Deteksi Karsinoma Nasofaring Mengunakan Rapid Test Uji Imunokromatografi pada Petugas SPBU
Diterbitkan 2023-05-01
Kata Kunci
- Kanker Nasofaring (KNF),
- Rapid Test Uji Imunokromatografi,
- Petugas SPBU
Cara Mengutip
Abstrak
Kanker nasofaring (KNF) merupakan keganasan ke-4 tersering di Indonesia, setelah kanker payudara, serviks, dan paru. Faktor risiko kanker ini adalah virus Epstein-Barr, jenis kelamin, ras, umur dewasa 30-50 tahun, riwayat keluarga, minum alkohol dan merokok. Prevalensi KNF di Indonesia adalah 6.2/100.000, dengan hampir sekitar 13.000 kasus baru, namun itu merupakan bagian kecil yang terdokumentasikan. Adham et al (2012) melaporkan KNF adalah kanker kepala leher tersering (28.4%), dengan rasio pria-wanita adalah 2:4 dan endemis di pulau Jawa. Adanya pengetahuan mengenai KNF mulai dari pencegahan, deteksi dini, pengobatan yang tepat akan dapat membantu menanggulangi permasalahan akibat kanker nasofaring. Deteksi dini sangatlah penting. Jika KNF ditemukan pada stadium awal, tingkat kesembuhannya cukup tinggi yaitu mencapai 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada petugas SPBU Kota Semarang yang mengalami KNF. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Hasil penelitian terhadap 20 petugas SPBU Kota Semarang didapatkan bahwa karakterisitik berdasarkan usia yang terbanyak yaitu pada rentang 31-50 yaitu 70%. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin dari 20 petugas SPBU semuanya laki-laki (100%). Karakteristik berdasarkan lama bekerja berturut-turut yaitu 1-10 tahun (35%), 11-20 tahun (35%) dan 21-30 tahun (30%). Karakteristik berdasarkan riwayat merokok, responden 55% merokok dan 45% tidak merokok. Dan hasil pemeriksaan KNF semua responden (100%) negatif KNF.
Referensi
- Adham M, Kurniawan AN, Muhtadi AI, et al. (2012). Nasopharyngeal carcinoma in indonesia: Epidemiology, incidence, signs, and symptoms at presentation. Chin J Cancer ; 31(4):185–96.
- Arditawati, Y., & Prasetyo, A. (2011). Analisis Hubungan Antara Faktor Risiko dengan Tipe Histopatologik pada Karsinoma Nasofaring (Doctoral dissertation, Faculty of Medicine).
- Brady LW, Heilmann HP, Nieder C. (2010). Medical radiology - radiation oncology. Lu JJ, Cooper JS, Lee AWM, editors. Nasopharyngeal cancer multidiciplinary management. 1st ed. Springer. p. 245-70.
- Chan J, PIlch B, Kuo T, Wenig B, Lee A. (2005). Tumours of the nasopharynx. In Barnes L EJRPSD, editor. WHO classification of tumours: head & neck tumours. Lyon: IARC Press.; p. 81 - 106.
- Chang ET, Adami HO. (2006). The enigmatic epidemiology of nasopharyngeal carcinoma. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev ;15(10):1765-77.
- Ferlay J, Soerjomataram I, Ervik M, Dikshit R, S SE, Mathers C, et al. GLOBOCAN 2012 v1.0. Cancer incidence and mortality worldwide [Internet]. 2013. Available from: http://globocan.iarc.fr.
- Flint FW. (2015). Cummings otolaryngology head and neck surgery. Philadelphia: Mosby Elsevier.
- Hsu WL, Chen JY, Chien YC, Liu MY, You SL, Hsu MM, et al. (2009). Independent effect of EBV and cigarette smoking on nasopharyngeal carcinoma: a 20-year follow-up study on 9,622 males without family history in Taiwan. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 18(4):1218–26.
- Ji MF, Wang DK, Yu YL, Guo YQ, Liang JS, Cheng WM, et al. (2007). Sustained elevation of Epstein-Barr virus antibody levels preceding clinical onset of nasopharyngeal carcinoma. Br J Cancer ; 96:623-30.
- Kementerian Kesehatan RI. (2017). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran. Kanker Nasofaring. Komite Penanggulangan Kanker Nasional.
- Li Z, Zong YS. (2014). Review of the histological classification of nasopharyngeal carcinoma. J Nasopharyng Carcinoma ; 1(15):15.
- Rahman S, Budiman BJ, Subroto H. (2015). Faktor risiko non viral pada karsinoma nasofaring. Jurnal Kesehatan Andalas. 4(3):988–95.
- Tabuchi K, Nakayama M, Nishimura B, Hayashi K, Hara A. (2011). Early detection of nasopharyngeal carcinoma. International Journal of Otolaryngology : 1-6.
- Wei WI, Chua DT. (2014). Head and neck surgery-otolaryngology. 5th ed. Bailey BJ HG, Johnson JT, Rosen CA, editors. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
