Vol 4 No 2 (2022): November 2022
Artikel Hasil Penelitian

Uji Efektivitas Air Perasan Daun Jeruk Limau Kuit ( Citrus hystrix ) Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Kutu Rambut Pediculus humanus capitis Secara In Vitro

Nidha Pusvita
Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Anny Thuraidah
Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Rifqoh Rifqoh
Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Dinna Rakhmina
Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Diterbitkan 2022-11-01

Kata Kunci

  • Lemongrass Leaves Kuit,
  • Head Lice,
  • Mortality

Cara Mengutip

Pusvita, N., Thuraidah, A., Rifqoh, R., & Rakhmina, D. (2022). Uji Efektivitas Air Perasan Daun Jeruk Limau Kuit ( Citrus hystrix ) Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Kutu Rambut Pediculus humanus capitis Secara In Vitro. Jaringan Laboratorium Medis, 4(2), 109–116. https://doi.org/10.31983/jlm.v4i2.8579

Abstrak

Daun jeruk limau kuit merupakan tanaman khas Kalimantan Selatan yang memiliki kandungan anti insektisida yaitu metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, tanin, steorid dan triterpenoid. Pedikulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi kutu yang masih terabaikan dan menjadi masalah dalam kesehatan. Salah satu pembasmian kutu rambut adalah dengan menggunakan bahan alami yang mengandung zat anti insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemungkinan penggunaan bahan alami dalam daun jeruk limau kuit sebagai insektisida nabati terhadap mortalitas kutu rambut. Metode penelitian yang digunakan adalah experiment, dengan desain penelitian yaitu post-test only control group yaitu mengukur dan membandingkan keadaan variabel mortalitas Pediculus humanus capitis setelah diberi perlakuan air perasan daun jeruk limau kuit dengan konsentrasi 10%, 30%, 60%, 100% selama 1, 6, 12 dan 24 jam serta membandingkannya dengan kelompok kontrol negatif dengan aquadest dan kontrol positif dengan pemethrin. Sampel dari penelitian ini adalah daun jeruk limau kuit yang diekstrak dengan metode perasan menggunakan air. Dari hasil penelitian diperoleh persentase kematian tertinggi pada waktu 12 dan 24 jam dengan 100% kematian pada konsentrasi 100%. Berdasarkan hasil uji statistik yang menggunakan data hasil pengamatan mortalitas diperoleh nilai LC99 dalam waktu 1 jam (197.678%) , 6 jam (126.055%), 12 jam( 89.847% ), dan 24 (60.758%). Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa adanya efektivitas air perasan daun jeruk limau kuit ( Citrus hystrix) terhadap mortilitas kutu rambut ( Pediculus humanus capitis ) secara in vitro. Maka air perasan daun jeruk limau kuit dapat digunakan sebagai alternatif untuk pembasmian kutu rambut dengan bahan alami.

Referensi

  1. Agnis, F.R & Sri W. (2015). Gambaran Jamur Aspergillus flavus pada Bumbu Pecel Instan dalam Kemasan Tanpa Merk yang dijual di Pasar Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Analis Kesehatan, 4(2), 456-460
  2. Akhmad, A. M. (2012). Prevalensi Pedikulosis dan HubunganTingkat Infestasi dengan Karakteristik Santri Putri Pesantren X. Skripsi Dipublikasikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
  3. Amelia, E. (2019). Pengaruh Perasaan Daun Sirih Merah (Piper ornatum) terhadap Respon Gerak Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).
  4. Andini, Wina Dwi. (2016). Uji Daya Anti Kutu Rambut (Pediculus huamanus capitis) Perasan Buah Jeruk Purut (Citrus hystrix). Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
  5. Arimaswati, S. O., & HW, S. (2017). Efek Larvasida Ekstrak Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Larva Instar III A edes aegypti L. Medula, 4, 332-43.
  6. Burgess IF (2004). Human lice and their control. Annual Review of Entomology 49: 457-481.
  7. Fatna Andika W. (2010). Pengaruh Air Perasan Kulit Jeruk Manis (Citrus aurantium sub spesies sinensis ) Terhadap Tingkat Kematian Larva Aedes aegypti instar iii in vitro.
  8. Harborne, J.B. (1987)., Metode Fitokimia, Edisi ke dua, ITB, Bandung.
  9. Hermarwan, Raih Viguruh. (2019). Uji Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) sebagai Pedikulosida terhadap Kutu Rambut (Pediculus Humanus Capitis) . Medical Education, Universitas Islam Indonesia.
  10. Irwan, A, Mustikasari, K., & Ariyani, D. (2017). Chemical Preliminary Evaluation of leaves, Peels, and Fleshs Fruit of Limau Kuit: Local Orange of South Kalimantan. Jurnal Sains dan Terapan Kimia, 11(2), 71-79
  11. Ishak, N. I., Kasman, K., & Chandra, C. (2019). Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Limau Kuit (Citrus Amblycarpa) sebagai Larvasida Aedes Aegypti Instar III. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(3), 302-310.
  12. Rachman Z. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pediculosis Capitis Pada Santri Pesantren Rhodlotul Quran Semarang. [skripsi]. Semarang. Fakultas kedokteran Dipenogoro.
  13. Ririn Elpira, P., Rosanty, A., & Yuniarty, T. (2019). Uji Efektifitas Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum l.) Terhadap Kematian Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) Penyebab Pedikulosis Kapitis (Doctoral dissertation, Jurusan Analis Kesehatan).
  14. Verdiana, M., Widarta, I. W. R., & Permana, I. D. G. M. (2018). Pengaruh jenis pelarut pada ekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik terhadap aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah lemon (Citrus limon (Linn.) Burm F.). Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 7(4), 213-222.
  15. Yoma Seivia F. Tarukbua, Edwin De Queljoe WB. (2018). Skrining Fitokimia dan Uji Toksisitas Eks- trak Etanol Daun Brotowali (Tinospora Cris- pa (L.) Hook F . & T) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). PHARMA- CON Jurnal Ilmu Farmasi. ;7(3):330- 337.