Pengaruh Lama Penyimpanan Jamu Beras Kencur terhadap Pertumbuhan Kapang
Diterbitkan 2022-11-01
Kata Kunci
- Jamu Beras Kencur,
- Angka Kapang Khamir,
- Identifikasi Kapang Khamir
Cara Mengutip
Hak Cipta (c) 2022 Jaringan Laboratorium Medis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstrak
Pada masa pandemi Covid-19, masyarakat mulai menjaga kesehatannya, dengan cara penggunaan jamu sebagai alternatif pengobatan. Salah satu jenis jamu yang digunakan ialah jamu beras kencur karena memiliki khasiat untuk menambah stamina, penambah nafsu makan, menghilangkan rasa pegal-pegal dan gangguan batuk. Dalam Permenkes RI No. 007 tahun 2012 jamu gendong seperti jamu beras kencur tidak memerlukan izin edar. Kualitas jamu yang dihasilkan belum dapat dipastikan layak dari cemaran mikroba khususnya pada kapang, angka kapang khamir pada jamu beras kencur harus sesuai standar BPOM Nomor 32 Tahun 2019 yaitu AKK < 103 Koloni/mL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan jamu beras kencur terhadap pertumbuhan kapang dengan perlakuan penyimpanan 0 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam dan 24 jam di suhu ruang dan jenis kapang yang tumbuh. Jenis Penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Postest Design. Hasil penelitian ini didapatkan nilai rata-rata AKK yaitu 0 jam 0,2x100 koloni/mL, 4 jam 0,4x100 koloni/mL, 8 jam 0,4x100 koloni/mL. 12 jam 0,8x100 koloni/mL dan 24 jam 2,2x100 koloni/mL. Dari hasil tersebut dinyatakan bahwa jamu beras kencur memenuhi syarat standar BPOM Nomor 32 Tahun 2019 yaitu AKK < 103 Koloni/mL. Hasil uji Kruskall Wallis diperoleh nilai sig 0,286 disimpulkan tidak ada pengaruh lama penyimpanan jamu beras kencur terhadap pertumbuhan kapang. Hasil identifikasi pada jamu beras kencur didapatkan spesies jamur, yaitu Aspergillus flavus, Aspergillus niger dan Penicillium sp. Saran bagi peneliti selanjutnya, dapat meneliti pengaruh lama penyimpanan terhadap pertumbuhan kapang pada jenis jamu lain.Â
Referensi
- Agnis, F.R & Sri W. (2015). Gambaran Jamur Aspergillus flavus pada Bumbu Pecel Instan dalam Kemasan Tanpa Merk yang dijual di Pasar Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Analis Kesehatan, 4(2), 456-460
- Arifah, A. A. (2019). Gula Pasir Sebagai Pengganti Dektrosa Pada Komposisi Pda Untuk Efisiensi Biaya Praktikum Dan Penelitian Di Laboratorium Fitopatologi. Jurnal Temapela, 2(1), 28–32.
- Augustine, D., Sekar, B., & Murali, S. (2012). Invasive Aspergillosis of the maxilla-An unusual report. Jioh, 4(2), 47–52.
- Azara, R dan Ir. Ida Agustini Saidi. (2020). Buku Ajar Mikrobiologi Pangan. Sidoarjo: UMSIDA Press
- Bagus, I. G. N., Widaningsih, D. W. I., & Sudarma, D. A. N. I. M. (2017). Keragaman Jamur yang Mengkontaminasi Beras dan Jagung di Pasar Tradisional Denpasar. Agrotrop, 7(1), 89–98.
- Dewi, S.A., I Dewa A. (2016). Uji Angka Kapang-Khamir dan Identifikasi Salmonella spp pada Jamu Beras Kencur yang Dijual Di Pasar Sambilegi Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta
- Hakim, L., Kurniatuhad, R., & Rahmawati. (2020). Karakteristik Fisiologis Jamur Halofilik Berdasarkan Faktor Lingkungan Dari Sumur Air Asin Di Desa Suak, Sintang, Kalimantan Barat. Bioma : Jurnal Biologi Makassar, 5(2), 227–232.
- Hasanah, U. (2017). Mengenal Aspergillosis, Infeksi Jamur Genus Aspergillus. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 15(2), 76–86.
- Kementerian Kesehatan RI. (2015). Pembuatan Jamu Segar Yang Baik dan Benar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 1–36.
- Kuiper-Goodman T. 1996. Risk assessment of ochcratoxin A: An update. Food. Addit. Contam. 13 (Suppl): 553-557.
- Monita, K, dkk. (2021). Pemeriksaan Angka Kuman, Kapang/Khamir Dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Jamu Beras Kencur di Pasar Tradisional Kota Surakarta. Journal On Medical Science, 8(2), 142-146.
- Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No. 32 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Keamanan Dan Mutu Obat Tradisional.
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional.
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia.
- Ramli, N. M. Tafsir & A.D. Hasjmy. (2009). Pertumbuhan Optimum Penicillium spp. dan Cunninghamella spp. yang Diisolasi dari Pakan dan Efek Toksiknya pada Mencit (Mus musculus). Media Peternakan, 32(1), 40–46.
- Santika, F. Y., Marhamah, M., & Dinutanayo, W. W. (2021). Perbedaan Angka Kapang Khamir Pada Jamu Beras Kencur Gendong Di Pasar Tradisional Dengan Jamu Beras Kencur Kemasan Di Depot Jamu Kota Bandar Lampung. Jurnal Medika Malahayati, 4(3), 160–167.
- Singapurwa, N. M. A. S., & Candra, I. P. (2021). Antimicrobial activity of garlic and Kaempferia galanga on Aspergillus sp. growth isolated from sardine fish Pedetan. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 824(1).
- Siregar, R.S., dkk. (2021). Analisis Hubungan Sikap dan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Masyarakat Kota Medan Mengonsumsi Jamu Tradisional di Masa Pandemi Covid – 19. Seminar Nasional Ke-V Fakultas Pertanian Universitas Samudra.
- Sukmawati, D., Wahyudi, P., Rahayu, S., Moersilah, M., Handayani, T., Rustam, K. Y., & Puspitasari, S. I. (2018). Skrining Kapang Aspergillus spp. Penghasil Aflatoksin pada Jagung Pipilan di Daerah Bekasi, Jawa Barat. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 11(2), 151–162.
- Thearesti, C. C. (2015). Uji Angka Kapang/Khamir Dan Identifikasi Escherichia coli Dalam Jamu Kunyit Asam Dari Penjual Jamu Di Wilayah Ngawen Klaten. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 1–103.