Effectiveness of Black Cumin Extract (Nigella Sativa) in Inhibiting The Growth of Staphylococcus Aureus Bacteria in Vitro
DOI:
https://doi.org/10.31983/jkg.v10i1.9531Keywords:
Staphylococcus Aureus, Ekstrak Jintan Hitam, AntibakteriAbstract
Karies gigi yang mencapai pulpa dapat menyebabkan nekrosis pulpa. Bakteri yang dapat menyebabkan nekrosis pulpa, salah satunya Staphylococcus aureus. Perawatan terhadap nekrosis pulpa adalah dengan melakukan perawatan saluran akar (PSA). Salah satu tahapan dalam PSA adalah sterilisasi saluran akar dengan menggunakan kalsium hidroksida (calcium hydroxide) atau kresotin (cresotin). Penggunaan obat kimia, utamanya dalam jangka panjang, dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan bahan alternatif lain yang lebih aman dan alami, seperti penggunaan jintan hitam (Nigella sativa). Zat aktif yang terkandung dalam jinten hitam dapat bersifat sebagai antibakteri diantaranya adalah tannin, terpenoid, saponins, alkaloids. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak jinten hitam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara invitro dengan metode difusi agar. Penelitian ini menggunakan ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100%. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian Post Test Only Control Group Design, yang terdiri dari lima kelompok yakni, kelompok kontrol negatif (aquadest steril), kelompok perlakuan 1 (ekstrak jintan hitam konsentrasi 50%), kelompok perlakuan 2 (ekstrak jintan hitam konsentrasi 75%), kelompok perlakuan 3 (ekstrak jintan hitam konsentrasi 100%) dan kelompok kontrol positif (cresotin). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, dan besar sampel yakni pengulangan sebanyak lima kali untuk setiap kelompok. Hasil uji statistik dengan man witney U terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Simpulan deari penelitian ini bahwa ekstrak jintan hitam (Nigella sativa) dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro.References
Aji, P.D.T., 2018, ‘Pengaruh Ukuran Partikel Simplisia terhadap Kadar Genistein pada Ekstraksi Tempe’, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: https://repository.usd.ac.id/23907/13/148114111_full%20edit.pdf
Al-Akwa, A.A.Y. et. al., 2020, ‘Prevalence of Staphylococcus aureus in Dental Infections and the Occurrence of MRSA in Isolates’, Universal Journal of Pharmaceutical Research, Vol. 5(2): 23-27, diakses tanggal 11 Desember 2021, URL: https://www.researchgate.net/publication/341412434_PREVALENCE_OF_STAPHYLOCOCCUS_AUREUS_IN_DENTAL_INFECTIONS_AND_THE_OCCURRENCE_OF_MRSA_IN_ISOLATES
Anggraito, Y.U. et. al., 2018, Metabolit Sekunder dari Tanaman: Aplikasi dan Produksi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Semarang, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: http://lib.unnes.ac.id/31113/1/BOOK_CHAPTER_OKE_2018.pdf
Aprilia et. al., 2021, ‘Antifungal Effect of Calcium Hydroxide and Cresotin Liquid against Candida Albicans as Root Canal Treatment Materials’, Padjadjaran Journal of Dentistry, Vol. 33(2): 164-169, diakses tanggal 18 Desember 2021, URL: https://jurnal.unpad.ac.id/pjd/article/download/28252/15755
Arnastauskaite, J., Ruzgas, T. & Braženas, M., 2021, ‘An Exhaustive Power Comparison of Normality Tests’, Mathematics, Vol. 9, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: https://www.mdpi.com/2227-7390/9/7/788/pdf
Hasnaeni, Wisdawati & Usman, S., 2019, ‘Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Rendemen Dan Kadar Fenolik Ekstrak Tanaman Kayu Beta-Beta (Lunasia amara Blanco)’, Jurnal Farmasi Galenika, Vol. 5(2): 175-182, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: https://media.neliti.com/media/publications/295841-pengaruh-metode-ekstraksi-terhadap-rende-10b7ec33.pdf
Heliawati, L., 2018, Kimia Organik Bahan Alam, Pascasarjana – UNPAK, Bogor, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: https://repository.unpak.ac.id/tukangna/repo/file/files-20181222154047.pdf
Julianto, T.S., 2019, Fitokimia: Tinjauan Metabolit Sekunder dan Skrining Fitokimia, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: https://chemistry.uii.ac.id/Tatang/Fitokimia.pdf
Mahfur, 2018, ‘Profil Metabolit Sekunder Senyawa Aktif Minyak Atsiri Jinten Hitam (Nigella Sativa L.) dari Habasyah dan India’, PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, Vol. 15(1): 90-97, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: https://media.neliti.com/media/publications/269047-profil-metabolit-sekunder-senyawa-aktif-fd6a6957.pdf
Rianto, R., 2018, 'Uji Efektivitas Ekstrak Jintan Hitam Terhadap Pertumbuhan Stafilokokus aureus Isolat Pus Infeksi Odontogenik', Medan, Universitas Sumatera Utara.
Riwanti, P., Izazih, F. & Amaliyah, 2020, ‘Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Etanol pada Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 50,70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura’, Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika, Vol. 2(2): 82-95, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: https://media.neliti.com/media/publications/335524-pengaruh-perbedaan-konsentrasi-etanol-pa-7ebadd05.pdf
Sulaswatty, A., 2019, ‘Penerapan Teknologi Nonkonvensional dalam Ekstraksi Komponen Utama Atsiri dan Produk Turunannya di Indonesia’, Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Teknologi Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, diakses tanggal 20 Februari 2022, URL: http://penerbit.lipi.go.id/data/naskah1566207024.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share — copy and redistribute the material in any medium or format and adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.






.png)


.png)
.png)















