Edukasi Isi Piringku Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pesanggrahan
Keywords:
Stuntung, Gizi seimbang, Balita, Makanan sehat, ibu hamilAbstract
Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama pada anak usia di bawah lima tahun. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang terhambat sehingga tinggi badannya lebih rendah dari standar usianya. Stunting tidak hanya memengaruhi kondisi fisik anak, tetapi juga menyebabkan perkembangan otak terganggu, yang berdampak pada kemampuan kognitif, kesehatan secara keseluruhan, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung di usia dewasa. Meskipun pemerintah telah berupaya menekan angka stunting, namun prevalensinya masih cukup tinggi di beberapa daerah. Untuk membantu mengatasi masalah ini, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (UNEJ) Kelompok 181 menginisiasi intervensi penurunan dan pencegahan stunting di Desa Pesanggrahan. Program ini meliputi penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita tentang pentingnya gizi seimbang, dampak stunting, dan cara pencegahannya. Edukasi juga dilakukan dengan memperkenalkan makanan lokal yang kaya akan zat gizi serta praktik pembuatan makanan bergizi yang dapat diakses oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program kerja KKN Kelompok 181 UNEJ dalam pencegahan stunting, serta mengidentifikasi tantangan dan faktor pendukung keberhasilan program di Desa Pesanggrahan.
References
Khairunnisa, K. (2022). BUKU AJAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT. ZAHIR PUBLISHING.
[2] Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51–56.
[3] Margawati, A. (2022). AM_Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat.
[4] Masan, L. (2021). Penyuluhan pencegahan stunting pada balita. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 58–62.
[5] MELELO, S. S. (2023). STUNTING DI INDONESIA: TANTANGAN DAN SOLUSI DI ERA MODERN. 5, 1–14. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/
[6] Permanasari, Y., Permana, M., Pambudi, J., Rosha, B. C., Susilawati, M. D., Rahajeng, E., Triwinarto, A., & Prasodjo, R. S. (2020). Tantangan Implementasi Konvergensi pada Program Pencegahan Stunting di Kabupaten Prioritas. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 30(4), 315–328. https://doi.org/10.22435/mpk.v30i4.3586
[7] Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 1(01), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39
[8] Tiwery, I. B., Anggryni, M., Widiansari, F. E., & Amalia, A. A. (2023). STUNTING: Penyebabnya di Indonesia dan Negara Berkembang. Penerbit NEM.