Vol 4 No 2 (2022): November 2022
Artikel Hasil Penelitian

Profil Hasil Pemeriksaan Dahak Pada Pasien Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB)

Surati Surati
Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Semarang

Diterbitkan 2022-11-01

Kata Kunci

  • Hasil Pemeriksaan Dahak,
  • BTA,
  • MDR-TB

Cara Mengutip

Nadza, A. K., & Surati, S. (2022). Profil Hasil Pemeriksaan Dahak Pada Pasien Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Jaringan Laboratorium Medis, 4(2), 86–90. https://doi.org/10.31983/jlm.v4i2.8526

Abstrak

Pasien TB yang tidak patuh pengobatan OAT dapat menyebabkan resistensi dan menjadi MDR-TB dan menambah beban pengelolaan TB secara global. Program penanggulangan TB diantaranya pemeriksaan dahak secara mikroskopis penting untuk diagnosis, evaluasi, tindak lanjut pengobatan, dan follow up. Hasil pemeriksaan dahak menggunakan skala IUATLD sebagai interpretasi hasil dan pelaporannya yaitu negatif, scanty, positif satu, positif dua, dan positif tiga sesuai jumlah kuman TB yang ditemukan. Hasil pemeriksaan dahak sebagai penentu klasifikasi penderita, keputusan memulai pengobatan, serta kesembuhan penderita. Pada tahap pengobatan penderita MDR-TB, hasil pemeriksaan dahak sebagai indikator untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengobatan yang ditandai dengan adanya konversi BTA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan dahak pada pasien Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di Puskesmas Kabupaten Kendal. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan kriteria penelitian deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Responden penelitian merupakan pasien Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) dari tiga Puskesmas di Kabupaten Kendal dengan prevalensi kasus tertinggi. Responden penelitian berjumlah 7 pasien MDR-TB. Seluruh responden penelitian yang berjumlah 7 pasien MDR-TB (100%) termasuk dalam pengobatan tahap lanjutan dan menunjukkan hasil pemeriksaan dahak secara mikroskopis yaitu negatif.

Referensi

  1. Azmi, A. S. (2013). Prevalesi Risiko Tuberkulosis Multi Drug Resistance ( TB-MDR ) di Kota Depok Tahun 2010 - 2012. Skripsi.
  2. Dinas Kesehatan Kendal. (2020).
  3. Jan, F. (2018). Haematological And Biochemical Parameters In Multi Drug Resistant Tuberculosis By Haematological And Biochemical Parameters In Multi Drug Resistant Tuberculosis.
  4. Kalma. (2016). Studi Hasil Pemeriksaan Serum Glutamic Oxalacetic Transaminase Dan Serum Glutamic Phyruvic Transaminase Pada Penderita Tuberkulosis Paru Sebelum Dan Setelah Satu Bulan Mengkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis. VII(2), 7–18.
  5. Kasih, K. N., & Sulastina, N. A. (2019). Analisis Laju Endap Darah Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 4(1), 44–52. https://doi.org/10.36729/jam.v4i1.232
  6. Kementerian Kesehatan RI. (2015). profil-kesehatan-Indonesia-2015.
  7. Kementerian Kesehatan RI. (2017). PMK NOMOR 67 TAHUN 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Dinas Kesehatan, 163.
  8. Nelma, N., & Lumbantoruan, A. (2019). Pengaruh Penundaan Penanganan Sputum Terhadap Hasil Pembacaan Sediaan Secara Mikroskopis Pada Penderita TB di UPT. Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 14(1), 95–100. https://doi.org/10.36911/pannmed.v14i1.570
  9. Saputri, I. N., & Munthe, E. L. (2020). Tuberkulosis Resisten Ganda (TB-MDR) dan Implementasi Upaya Pengendalian di Kabupaten Ketapang. Jurnal Respirologi Indonesia, 40(1).
  10. Wahyuni, V. K., Agustina, M., Tri, E., & Novitasari, D. (2020). Tuberkulosis Paru Dengan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse. 4(1), 37–42.
  11. WHO. (2020). Global TB Report.
  12. WHO, (2019). Tuberculosis surveillance and monitoring in Europe. åŽåˆ›è¯åˆ¸, 2,19.