Vol 2 No 2 (2020): November 2020
Artikel Hasil Penelitian

Gambaran Kadar SGPT pada Pasien Tuberculosis Multidrug Resistant (TB-MDR)

Diterbitkan 2021-09-27

Kata Kunci

  • TB-MDR,
  • kadar SGPT

Cara Mengutip

Damayanti, M., & Surati, S. (2021). Gambaran Kadar SGPT pada Pasien Tuberculosis Multidrug Resistant (TB-MDR). Jaringan Laboratorium Medis, 2(2), 68–74. https://doi.org/10.31983/jlm.v2i2.7687

Abstrak

Multidrug Resistant Tuberculosis (TB-MDR) akhir-akhir ini menjadi ancaman kesehatan di Indonesia. Tatalaksana klinis MDR TB lebih rumit bila dibandingkan dengan TB biasa. Hepatotoksik atau biasa disebut dengan Anti-Tuberculosis Drug-induced Hepatotoxicity (ATDH) adalah efek serius dari OAT yang banyak terjadi. Parameter dasar untuk mendiagnosa atau follow up adanya gangguan fungsi hati adalah dengan pemeriksaan SGPT. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar SGPT pada pada pasien TB-MDR. Penelitian ini merupakan penelitian observasional (non-eksperimental) dengan kriteria penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 7 pasien TB-MDR di Puskesmas Kendal I, Puskesmas Kaliwungu, dan Puskesmas Kaliwungu Selatan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan kadar SGPT pada 7 pasien TB-MDR terdapat 7 responden penelitian (100%) memiliki kadar SGPT normal dengan kadar terendah yaitu 2,17 U/L dan kadar tertinggi yaitu 37,75 U/L dan rata-rata kadar SGPT yaitu 18,01 U/L. TB banyak menyerang kelompok usia 56-65 tahun (57%). Laki-laki (57%) merupakan pasien yang banyak terjangkit TB. Waktu konsumsi OAT terbanyak di fase lanjutan (100%). Diabetes adalah penyakit yang sering menyertai pasien TB. Simpulan dari penelitian ini adalah dari 7 sujek penelitian yaitu pada pasien TB-MDR memilki kadar SGPT yang masuk dalam rentang normal.

Referensi

  1. Chairini, S., & Widodo, W. (2020). Profile of SGOT and SGPT levels in Patients with Pulmonary Tuberculosis. Jaringan Laboratorium Medis, 2(1), 18-21.
  2. Kalma. (2016). Studi Hasil Pemeriksaan Serum Glutamic Oxalacetic Transaminase Dan Serum Glutamic Phyruvic Transaminase Pada Penderita Tuberkulosis Paru Sebelum Dan Setelah Satu Bulan Mengkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis. VII(2), 7–18.
  3. Nurrizqi, T. M. (2017). Pemeriksaan Kadar SGOT dan SGPT pada Penderita Tuberkulosis Akhir Fase Intensif 60.
  4. Raharjo, W., Lestari, R. H., dan Uwan, W. B. (2019). Gambaran Kadar Enzim Transaminase Pada Pasien Tuberkulosis Yang Mendapat Terapi Obat Anti Tuberkulosis Di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, Vol 5, No, 2–11.
  5. Rasyid, S. A., Armayani, Yuniati, and Lio, T. M. P. (2020). Analysis of Serum Glutamic Pyruvic Transaminase and Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase Levels in Tuberculosis Patient Who are Undergoing Oat Treatment in Kendari City General Hospital, Kota Kendari Indonesia. 12, 75–77. https://doi.org/10.4081/idr.2020
  6. Rizky, V., Wulan, W. S., Kesehatan, J. A., dan Surabaya, P. K. (2019). Vol 8 No . 2 Desember 2019 Issn : 2320 - 3635 Issn : 2320 - 3635. Pengaruh Waktu Penanganan Pemeriksaan Terhadap Kadar Sgpt Pada Serum dan Plasma Edta, 8(2), 777–781.
  7. Saputri, I. N., dan Munthe, E. L. (2020). Tuberkulosis Resisten Ganda (TB-MDR) dan Implementasi Upaya Pengendalian di Kabupaten Ketapang. Jurnal Respirologi Indonesia, 40(1).
  8. Sri, Rahayu & Sukeksi, A. (2017). Hubungan Kadar SGOT-SGPT Pada Pasien TB Pengobatan Fase Awal Di Puskesmas Pati. Repository Unimus.
  9. Sumiati, D., & Budiharjo, T. (2019). BTA Suspect Findings Before and After Knocking on the Doors Program by Cadre Based on Quality of Sputum Samples. Jaringan Laboratorium Medis, 1(1), 34-37.
  10. WHO. (2019). WHO TB Report. WHO Library Cataloguing-in-Publication Data World, 7.
  11. Winadiatri, H. (n.d.). Metabolisme Obat Pada Penyakit Kardiovaskuler Halia Winadiatri. 20, 1–4.