Vol 3 No 1 (2021): Mei 2021
Artikel Hasil Penelitian

Histologi Jaringan Hepar Mencit (Mus Musculus) yang Difiksasi dengan Larutan Carnoy dengan Variasi Waktu 4 Jam, 8 Jam dan 12 Jam

Arin Dwi Afrida
Jurusan Analis Kesehatan; Poltekkes Kemenkes Semarang
Djoko Priyatno
Poltekkes Kemenkes Semarang

Diterbitkan 2021-05-16

Kata Kunci

  • Gambaran Histologi,
  • Hepar Mencit,
  • Fiksasi,
  • NBF 10%,
  • Larutan Carnoy

Cara Mengutip

Afrida, A. D., & Priyatno, D. (2021). Histologi Jaringan Hepar Mencit (Mus Musculus) yang Difiksasi dengan Larutan Carnoy dengan Variasi Waktu 4 Jam, 8 Jam dan 12 Jam. Jaringan Laboratorium Medis, 3(1), 38–43. https://doi.org/10.31983/jlm.v3i1.7920

Abstrak

Pemeriksaan histopatologik adalah pemeriksaan rutin yang dilakukan untuk setiap jaringan dalam laboratorium patologi anatomik. Tahapan dalam pembuatan sediaan histologi adalah tahapan fiksasi. Jenis larutan yang dapat digunakan sebagai larutan fiksatif selain NBF 10% yaitu larutan Carnoy. Larutan Carnoy merupakan larutan fiksatif dengan proses fiksasi yang relatif cepat sekitar 1-4 jam. Kelebihan dari larutan Carnoy dapat melisiskan eritrosit serta melarutkan lipid, mempunyai kemampuan mempertahankan inti sel dan menahan glikogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran histologi sediaan jaringan hepar mencit (Mus Musculus) yang difiksasi menggunakan larutan Carnoy dengan waktu 4 jam, 8 jam, dan 12 jam. Merupakan penelitian observasional dengan rancangan kriteria penelitian deskriptif. Hasil gambaran histologi sediaan jaringan hepar mencit (Mus Musculus) yang difiksasi menggunakan larutan NBF 10% didapatkan 100% sediaan yang baik. Pada sediaan jaringan hepar mencit (Mus Musculus) yang difiksasi menggunakan larutan Carnoy dengan waktu 4 jam didapatkan sebanyak 2.2% sediaan yang kurang baik dan 97.78% sediaan yang baik. Pada sediaan jaringan hepar mencit (Mus Musculus) yang difiksasi menggunakan larutan Carnoy dengan waktu 8 jam didapatkan sebanyak 11.11% sediaan yang kurang baik dan 88.89% sediaan yang baik. Pada sediaan jaringan hepar mencit (Mus Musculus) yang difiksasi dengan menggunakan Carnoy dengan waktu 12 jam didapatkan sebanyak 44.44% sediaan yang kurang baik dan 55.56% sediaan yang baik.

Referensi

  1. Ahmed, H. G., and Mohammed, A. I. I. (2011). A comparison study of histochemical staining of various tissues after Carnoy’s versus after formalin fixation. Journal of Cancer Science and Therapy, 3(4), 84–87. https://doi.org/10.4172/1948-5956.1000065
  2. Ariyadi, T. (2017). Kualitas Sediaan Jaringan Kulit Metode Microwave Dan Conventional Histoprocessing Pewarnaan Hematoksilin Eosin. Jurnal Labora Medika. 1 (1) : 7-11.
  3. Dias, A.R., Pereira, M.A., Mello, E.S., Zilberstein, B., Cecconello, I., Junior, U.R. (2014). Carnoy’s solution increases the number of examined lymph nodes following gastrectomy for adenocarcinoma: a randomized trial. Brazil : The International Gatric Cancer Association and The Japanese Gastric Cancer Association.
  4. Fajrina, S. N., Ariyadi, T., Nuroini, F., dan Semarang, U. M. (2018). Gambaran Kualitas Sediaan Jaringan Hati Menggunakan Larutan Fiksatif NBF 10 % dan Alkohol 70 % pada Pewarnaan HE (Hematoksilin-Eosin) dapat menyebabkan larutan fiksatif tidak menyerap dengan baik . Potongan jaringan yang diketahui bahwa metode fiksasi i. 1, 60–65.
  5. Jusuf, Ahmad A. (2009). Histoteknik Dasar. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  6. Khristian, E., dan Inderiati, D. (2017). Sitohistoteknologi (N. Fitriana & H. Junianto (eds.); 2017th ed.). Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
  7. Lael, B. F., Sntosa, B., dan Aryadi, T. (2018). Perbedaan Penggunaan Xylol (Xylene) dan Toluol (Toluene) pada Proses Clearing terhadap Kualitas Preparat Awetan Permanen Cimex lectularius. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Unimus, 1, 232–237.
  8. Miranti, I.P. (2010). Pengolahan Jaringan Untuk Penelitian Hewan Coba. Skripsi. Universitas Diponegoro.
  9. Musyarifah, Z., & Agus, S. (2018). Proses Fiksasi pada Pemeriksaan Histopatologik. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3), 443. https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.900
  10. Nuralim, E. R., Rahayu, I. D., & Bekti, R. S. (2017). Comparative Analysis Of Fixation Using Carnoy Solution and Formalin Solution in Chicken Embryo ’ S Somites , Neural Tube , and Vascular Age Of 48 Hours With Hematoxylin-Eosin Staining Abstract Pendahuluan Embriologi merupakan ilmu yang sejak dari masa pem. 4.