Profil Kadar Glukosa Darah Puasa dengan dan Tanpa Minum Air Putih
Diterbitkan 2022-11-01
Kata Kunci
- Glukosa Darah Puasa,
- Minum Air Putih,
- Tanpa Minum Air Putih
Cara Mengutip
Abstrak
Kadar glukosa darah dipengaruhi oleh faktor terkait pasien dan faktor laboratorium. Terdapat berbagai cara untuk mengobati glukosa darah yang mengalami peningkatan/penurunan. Konsumsi air putih membantu proses pembuangan semua racun di dalam tubuh, termasuk gula berlebih. Dalam penelitian James (2010) bahwa dengan minum air putih menyebabkan terjadinya pemecahan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah puasa dengan dan tanpa minum air putih. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 28 mahasiswi tingkat 2 TLM diperiksa kadar glukosa darah puasa menggunakan metode POCT dan mengisi kuesioner. Hasil kadar glukosa darah puasa digambarkan berdasarkan kuesioner yang telah diisi responden dalam bentuk diagram. Dari hasil pemeriksaan 28 mahasiswi, diperoleh rata-rata kadar glukosa darah dalam kondisi tanpa minum didapatkan 82,03 mg/dl, dengan kadar minimum 65 mg/dl dan kadar maksimum 97 mg/dl. Rata-rata kadar glukosa darah puasa dalam kondisi dengan minum didapatkan 78,71 mg/dl, dengan kadar minimum 69 mg/dl dan kadar maksimum 104 mg/dl. Kadar glukosa darah puasa pada responden dalam kondisi tanpa minum dan dengan minum mengalami penurunan sebanyak 4%. Terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa pada responden dalam kondisi tanpa minum dan dengan minum air putih yang juga dipengaruhi oleh faktor aktivitas fisik, asupan makanan, obat-obatan dan kegemukan (obesitas).
Referensi
- Amirta, Yolanda. (2017). Sehat Murah Dengan Air. Purwokerto: Keluarga Dokter.
- Anggarani, Katarina Trias Putri. (2017). Perbandingan Sampel Serum Dan Whole Blood Pada Pemeriksaan Glukosa Darah Dengan Glukometer. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.
- Astiti, Ari Puji & Dwipayana, Made Pande. (2018). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayah Denpasar Utara. E-Jurnal Medika Udayana, Vol. 7, No. 3, pp. 95 – 98.
- Bidarariani. (2016). Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah Metode GOD-PAP Dan Strip POCT. Semarang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
- Dorland. (2010). “Kamus Kedokteranâ€. Jakarta: EGC.
- Enomoto, Masaru. (2007). The True Power Of Water: Hikmah Air Dalam Olah Jiwa. (Bambang Trim & Deny Riana, Eds.). Bandung: MQ Publishing.
- Firgiansyah, Andi. (2016). Perbandingan Kadar Glukosa Darah Menggunakan Spektrofotometer Dan Glukometer. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.
- Husna, E., dan Junios. (2013). Pengaruh Terapi Air Putih Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Baso Tahun 2013. STIKes Prima Nusantara Bukittinggi: Jurnal Kesehatan STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol. 4 No. 1.
- Istiqomah, Laeli Nur. (2015). Hubungan Lingkar Pinggang dengan Kadar Gula Darah Puasa Pada Orang Dewasa. Semarang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
- Kim, Minsuo dan Art E. Cho. (2016). The Role Of Water Molecules In Stereoselectivity Of Glucose/ Galactose-Binding Protein. Scientific Reports.
- Kementrian Kesehatan RI. (2014). InfoDATIN: Waspada Diabetes. Jakarta Selatan: Author.
- Kee, Joyce LeFever. 1997. Buku Saku Pemeriksaan Laboratorium Dan Diagnostik Dengan Implikasi Keperawatan. (Monica Ester, Eds.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
- Linder, Maria C., Ph.D. (2006). Biokimia Nutrisi dan Metabolisme: Dengan Pemakaian Secara Klinis. (Aminuddin Parakkasi & A.Y. Amwila, Trans.). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
- Mardani, Berta Trifina. (2013). Pengaruh Jumlah Edukasi Kebiasaan Minum Air Putih Terhadap Hasil Pemeriksaan Kimiawi Urinalisis Pada Masyarakat Pedukuhan Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
- Manual Kit Gluco Dr. (2017).
- Notoatmodjo, Prof. Dr. Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta, hal 202-204.
- Paramita, Irene. (2016). Disertasi Ekowati Retnaningtyas: Pengaruh Air Terhadap Viskositas Darah Pada Pasien Diabetes Melitus.
- Purwanto, Yedi. (2008). Seni Terapi Air. Jurnal Sosioteknologi Edisi 13 Tahun 7.
- Pardosi, Hiskia Tambok Tarulitua. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Mahasiswa Fakultas Sains Dan Matematika Universitas Diponegoro. Semarang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
- Rosanti, Fala Sumarlina. (2017). Hubungan Kadar Gula Darah Puasa Dengan Kadar Kreatinin Serum Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Semarang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
- Roche. (2013). Manual Kit Accu-Chek Active. Germany.
- Subiyono, Martsiningsih A, Gabrela D. (2016). Gambaran Kadar Glukosa Darah Metode GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) Sampel Serum Dan Plasma EDTA (Ethylen Diamin Terta Acetat). Volume 5. Yogyakarta: TEKNOLAB.
- Sy, Elmatris, Afrianti, Esy, Bahri, Nelwati & Yuniarti. (2012). Efek Hidroterapi Pada Penurunan Kadar Gula Darah Sesaat (Kgds) Terhadap Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Majalah Kedokteran Andalas No.2. Vol.36.
- Sacher, Ronald A. (2004). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. (dr. Huriawati Hartanto, Eds.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
- UMMS, Desi Astuti Ayu. (2016). Perbedaan Kadar Glukosa Darah Kapiler Dengan Darah Vena Metode Point-Of-Care Testing (POCT). Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.
- Wirahadikusumah, Muhamad. (1985). Biokimia: Metabolisme Energi, Karbohidrat, Dan Lipid. Bandung: Penerbit ITB.
- Yuniarti, Teti. (2011). Pengaruh Kadar Terapi Air Putih Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien DM Tipe 2 Di Poli Klinik Khusus Endokrin RSUP Dr M Djamil Padang. Universitas Andalas.
- Zeuthen, Thomas. (2009). Water-Transporting Proteins. J Membrane: Biol (2010) 234: 57-53.