Integrasi Kelas Parenting dan Terapi Komplementer (Keting Pinter) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Integrasi Kelas Parenting dan Terapi Komplementer (Keting Pinter) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Authors

  • Dina Dewi Anggraini Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Murti Ani Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Sherly Jeniawaty Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • Ahdatul Islamiah Poltekkes Kemenkes Surabaya

Keywords:

kelas parenting; pijat bayi; stunting; terapi komplementer

Abstract

ABSTRAK

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan nutrisi jangka panjang. Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui kelas parenting, serta terapi komplementer pijat bayi. Tujuan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan ibu, dan menganalisis pengaruh terapi komplementer pijat bayi. Metode penelitian quasi eksperimen, rancangan one groupdesign (pretest-posttest). Sampel penelitian 20 ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan di Desa Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Terapi komplementer pijat bayi dilakukan minimal satu kali sehari dengan durasi 10-15 menit setelah mandi selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan sebelum dan sesudah mengikuti kelas parenting, terdapat perbedaan berat badan serta tinggi badan balita sebelum dan sesudah dilakukan terapi komplementer pijat bayi (p<0,005). Terapi komplementer pijat bayi mempercepat pertumbuhan balita usia 5-7 bulan dengan rata-rata kenaikan berat badan adalah 0,385 kg dan tinggi badan 1,90 cm. Hal ini sudah hampir menyamai standar medis target pertumbuhan normal yaitu kenaikan berat badan minimal usia 5-6 bulan adalah 0,4 kg/bulan dan usia 6-7 bulan adalah 0,3 kg/bulan. Untuk standar medis kenaikan tinggi badan usia 5-6 bulan adalah 2,5 cm/bulan dan usia 6-7 bulan adalah 1,3-1,5 cm/bulan.

 

 

 

Author Biographies

Murti Ani, Poltekkes Kemenkes Semarang

Lecturer in the Midwifery Study Program at the Ministry of Health Polytechnic of Semarang.

Sherly Jeniawaty, Poltekkes Kemenkes Surabaya

Tidak ada konflik kepentingan terkait dengan subjek penelitian.

Ahdatul Islamiah, Poltekkes Kemenkes Surabaya

Tidak ada konflik kepentingan terkait dengan subjek penelitian.

References

Amalia, W. (2021). BANTING TUNA (Balita Anti Stunting dengan Tui Na Massage) pada Kader Posyandu. Journal of Community Service, 1(1), 19–25.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. (2017). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kelas Orang Tua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Fitriani, A., & Herawati. (2023). Pengaruh Edukasi Pijat Bayi terhadap Perilaku Ibu dalam Melakukan Pijat Bayi secara Mandiri. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 8(1).

Hidayah, N., & Utami, P. (2026). Pemberian MP-ASI Berkualitas untuk Mendukung Pertumbuhan Optimal dan Mencegah Stunting pada Balita. Jurnal Nutrisi Dan Kesehatan, 11(1), 22–28.

Hidayat, T., & Nurhayati, S. (2024). Optimalisasi Stimulasi Tumbuh Kembang Melalui Terapi Pijat Bayi dalam Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 19(2), 112–118.

Hockenberry, M. J., Wilson, D., & Rodgers, c. C. (2024). Wong’s Essentials of Pediatric Nursing (12th ed). Elsevier Health Science.

Irva, S., Hasanah, O., & Woferst R. (2014). Pengaruh Terapi Pijat terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi. JOM PSIK, 1(2), 1–8.

Kalsum, U. (2014). Peningkatan Berat Badan Bayi melalui Pemijatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 17(1), 25–29.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi Baru Lahir. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Lestari, W., & Handayani, S. (2025). Edukasi ASI Eksklusif sebagai Upaya Preventif Stunting pada Balita. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 8(1), 34–40.

Munira, S. L. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SGGI) 2022.

Ningsih, S., & Syukur, N. A. (2023). Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kenaikan Berat Badan pada Bayi Usia 0-6 Bulan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 164–171.

Nurhasanah, I. (2024). Edukasi ASI Eksklusif dan MP-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI), 4(1), 115–121.

