Fakultas Perternakan Dan Pertanian Universitas Diponegoro https://media.neliti.com/media/publications/186602-ID-none.pdf, Diakses pada tanggal 17 April 2018, Pukul 21.43 WIB.

Yutsaica Rohmatuz Zannah. 2017. “Efisiensi Fitoremediasi Menggunakan Bambu Kuning (Bambusa vulgaris Schrad) terhadap Kadar BOD dan Nitrat Limbah Cair di Sentral Industri Kerupuk Kabupaten Indramayu Tahun 2017”. Purwokerto: Poltekkes Kemenkes Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Downloads

Published

2019-03-31

How to Cite

Rohmah, S. N., IW, H. R., & Hilal, N. (2019). EFISIENSI TANAMAN Azolla pinnata DALAM MENURUNKAN KADAR COD (Chemical Oxygen Demand) PADA LIMBAH CAIR SOHUN DI DESA ARCAWINANGUN KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018. Buletin Keslingmas, 38(1), 37–47. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v38i1.4072