Vol 3 No 1 (2021): Mei 2021
Artikel Hasil Penelitian

Hasil Pemeriksaan TB Paru Metode TCM pada Tersangka TB Paru

Muhajir Muhajir
RSUD Tidar Magelang

Diterbitkan 2021-11-30

Kata Kunci

  • TB paru,
  • TCM,
  • Usia,
  • Jenis Kelamin

Cara Mengutip

Muhajir, M. (2021). Hasil Pemeriksaan TB Paru Metode TCM pada Tersangka TB Paru. Jaringan Laboratorium Medis, 3(1), 50–55. https://doi.org/10.31983/jlm.v3i1.7961

Abstrak

Tuberkulosis (TB) ialah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB). Determinan penyakit TB paru antara lain meliputi jenis kelamin, dan usia. Metode Tes Cepat Molekuler (TCM) merupakan terobosan program TB untuk pasien TB Resisten Obat. Metode TCM membutuhkan waktu dua jam untuk mendapatkan hasil diagnosis pasien. Metode TCM untuk mendiagnosis TB dan resistensi terhadap rifampisin secara cepat dan akurat. RSUD Tidar Magelang merupakan salah satu tempat rujukan pemeriksaan TCM dari berbagai fasyankes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan TB paru metode TCM pada tersangka TB paru di RSUD Tidar Magelang. Jenis penelitian deskriptif. Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari RSUD Tidar Magelang.Berdasarkan usia yaitu remaja awal, remaja akhir, dewasa awal, dewasa akhir, lansia awal, lansia akhir, dan manula hasil rif sensitif 0,76%, 11,45%, 9,54%, 7,25%, 5,73%, 8,78% dan 3,82%. Hasil negatif 1,15%, 1,91%, 6,87%, 7,25%, 7,63%, 14,89% dan 12,98%. Hasil rif sensitif pada laki-laki 27,1% dan perempuan 20,23%. Hasil negatif pada laki-laki 31,3% dan perempuan 21,37%. Hasil rif sensitif paling banyak daerah Magelang, diikuti Kota Magelang, kemudian Kodya Jakarta Timur, Banjarnegara dan Purworejo. Hasil negatif dijumpai pada Magelang, diikuti Kota Magelang, kemudian Wonosobo dan Kota Waringin Timur.

Referensi

  1. Chairini, S., & Widodo. (2020). Paru Profile of SGOT and SGPT levels in Patients with Pulmonary Tuberculosis Paru. Jaringan Laboratorium Medis, 02(01), 18–21.
  2. Damayanti, M. (2020). Gambaran Kadar SGPT pada Pasien Tuberculosis Multidrug Resistant. Jaringan Laboratorium Medis, 02(02), 68–74.
  3. Depkes RI. 2011. Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta.
  4. Evita Ruth. (2019). Uji Sensitivitas Dan Spesifisitas Genexpert Pada Penderita Suspek Tuberkulosis di Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Poltekkes Medan. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes. Medan.
  5. Hafidzah, Umi K. (2018). Model Skrining Massal Tuberkulosis dan Kasus Tuberkulosis (TBC) Paru di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kabupaten Jember.
  6. Hastuti, S. 2017. Hubungan Jumlah BTA dengan Kadar Gula Darah. Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Semarang.
  7. Jendra, FJ. (2015). Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Penyakit Tb Paru di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 3(2). 57-64.
  8. Karlina, E., Widodo, & Purlinda, D. E. (2019). Biokimia Mycobacterium Tuberculosis yang Diberi Perlakuan Obat Anti TB Isoniazid. Jaringan Laboratorium Medis, 1(2), 81–85.
  9. Kemenkes RI dan Ditjen P2PL. (2014). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberculosis : Indonesia Bebas Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
  10. Kementerian Kesehatan RI. 2015. Standar Prosedur Operasional Pemeriksaan Mikroskopis TB. Jakarta. Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
  11. Kementerian Kesehatan RI. (2017). Pelatihan Laboratorium Tuberkulosis Bagi Petugas di Fasyankes. Jakarta.
  12. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Tuberkulosis. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kemenkes. Jakarta.
  13. Novianti. (2019). Pemanfaatan Tes Cepat Molekuler (TCM) Genexpert Sebagai Alat Diagnostik Tb Paru di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Jurnal Ekologi Kesehatan , 18(3) : 135-148.