Nurhasanah, S., & Wijayanti, T. (2026). Psikologi Perilaku Kesehatan: Transformasi Pengetahuan Menuju Perubahan Perilaku Pencegahan Stunting. Penerbit Medika Publik.

Perwita, A. D. et al. (2026). The Effect of Baby Massage on Weight Gain in Babies Aged 4-6 Months in the Working Area of the Kepenuhan Community Health Center. International Journal of Research, 1–7.

Pratiwi, A., & Handayani, S. (2026). Efektivitas Kelas Parenting Berbasis Nutrisi dan Terapi Komplementer dalam Meningkatkan Kemandirian Ibu Mencegah Stunting. Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat, 11(1), 18–26.

Purnama, S. A., & Rahmadhani, D. (2026). Korelasi Tingkat Pendidikan Menengah Ibu terhadap Kemampuan Analisis Nutrisi dan Adopsi Intervensi Kesehatan Digital dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Kebijakan Publik, 11(1), 88–96.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225–229.

Saputri, R. A., & Tumangget, J. (2019). Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1–9.

Sari, N. P., & Herawati, T. (2023). Efektivitas Terapi Komplementer Pijat Bayi terhadap Peningkatan Kualitas Tidur dan Berat Badan Bayi. Jurnal Ilmu Kesehatan Tradisional Dan Komplementer, 11(2), 85–94.

Simanihuruk, R. (2017). Efektivitas Stimulasi Pijat terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 6-12 Bulan di Desa Nifuboke Kecamatan Noemuti tahun 2017. Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM), 5(2), 90–95.

Sundari, R. S., Baedowi, S., Suyitno, S., & Saputro, B. A. (2022). Pencegahan Stunting dengan Pelatihan Parenting bagi Keluarga. Jurnal Pelatihan Pendidikan, 1(1), 28–34.

Suryani, L., & Azizah, N. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pola Asuh Anak Usia Dini. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 13(1), 215–224.

Syamsiyah, S., & Suryanti, S. (2025). The Effectiveness of Full-Body Baby Massage in Increasing Body Weight and Lenght As s Stunting Prevention Strategy. Journal of Health Science and Prevention, 9(1).

Wahyuni, F., Amelia, D., Rahmah, K. S., & Afriyanti, N. (2023). Strategi Perawat Terhadap Penuntasan Stunting dengan Terapi Komplementer. Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Science), 12(1), 64–73.

Widiani, A., Chania, M. P., & Adnyani, N. W. S. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu Bayi dengan Penerapan Terapi Komplementer Pijat Bayi Terkait Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 8(2), 104–109.

Widjayatri, R. D., Fitriani, Y., & Tristyanto, B. (2020). Sosialisasi Pengaruh Stunting terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 16–27.

World Health Organization. (2024). The WHO Child Growth Standards: Length/height-for-age, Weight-for-age. Weight-for-lenght, Weight-for-height and Body Mass Index-for-age.

Wulandari, R., & Saputra, A. (2026). Analisis Hambatan Edukasi Nutrisi pada Kelas Parenting dan Peran Terapi Komplementer dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat, 14(1), 58–66.

Wulandari, R., & Suyani, S. (2023). Edukasi pijat bayi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu di Desa Kataan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 5(1), 44–50.

Yanti, M., Purba, T. J., Hayati, E., Napitupulu, K. N., Wahyuni, E. S., & Sari, N. M. (2022). Optimalissasi Penerapan terapi Komplementer (Terapi Pijat Bayi) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ibu dan Bayi di Klinik Citra Mrendal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau, 2(3), 22–26.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Anggraini, D. D., Murti Ani, Sherly Jeniawaty, & Ahdatul Islamiah. (2026). Integrasi Kelas Parenting dan Terapi Komplementer (Keting Pinter) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting: Integrasi Kelas Parenting dan Terapi Komplementer (Keting Pinter) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Sains Kebidanan, 8(1), 33–44. Retrieved from https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/JSK/article/view/14936

Issue

Section

Articles