Kejadian Toksoplasmosis pada Wanita Hamil Pemelihara Kucing dan Wanita Hamil Bukan Pemelihara Kucing di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang
Diterbitkan 2023-05-01
Kata Kunci
- Toksoplasmosis,
- Ibu hamil,
- Kucing
Cara Mengutip
Abstrak
Toksoplasma gondii (T. gondii) merupakan salah satu patogen zoonosis yang tersebar luas di seluruh dunia. Parasit ini berkembang didalam tubuh kucing sebagai hospes definitif, kucing berperan penting dalam epidemiologi T. gondii karena merupakan satu-satunya hewan yang dapat mengeluarkan ookista yang tahan terhadap lingkungan luar. Penularan infeksi T. gondii dari kucing ke manusia belakangan ini meningkat pada daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian toksoplasmosis pada wanita hamil pemelihara kucing dan wanita hamil bukan pemelihara kucing di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional dengan desain Case Control menggunakan dua kelompok penelitian. Subjek dipilih berdasarkan kriteria tertentu, penelitian dilakukan terhadap 25 responden wanita hamil pemelihara kucing dan 25 responden wanita hamil bukan pemelihara kucing. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan sampel darah untuk mendeteksi imunoglobulin G anti toksoplasmosis. Hasil yang diperoleh dari analisis serologis pada 50 sampel serum darah yang terdiri dari 25 sampel serum darah wanita hamil pemelihara kucing didapatkan antibodi IgG positif sebanyak 6 sampel serum (24%) dan 25 sampel serum darah wanita hamil bukan pemelihara kucing didapatkan antibodi IgG positif sebanyak 2 sampel serum (8%). Total persentase kejadian toksoplasmosis di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang yaitu sebesar 16% dari 50 sampel serum. Perlu dilakukan survei serologis berskala besar untuk mengetahui prevalensi kejadian toksoplasmosis pada wanita hamil di Kota Semarang dan diperlukan monitoring dan pengobatan bagi wanita hamil yang terinfeksi Toxoplasma gondii.
Referensi
- Adisasmito W, and Dkk Artama WT. (2015). Kolaborasi Multi-Sektoral Riset & Surveilans Zoonosis Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan, Ketahanan Dan Keamanan Pangan, Serta Kemandirian Ekonomi Indonesia. Yogyakarta.
- Agustin, Prayuani Dwi, and J. Mukono. (2015). “Kejadian Toksoplasmosis Pada Pemelihara Dan Bukan Pemelihara Kucing Di Kecamatan Mulyorejo , Surabaya.†Jurnal Kesehatan Lingkungan 8(1):103–17.
- Andriyani, Rika, and Kiki Megasari. (2015). “Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Toksoplasma Pada Ibu Hamil Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2010-2013.†Jurnal Kesehatan Andalas 4(2):485–89. doi: 10.25077/jka.v4i2.278.
- Aryani, I. Gusti Ayu Dwi. (2017). “Toksoplasmosis Kongenital.†Jurnal Cermin Dunia Kedokteran 44(8):537–39.
- Bin Hamdan, Abdullah. (2015). “Toxoplasmosis Dalam Kehamilan.†Intisari Sains Medis 2(1):13–18.
- Ishak, Hasanuddin. (2019). Biomedik Parasitologi Kesehatan. Makassar: Masagena Press.
- Krihariyani, Dwi, Evy Diah Woelansari, and Entuy Kurniawan. (2015). “Seroprevalensi Antibodi IgG Toxoplasma Gondii Pada Ibu Di Rangkah 6 Surabaya.†Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan 3(1):29–38.
- Marthalia, Wina. (2020). “Chronic Toxoplasmosis Infection in Members of Cat Breeding Organization in Surabaya.†Jurnal Kesehatan Lingkungan 12(1):48. doi: 10.20473/jkl.v12i1.2020.48-58.
- Novia Aditama, Nurjazuli, Resa Ana Dina. (2016). “Determinan Lingkungan Dan Perilaku Berhubungan Dengan Terjadinya Penyakit Infeksi Toxoplasmosis Di Wilayah Kota Semarang.†Jurnal Kesehatan Masyarakat 4(5):67–76.
- Nurcahyo, Wisnu, Joko Prastowo, and Priyowidodo.( 2014). “Toxoplasmosis Identification in Cat Feces Using Microscopic Examination and Serologic Test.†Jurnal Kedokteran Hewan 8(September):147–50.
- Pamela, Phetisya, Frederika Sumolang, and Intan Tolistiawaty. (2014). “Knowledge on Toxoplasmosis Among Reproductive Aged Woman in Palu City.†Jurnal Ekologi Kesehatan 13(July):2.
- Pramardika, Dhito Dwi, Meityn Disye Kasaluhe, and Yana Sambeka. (2022). “Studi Literatur : Analisis Faktor Risiko Toksoplasmosis Pada Wanita Indonesia.†Prosiding Seminar Nasional Penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya 1(1):15–25.
- Sakikawa, Makiko, Shunichi Noda, Masachi Hanaoka, Hirotoshi Nakayama, Satoshi Hojo, Shigeko Kakinoki, Maki Nakata, Takashi Yasuda, Tsuyomu Ikenoue, and Toshiyuki Kojima. (2012). “Anti-Toxoplasma Antibody Prevalence, Primary Infection Rate, and Risk Factors in a Study of Toxoplasmosis in 4,466 Pregnant Women in Japan.†Clinical and Vaccine Immunology 19(3):365–67. doi: 10.1128/CVI.05486-11.
- Seran, Vanessa J. T., Billy J. Kepel, and . Fatimawali. (2016). “Seroepidemiologi Toksoplasmosis Pada Masyarakat Di Desa Kumu Kabupaten Minahasa Tahun 2015.†Jurnal E-Biomedik 4(1):1–5. doi: 10.35790/ebm.4.1.2016.10841.
- Simamora, ATAJ, AS Suratma, and IAP Apsari. (2015). “Isolasi Dan Identifikasi Oosista Toxoplasma Gondii Pada Feses Kucing Dengan Metode Pengapungan Gula Sheater.†Indonesia Medicus Veterinus 4(2):88–96.
- Suparman, Erna. (2013). “Toksoplasmosis Dalam Kehamilan.†Jurnal Biomedik (Jbm) 4(1):13–19. doi: 10.35790/jbm.4.1.2012.744.
- Tahalli, and Supriadi. (2017). “Prevalensi Toxoplasma Gondii Pada Inang Defenitif (Felis Domestica) Di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat.†Jurnal Sangkareang Mataram 3(December 2017):9–25.
- Wahyuni, S. (2013). “Toksoplasmosis Dalam Kehamilan.†BALABA 9(1):27–32. doi: 10.35790/jbm.4.1.2012.744.
- Wiyarno, Yoso. (2011). Hubungan Kejadian Toksoplasmosis Dengan Kebiasaan Hidup Pada Ibu Usia Produktif Di Surabaya.
- Yohanes, Tsegaye, Serkadis Debalke, and Endalew Zemene. (2014). “Latent Toxoplasma Gondii Infection and Associated Risk Factors among HIV-Infected Individuals at Arba Minch Hospital, South Ethiopia.†AIDS Research and Treatment 2014. doi: 10.1155/2014/652941.