Kadar Asam Urat Pada Lansia Peserta Senam di Posyandu Lansia
Diterbitkan 2022-11-01
Kata Kunci
- Lansia,
- Kadar Asam Urat,
- Senam Lansia
Cara Mengutip
Abstrak
Proses menjadi tua mengakibatkan seseorang mengalami perubahan fisik dan mental, spiritual, ekonomi dan sosial serta degenerasi fungsi organ yang dapat menyebabkan penurunan produksi beberapa enzim dan hormon didalam tubuh yang berperan dalam proses pengeluaran asam urat. Asam urat merupakan produk akhir atau produk buangan yang dihasilkan dari metabolisme purin, dalam jumlah berlebih dalam darah akan mengalami pengkristalan. Olahraga seperti senam lansia secara teratur dapat menunda perubahan fisiologis yang biasanya terjadi pada penurunan kekuatan dan fleksibelitas, serta peningkatan kerentanan terhadap cedera. Penelitian ini disajikan dalam bentuk diskriptif dan didukung dengan tabel untuk menggambarkan hasil kadar asam urat dan faktor - faktor penyebab pada lansia peserta senam di posyandu lansia Dusun Timang, Kelurahan Wonokerto, Kabupaten Wonogiri. Pemeriksaan kadar asam urat dari 73 orang responden didapatkan 42 orang responden (57%) dengan kadar asam urat normal, dan 31 orang responden (43%) dengan kadar asam urat diatas normal. Peningkatan kadar asam urat disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, asupan makanan, aktivitas fisik dan riwayat penyakit.
Referensi
- Andry. (2009). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar Asam Urat Pada Pekerja Kantor di Desa Karang Turu Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Jurnal Keperawatan Soedirman
- Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. (2017). Profil Lansia Provinsi Jawa Tengah 2017.
- Dewi, P.N. (2015). Lansia Sehat dan Bahagia Dengan Senam Bugar Lansia. Proceedings Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA.
- Dewi, Rhosma S. (2012). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: PT Budi Utama.
- Fatimah, Nurul. (2017). Efektifitas Senam Ergonomik Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lanjut Usia Dengan Arthritis Gout. Universitas Islam Negri Alauddin Makasar.
- Francis, H. McCrudden. (2000). Uric Acid Penerjemah Suseno Akbar. Yogyakarta: Salemba Medika
- Fauzi, Mahmud (2018). Hubungan Aktifitas Fisik Dengan kadar Asam Urat di Padukuhan Bedog Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: SkripsiProgram Studu Ilmu KeperawatanUniversitas Aisyiyah Yogyakarta
- Julianti, Rina. (2011). Gambaran Kadar Asam Urat Pada Lansia. Universitas Muhammadiyah Semarang.
- Junaidi, Iskandar. (2013). Rematik dan Asam Urat. Jakarata: PT Bhuana Ilmu Populer.
- Jurusan Analis Kesehatan. (2018). Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Semarang: Poltekkes Kemenkes Semarang.
- Kemenkes RI (2010). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1792/ MENKES/ SK / II/ 2010tentang Pedoman Pemeriksaan Kimia Klinik.
- Kemenkes RI (2014). Situasi dan Analisis Lanjut Usia. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
- Kemenkes RI (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2015tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Pusat Kesehatan Masyarat
- Kemenkes RI (2017). Analisis Lansia di Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
- Kertia, Nyoman. (2009). Asam urat. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.
- Komnas Lansia. (2010). Pedoman Pelaksanaan Posyandu Lansia. Jakarta: Komisi Nasional Lanjut Usia
- Lingga, Lanny (2012). Bebas Penyakit Asam Urat Tanpa Obat. Jakarta: PT Argo Media Pustaka.
- Martono, H, Hadi. dan Pranaka, Kris. (2010) Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut) Edisi 4. Jakarta: FKUI.
- Manampiring. (2011). Hiperurisemia dan Respon Imun. Jurnal Biomedik, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
- Maryam, Siti, et al. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika
- Misnadiarly (2007). Rematik, Asam Urat, Hiperurisemia, Arthritis Gout. Jakarta: Pustaka Obor Populer.
- Muhith, A. dan Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: CV Andi Offset.
- Ningtyas, Rahma A. (2018). Perbedaan Kadar Asam Urat POCT Satu Parameter Dan Tiga Parameter. Semarang: Karya Tulis Ilmiah Jurusan D III Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang.
- Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
- Nurlaili, Farida. (2012). Hubungan Antara Usia Dengan Kadar Asam Urat Darah di Laboratorium Puskesmas Srimulyo
- Price, Sylvia A dan Lorraune, M Wilson (2003). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta:ECG
- Riset Kesehatan Dasar. (2013). Diakses pada 1 November 2018 dari http://www.depkes.go.id.
- Setiawati, Putri M. (2018). Gambaran Hasil Pemeriksaan Asam Kadar Asam Urat Pada Laki-Laki Diatas dan Dibawah Ysua 40 Tahun di Perum Dolog Tlogosari Wetan Pedurungan Semarang. Semarang: Karya Tulis Ilmiah Jurusan D III Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang.
- Setyoningsih, Rini (2009). Faktor Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperurisemia Pada Pasien Rawat Jalan RSUP dr. Kariadi Semarang. Semarang: SkripsiProgram Studu Ilmu Gizi Universitas Diponegoro
- Stanley, M. dan Beare, P.G. (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta: EGC.
- Sumintarsih. (2006). Kebugaran Jasmani Untuk Lanjut Usia. UPN Veteran Yogyakarta.
- Sunaryo, et al. (2015) Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: CV Andi Offset.
- Suyanto. (2010). Pentingnya Olahraga Bagi Lansia. Medikora Vol. VI No.1 Hal 23-30
- Tatara, H.I. (2013). Pengaruh Senam Bugar Lanjut Usia (Lansia) Terhadap Kadar Asam Urat Penderita Hipertensi. Jurnal e-Biomedik.
- Yenrina, Rina (2014). Diet Sehat Penderita Asam Urat. Jakarta: Penebar Swadaya
- Yunita Ema. (2018). Hubungan Antara Obesitas, Konsumsi Tinggi Purin, Dan Pengobatan Terhadap Kadar Asam Urat Dengan Penggunaan Allopurinol Pada Pasien Hiperurisemia. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia.