Vol 5 No 1 (2023): Mei 2023
Artikel Hasil Penelitian

Perbandingan Kadar Ureum Sebelum dan Sesudah Hemodialisis Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik

Diterbitkan 2023-05-01

Kata Kunci

  • Ginjal ginjal kronik,
  • Hemodialisis,
  • Kadar Ureum

Cara Mengutip

Sudarso, I., Sulistiyowati, R., Rahaju, M., & Sudarsono, T. A. (2023). Perbandingan Kadar Ureum Sebelum dan Sesudah Hemodialisis Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik. Jaringan Laboratorium Medis, 5(1), 17–21. https://doi.org/10.31983/jlm.v5i1.9161

Abstrak

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh dengan fungsi yang vital, yaitu sebagai berperan dalam sistem eksresi dan sekresi. Ekresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme tubuh dan sekresi adalah proses pengeluaran zat-zat dan hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh. Kerusakan ginjal akan menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal, gagal ginjal terbagi menjadi dua kondisi yaitu akut dan kronik. Kerusakan ginjal yang berlangsung lama mempunyai risiko lebih besar bagi kesehatan tubuh seseorang. Hemodialisis adalah suatu metode dialisis yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah yang tertimbun dalam darah yang bersifat toksik sehingga ginjal terbantu untuk melaksanakan fungsinya secara normal. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional dengan sampel penelitian pasien gagal ginjal kronik di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purpossive Sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik. Hasil penelitian ini diperoleh nilai p value 0,003 (sig α < 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbandingan signifikan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisis.

Referensi

  1. Aditya, A., Udiyono, A., Dian Saraswati, L., Setyawan, H., Peminatan Epidemiologi dan Penyakit Tropik, M., UNDIP Semarang, F., & Bagian Epidemiologi dan Penyakit Tropik, D. (2018). Screening Fungsi Ginjal Sebagai Perbaikan Outcome Pengobatan Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe Ii (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(1), 191–199. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
  2. Afriansya, R. R., Sofyanita, E. N., & Suwarsi, S. (2020). Overview of Ureum and Creatinine Levels in Hemodialysis Patients with Chronic Kidney Disease. Jaringan Laboratorium Medis, 2(1), 6-11. http://dx.doi.org/10.31983/jlm.v2i1.5813
  3. Anwar, S., & Ariosta, A. (2019). Perbedaan kadar ureum, natrium, kalium dan klorida pra dan pasca hemodialisa pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. Intisari Sains Medis, 10(1), 223–226. https://doi.org/10.15562/ism.v10i1.346
  4. Haksara, E., & Rahmanti, A. (2021). Efektifitas Pengaturan Quick of Blood (Qb) Terhadap Rasio Reduksi Ureum Plasma Pada Pasien Ckd Yang Menjalani Hemodialisis Di Rst Dr. Soedjono Magelang the Effectiveness of Administration of Quick of Blood (Qb) on the Ratio of. Jurnal Keperawatan Sisthina, 6(1), 1–7.
  5. Rahmawati, F. (2018). Laboratory Aspect Of Chronic Kidney Disease. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 6(1), 14–22.
  6. Sari, L., & Abdurrahman, S. (2018). Perbandingan Kadar Ureum dan Kreatinin Pada Pasien Gagal Ginjal Pre dan Post Hemodialisa Di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal MediLab Mandala Waluya Kendari, 2(1).
  7. Wiliyanarti, P. F., & Muhith, A. (2019). Life Experience of Chronic Kidney Diseases Undergoing Hemodialysis Therapy. NurseLine Journal, 4(1), 54. https://doi.org/10.19184/nlj.v4i1.9701
  8. Yani, D. A., Sarnianto, P., & Anggriani, Y. (2020). Faktor-faktor Risiko Pasien Hemodialisis Di RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Jurnal Ilmiah Indonesia, 68(1), 1–12. http://dx.doi.org/10.1016/j.ndteint.2014.07.001%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ndteint.2017.12.003%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.matdes.2017.02.024