Vol 4 No 2 (2022): November 2022
Artikel Hasil Penelitian

Minyak Zaitun Sebagai Pengganti Xylene pada Prosesing Jaringan Histologis untuk Pewarnaan Kulit dan Hepar Mencit dengan Hematoxylin Eosin: Sebuah Studi Perbandingan

Eko Naning Sofyanita
Poltekkes Kemenkes Semarang
Arya Iswara
Universitas Muhammadiyah Semarang
Djoko Priyatno
Poltekkes Kemenkes Semarang

Diterbitkan 2022-07-08

Kata Kunci

Cara Mengutip

Sofyanita, E. N., Iswara, A., & Priyatno, D. (2022). Minyak Zaitun Sebagai Pengganti Xylene pada Prosesing Jaringan Histologis untuk Pewarnaan Kulit dan Hepar Mencit dengan Hematoxylin Eosin: Sebuah Studi Perbandingan. Jaringan Laboratorium Medis, 4(2), 117–124. https://doi.org/10.31983/jlm.v4i2.8688

Abstrak

Clearing dapat dipengaruhi hasilnya karena faktor kepadatan jaringan dan viskositas agen clearing. Xylene merupakan pelarut aromatik yang paling umum digunakan untuk agen clearing dan agen deparafinisasi di laboratorium histopatologi, namun xylene salah satu bahan kimia berbahaya yang ditemukan di laboratorium histologi. Berdasarkan dari bahaya yang ditimbulkan oleh xylene, maka diperlukan bahan penggantinya. Beberapa pengganti xylene seperti reagensia yang berasal dari limonene, hidrokarbon alifatik, minyak nabati dan minyak mineral telah dikembangkan secara komersial, namun pengganti xylene yang tersedia masih kurang efektif, lebih mahal, dan tidak jauh lebih berbahaya daripada xylene itu sendiri. Pengganti yang diangap lebih aman adalah dari minyak nabati, salah satunya minyak zaitun yang memiliki kesamaan dengan xylene yaitu pada senyawa hidrokarbon dan fenol. Penelitian ini menggunakan dua jenis jaringan, yaitu kulit dan hepar dari mencit (Mus musculus) yang dipotong menjadi dua bagian; bagian pertama menggunakan xylene sebagai dan bagian lainnya dari menggunakan minyak zaitun sebagai agen clearing. Penilaian hasil pewarnaan hematoxylin eosin yang ditentukan berdasarkan kategori penilaian terhadap struktur sel, seperti inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna yang di lakukan oleh tiga pembaca dan lima lapang pandang tiap preparat pada perbesaran lensa objektif 40X. Perbandingan hasil pengamatan kelompok xylene pada jaringan kulit dan hepar 100%  mendapatkan skor baik pada inti sel, sitoplasma, serta keseragaman warna.(p=1.000). Kelompok minyak zaitun memiliki sedikit perbedaan pada keseragaman warna pada jaringan hepar bila dibandingkan pada kulit, namun tidak berbeda secara statistik (p=0.773). Perbandingan keseluruhan pembacaan dari kelompok xylene dan minyak zaitun pada jaringan kulit dan hepar juga menunjukkan tidak berbeda secara statistik (p=0.262). Sehingga dapat disimpulkan minyak zaitun sebagai minyak nabati dapat disarankan untuk pengganti xylene pada proses clearing di prosesing jaringan histologi.

