Mikroskopis Preparat Mus Musculus Jaringan Ginjal yang Dideparafinisasi dengan Minyak Zaitun pada Pengecatan Hematoxylin Eosin (HE)
Diterbitkan 2021-11-03
Kata Kunci
- Deparaffinization,
- Xylol,
- Olive Oil
Cara Mengutip
Abstrak
Deparafinisasi adalah suatu tahap sebelum proses pewarnaan (stainning) untuk menghilangkan/melarutkan parafin sehingga penyerapan warna pada sediaan jaringan menjadi maksimal. Deparafinisasi biasa dilakukan menggunakan xylol dan toluol. Xylol memiliki efek toksik diantaranya neurotoksitas akut, merusak jantung dan ginjal, hepatoksitas, diskrasia darah yang fatal, erietema kulit, kulit kering, kulit mengelupas, dan  juga memilki efek karsinogenik. Efek toksisitas minyak zaitun lebih rendah dibanding xylol. Minyak yang memiliki sifat non polar dapat menghilangkan sisa parafin yang terdapat pada jaringan. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mikroskopis sediaan jaringan ginjal mencit yang dideparafinisasi dengan minyak zaitun pada pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif. Hasil penilaian preparat yang dideparafinisasi dengan xylol dalam 80 lapang pandang didapatkan 100% preparat yang baik dan preprat yang dideparafinisasi dengan minyak zaitun dalam 80 lapang pandang didapatkan 0% preparat yang tidak baik, 11,3% preparat yang kurang baik, dan 88,7% preparat yang baik. Sehingga dapat disimpulkan hasil yang lebih baik terdapat pada gambaran mikroskopis preparat ginjal mencit (Mus musculus) yang dideparafinisasi dengan xylol.
Referensi
- Afrida, A. D., & Priyatno, D. (2021). Gambaran Histologi Jaringan Hepar Mencit ( Mus Musculus ) yang Difiksasi dengan Larutan Carnoy dengan Variasi Waktu 4 Jam , 8 Jam dan 12 Jam. Jaringan Laboratorium Medis, 03(01), 37–42.
- Halim, Rahmidani, G1C217295. (2018). Asam Cuka Sebagai Agen Deparafinisasi pada Pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Semarang. Retrieved October 25 , 2020 from http://repository.unimus.ac.id/
- Hartono, R., Soewono, S., & Ratnaningsih, T. (2019). Pengaruh Pemberian Alkohol Peroral Terhadap Nilai Mean Corpuscular Volume, Morfologi Eritrosit Darah Tepi dan Normoblas Sumsum Tulang. Jaringan Laboratorium Medis, 1(1), 46–52. https://doi.org/10.31983/jlm.v1i1.5161
- Jusuf, A. A. (2009). Histoteknik Dasar. Tesis. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Retrieved September 11 , 2020 from https://staff.ui.ac.id/
- Kandyala, R., Raghavendra, S. P., & Rajasekharan, S. (2010). Xylene: An Overview of It’s Health Hazards and Preventive Measures. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 14(1), 1, Retrieved October 1, 2020 from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/
- Khristian, E. (2017). Potensi Minyak Gandapura Sebagai Pengganti Xilol Dalam Pembuatan Sediaan Mikroskopis Otak Mencit. Skripsi.STIKES Jendral Achmad Yani. Cimahi Retrieved October 19, 2020 from http://repository2.stikesayani.ac.id
- Khristian, E. & Inderiati, D. (2017). Sitohistoteknologi. DEPKES. Jakarta, Retrieved October 1, 2020 from http://bppsdmk.kemkes.go.id/
- Miranti, Ika Pawitra. (2010). Pengolahan Jaringan Untuk Penelitian Hewan Coba. Media Medika Muda (M3) (4). pp. 1-4. ISSN 1858-3318, artikel: Universitas Diponegoro, Retrieved October 19, 2020 from http://www.m3undip.org
- Nuroni, F., Mayangsari, M, A., Aryadi, T. (2019). Perbedaan Kualitas Preparat Ginjal Marmut pada Proses Deparafinasi Menggunakan Xylol dan Minyak Zaitun pada Pewarnaan HE. Prosiding mahasiwa: Universitas Muhamadiyah Semarang. Retrieved October 8, 2020 from http://prosiding.unimus.ac.id/
- Udonkang, M. Eluwa M., Ekanem T.B., Asuquo O.R., Akpantah A.O. (2014). BleachedPalm Oil as Subtitute For Xylene in Histology. JPCS, Vol (8), pp. Pp 8-17. Retrieved September 30, 2020 from https://www.semanticscholar.org