Vol 2 No 2 (2020): November 2020
Artikel Hasil Penelitian

Kadar Ureum Sebelum dan Sesudah Hemodialisa pada Pasien Gagal Ginjal

Siti Kustiyah
Rumah Sakit Islam Klaten

Diterbitkan 2021-11-05

Kata Kunci

  • Kadar Ureum,
  • Hemodialisa,
  • Gagal Ginjal

Cara Mengutip

Kustiyah, S. (2021). Kadar Ureum Sebelum dan Sesudah Hemodialisa pada Pasien Gagal Ginjal. Jaringan Laboratorium Medis, 2(2), 104–108. https://doi.org/10.31983/jlm.v2i2.7908

Abstrak

Gagal ginjal kronis merupakan suatu keadaan penurunan fungsi ginjal, dimana ginjal tidak mampu lagi mengekskresikan sisa metabolisme tubuh. Pada gagal ginjal kronis stadium akhir dibutuhkan hemodialisis untuk mengeliminasi sisa metabolisme tubuh yang menumpuk dalam darah dan menurunkan resiko kematian. Efektifitas hemodialisis dapat dilihat dari penurunan kadar ureum sesudah hemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisa pada pasien gagal ginjal. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif observasional dengan pengambilan data URR (Urea Reduction Ratio) yang melibatkan 130 pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli dan Oktober 2019 di unit laboratorium Rumah Sakit Islam Klaten. Hasil : Adanya penurunan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisa. Dimana kadar ureum sebelum hemodialisa rata-rata 133,19 mg/dl  dan sesudah hemodialisa rata-rata  39,74 mg/dl. Simpulan : Kadar ureum pada pasien gagal ginjal sebelum hemodialisa meningkat/ tinggi bisa 2 kali atau lebih dari kadar normal, rata-rata 133,19 mg/dl. Peningkatan Kadar ureum meningkat dipengaruhi oleh bebreapa factor, antara lain jenis kelamin, usia, indikasi seperti supplement, obat-obatan dan diabetes melitus. Kadar ureum sesudah hemodialisa rata-rata 39,74 mg/dl sehingga terjadi penurunan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisa 70,16%.

Referensi

  1. Adiwijayanti, Betti Ronayan. (2015). Hubungan Karakteristik Individu Terhadap Kadar Timbal Dalam Darah Dan Dampaknya Pada Kadar Hemoglobin Pekerja Percetakan Di Kawasan Megamall Ciputat.Jakarta : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Retrifed April 25 from repository.uinjkt.ac.id
  2. Syawal Abdurrahman. (2018). Perbandingan kadar ureum dan creatinine pada pasien gagal ginjal pre dan post hemodialisa di RSUD Batermas Provensi Sulaesi Tenggara. Jurnal Medi lab Mandala 2 (1) 53-60, 2018
  3. Wahyuni Armezya, Ellyza Nasrul, Ellizabet Bahar. (2016). Pengaruh hemodialisa terhadap Urea Reduktion Ratio pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 di RSUP Dr.M.Djamil Padang.Jurnal Kesehatan Andalas 5 (2)2016.
  4. Irendem K.A. Loho, Gladi L Rambert, Mayer F wowor. (2016). Gambaran kadar reum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialysis. Jurnal Biomerik(e Bun) vol 4 NO.2 Juli – Desember 2016.
  5. Asri setyaningsih, Dewi puspita, M. Imron Rosyidi. (2013). Perbedaan kadar ureum dan creatin pada klien yang menjaani hemoialisa dengan hallow fiber Re use di RSUD Ungaran. JurnalKMB vol 1 NO.1 Mei 2013 15-24.
  6. Kaliahpan, Previsha. (2011). Perubahan kadar ureum dan creatin sebelum dan sesudah hemodialisa pada penderita gagal ginjal di RSUD. DR. Pirngadi Medan. Jurnal 2011-06-06.
  7. Corina Desy Ramantika. (2017). Pemeriksaan kadar creatini dan ureum pada gagal ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa. Universitas Seta Budi Surakarta,2017.
  8. Nur Wahida Makmur, Hamzah Tasa, Sukriyadi. (2013). Pengaruh hemodialysis terhadap kada ureum dan creatinine darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodalisis di ruang HD. Di RSUP Dr. Wahidin. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis 2(1), 58-64,2013.
  9. Loho, I.K, dkk. (2016). Gambaran kadar ureum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialysis. Jurnal e biomedik (e Bm).vol 4, No.2.
  10. Smeltza, S,C.& Bara, BG. (2013). Keperawatan medical bedah. Jakarta: bku ajaran kedokteran EGC.
  11. Aisyah, J. (2011). ‘Karakteristik penderita gagal ginjal Rawat inap di Rumah Sakit Haji Medan’, skripsi : Universitas Sumatra Utara.
  12. A, Sara,s, Syaiful. A. dan Yanni, M. (2015). ’Gambaran Klinis Penderita Pnyakit Ginjal Kronok yang menjalani Hemodalisis di RSUP Dr M. Djamil Padang’. Tersedia pada : http:II jurnal.th unand, ac.id.7(1) .pp.42-50.