Referensi

  1. Adeniyi, I. M., Adejoba, O. R., Akinlabi, F. M., & Alao, O. J. (2016). Vegetable Oils as Clearing Agents. Achievements in the Life Sciences, 10(1), 1–4. https://doi.org/10.1016/j.als.2016.05.001
  2. Alwahaibi, N., Aljaradi, S., & Alazri, H. (2018). Alternative to xylene as a clearing agent in histopathology. Journal of Laboratory Physicians, 10(02), 189–193. https://doi.org/10.4103/jlp.jlp_111_17
  3. Ananthaneni, A., Namala, S., Guduru, V. S., Ramprasad, V. V. S., Ramisetty, S. D., Udayashankar, U., & Naik, K. K. (2014). Efficacy of 1.5% Dish Washing Solution and 95% Lemon Water in Substituting Perilous Xylene as a Deparaffinizing Agent for Routine H and E Staining Procedure: A Short Study. Scientifica, 2014, 1–7. https://doi.org/10.1155/2014/707310
  4. Ankle, M. R., & Joshi, P. S. (2011). A study to evaluate the efficacy of xylene-free hematoxylin and eosin staining procedure as compared to the conventional hematoxylin and eosin staining: An experimental study. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 15(2), 161–167. https://doi.org/10.4103/0973-029X.84482
  5. Buesa, R. J. (2000). Mineral oil: The best xylene substitute for tissue processing yet? Journal of Histotechnology, 23(2), 143–149. https://doi.org/10.1179/his.2000.23.2.143
  6. Falkeholm, L., Grant, C. A., Magnusson, A., & Möller, E. (2001). Xylene-free method for histological preparation: A multicentre evaluation. Laboratory Investigation, 81(9), 1213–1221. https://doi.org/10.1038/labinvest.3780335
  7. Janardhanam, D., Saranya, M., Tamilthangam, P., Swathiraman, J., Shanmathee, K., & Preethi, R. (2019). Kerosene as an Alternative to Xylene in Histopathological Tissue Processing and Staining: An Experimental Study. Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences, 11(2), S376-9. https://doi.org/10.4103/jpbs.JPBS
  8. Killedar, S., Sermadi Z M, W., K.C, N., Acharya, S., & Prabhu, S. (2019). Olive oil as xylene substitute. Journal of Oral Medicine, Oral Surgery, Oral Pathology and Oral Radiology, 5(2), 46–51. https://doi.org/10.18231/j.jooo.2019.013
  9. Lyon, H., Holm, I., Prentø, P., & Balslev, E. (1995). Non-hazardous organic solvents in the paraffin-embedding technique: a rational approach - Aliphatic monoesters for clearing and dewaxing: butyldecanoate. Histochemistry and Cell Biology, 103(4), 263–269. https://doi.org/10.1007/BF01457410
  10. Mayangsari, M. A., Nuroini, F., Ariyadi, T., & Semarang, U. M. (2019). Perbedaan Kualitas Preparat Ginjal Marmut pada Proses Deparafinasi Menggunakan Xylol dan Minyak Zaitun pada Pewarnaan HE. Prosiding Mahasiswa Seminar Nasional Unimus, 2, 190–194.
  11. Metgud, R., Astekar, M. S., Soni, A., Naik, S., & Vanishree, M. (2013). Conventional xylene and xylene-free methods for routine histopathological preparation of tissue sections. Biotechnic and Histochemistry, 88(5), 235–241. https://doi.org/10.3109/10520295.2013.764015
  12. Negi, A., Puri, A., Gupta, R., Chauhan, I., Nangia, R., & Sachdeva, A. (2013). Biosafe alternative to xylene: A comparative study. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 17(3), 363–366. https://doi.org/10.4103/0973-029X.125199
  13. Nurasri, R., Wachidah Yuniwarti, E. Y., & Djaelani, M. A. (2019). Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) dan Olive Oil terhadap Mikroanatomi Ren Tikus Putih (Rattus norvegicus). Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, 20(2), 133. https://doi.org/10.14710/bioma.20.2.133-139
  14. Okoro, L. N., & Sambo, F. I. (2011). Thermodynamic and viscometric evaluation of biodiesel and blends from olive oil and cashew nut oil . Research Journal of Chemical Sciences, 1(August 2015), 90–97.
  15. Pandey, P., Dixit, A., Tanwar, A., Sharma, A., & Mittal, S. (2014). A comparative study to evaluate liquid dish washing soap as an alternative to xylene and alcohol in deparaffinization and hematoxylin and eosin staining. Journal of Laboratory Physicians, 6(02), 084–090. https://doi.org/10.4103/0974-2727.141504
  16. Pratiwi, E. N., & Armalina, D. (2021). Mikroskopis Preparat Mus Musculus Ginjal Dideparafinisasi dengan Minyak Zaitun pada Pewarnaan Eosin ( HE ) Hematoxylin ( HE ) Microscopic of Mus Musculus Kidney Preparation Deparafinized with Olive Oil in ELA NUR PRATIWI DESY ARMALINA Laboratorium Klinik. Jaringan Laboratorium Medis, 03(01), 61–66.
  17. Premalatha, B. R., Patil, S., Rao, R. S., & Indu, M. (2013). Mineral oil-A biofriendly substitute for xylene in deparaffinization: A novel method. Journal of Contemporary Dental Practice, 14(2), 281–286. https://doi.org/10.5005/jp-journals-10024-1314
  18. Ramulu, S., Ravikumar, S., Sharma, P., Koneru, A., Patil, R., & Ramesh, D. N. S. V. (2012). Liquid dish washing soap: An excellent substitute for xylene and alcohol in hematoxylin and eosin staining procedure. Journal of Orofacial Sciences, 4(1), 37. https://doi.org/10.4103/0975-8844.99890
  19. Ravindran, R., Sruthi, A. K., Ameena, M., & Harish, R. N. K. D. (2018). Bleached Palm Oil as a Bio-friendly Substitute for Xylene: A Comparative Study. Oral & Maxillofacial Pathology Journal, 9(2), 63–69.
  20. Sermadi, W., Prabhu, S., Acharya, S., & Javali, S. B. (2014). Comparing the efficacy of coconut oil and xylene as a clearing agent in the histopathology laboratory. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 18(5), 49–53. https://doi.org/10.4103/0973-029X.141348
  21. Sofyanita, E. N., & Iswara, A. (2021). Rasio Penutupan Luka pada Tikus Diabetes Diinduksi Streptozotocin dengan Perlakuan Dressing Tipe Pasif dan Interaktif ( Penelitian Pendahuluan ) Pilo. 03(02), 67–71.
  22. Stockert, J. C., López-Arias, B., Del Castillo, P., Romero, A., & Blázquez-Castro, A. (2012). Replacing xylene with n-heptane for paraffin embedding. Biotechnic and Histochemistry, 87(7), 464–467. https://doi.org/10.3109/10520295.2012.701764
  23. Tanilgan, K., Özcan, M. M., & Ünver, A. (2007). Physical and chemical characteristics of five Turkish olive (Olea europea L.) varieties and their oils. Grasas y Aceites, 58(2), 142–147. https://doi.org/10.3989/gya.2007.v58.i2.78