Vol 3 No 1 (2021): Mei 2021
Artikel Hasil Penelitian

Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien PROLANIS Trimester I dan Trimester II

Diterbitkan 2021-11-03

Kata Kunci

  • Glukosa Darah Sewaktu,
  • Prolanis,
  • Trimester I dan Trimester II

Cara Mengutip

Dewi, M. P. S. (2021). Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien PROLANIS Trimester I dan Trimester II. Jaringan Laboratorium Medis, 3(1), 56–60. https://doi.org/10.31983/jlm.v3i1.8004

Abstrak

Parameter pemeriksaan kadar glukosa merupakan pemriksaan yang dilakukan untuk penderita Diabetes Mellitus (DM) sebagai penegak diagnosis, monitoring, terapi, dan timbulnya komplikasi, sehingga terjadinya perkembangan penyakit dapat dimonitor dengan baik. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dapat mungukur kadar glukosa darah tanpa mengukur waktu makan terakhir. Puskesmas mempunyai Program Pengendalian Penyakit Kronis (PROLANIS) yang bertujuan untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup yang optimal. PROLANIS diadakan setiap bulan dengan memberikan obat dan melakukan pemeriksaan glukosa darah sewaktu, pada pasien prolanis trimester I  kadar gula tinggi seharusnya pada trimester II akan menurun. Tujuan Penelitian mengetahui gambaran kadar glukosa darah sewaktu pada pasien prolanis trimester I dan trimester II di Puskesmas Wangon II Banyumas Tahun 2019. Metode Penelitian penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan kriteria penelitian deskriptif dengan sampel semua pasien PROLANIS yang melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah. Hasil Penelitian subyek penelitian adalah pasien PROLANIS sejumlah 45 orang yang di periksa kadar glukosa darah sewaktunya. Hasil penelitian menunjukan bahwa 6 orang pasien berjenis kelamin laki-laki (41,31%) dan 39 orang pasien berjenis kelamin perempuan (58,69%) Kesimpulan penelitian ini menunjukan hasil kadar glukosa pada pasien PROLANIS berjenis kelamin laki-laki tertinggi pada trimester I adalah 901 dan trimester II adalah 657, pada kadar glukosa darah perempuan tertinggi pada trimester I adalah 1372 dan trimester II 841. Kepatuhan pengobatan ini tetap menjadi tolak ukur utama dalam proses perubahan kadar glukosa darah.

Referensi

  1. Ashary, K. L. (2019). Kadar Glukosa Darah dan Tekanan Darah pada Anggota PROLANIS di Puskesmas Somagede Kabupaten Banyumas. Jaringan Laboratorium Medis, 1(2), 91–97.
  2. Alwi, I. (2014). Panduan Klinis Hipertensi BPJS Kesehatan. Jakarta: Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
  3. Depkes RI. (2009). Sistem Kesehatan Nasional.Jakarta.
  4. Gandasoebrata. (2007). Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat.
  5. Gunardi. (2020). Profil HbA1c , Kolesterol dan Trigliserida pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Profile of HbA1c , Cholesterol and Triglyceride in Type 2 Diabetes Mellitus. Jaringan Laboratorium Medis, 02(02), 89–93
  6. Henrikson J.E. (2009). Blood Glucose Levels. Philadelphia Baltomore New York: Wolters Kluwer Health
  7. Irawan, M.A. (2007). Cairan Tubuh. Elektrolit, dan Mineral. Polton Sports Science and Perfomace Lab. Avaible from: www.pssplab.com/journal/01.pdf
  8. Imawati, H. (2020). Gambaran Kadar Glukosa , Tekanan Darah , dan Profil Lipid pada Pasien Prolanis DM Hipertensi. Jaringan Laboratorium Medis, 02(02), 61–67.
  9. Khoirin, W. A., & Hartono, R. (2021). Kadar Hemoglobin pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Laboratorium Medis, 03(01), 23–28.
  10. Maulana , H. D. J. (2009). Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC.
  11. Maryunani, Anik NS. (2008). Buku saku diabetes pada kehamilan. Jakarta: Trans Info Media;2008.
  12. Nabyl. E. A. (2012). Panduan hidup sehat: mencegah dan mengobati Diabetes Mellitus. Yogyakarta: Aulia Publising.
  13. Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014. Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. 2014.
  14. Raraswati. Anjar. (2018). Peran Program Prolanis Dalam Penurunan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Jatinagor.
  15. Sacher, R A. (2004). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta : EGC
  16. Shahab. (2006). Diagnosis dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus (disarikan dari konsesus pengelolaan Diabetes Mellitus di Indonesia, Perkeni,2006.
  17. Sartika, D. (2020). Gambaran Sedimen Urin pada Orang Lanjut Usia yang Mengalami Hipertensi. Jaringan Laboratorium Medis, 02(02), 94–96.
  18. Trisnawati, S.K. & Setyogoro, S. (2013). Faktor resiko kejadian Deabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Cengkareng. Jakarta Barat tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1).