Vol 2 No 1 (2020): Mei 2020
Artikel Hasil Penelitian

Profil Kadar Kadmium (Cd) Dalam Urine pada Perokok Aktif

Rita Mustika Sari
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Diterbitkan 2021-07-02

Kata Kunci

  • Kadmium,
  • Perokok Aktif,
  • AAS

Cara Mengutip

Sari, R. M. (2021). Profil Kadar Kadmium (Cd) Dalam Urine pada Perokok Aktif. Jaringan Laboratorium Medis, 2(1), 37–41. https://doi.org/10.31983/jlm.v2i1.6982

Abstrak

Logam berat kadmium (Cd) merupakan salah satu zat pencemar lingkungan berbahaya dan terakumulasi dalam jaringan makhluk hidup. Salah satu contoh seorang terpajan kamium dapat ditemukann pada perokok. Kadmium yang terkandung dalam asap rokok masuk melalui inhalasi kemudian kadmium diangkut darah dan diekskresikan melalui urin. Kadar kadmium dalam tubuh yang melebihi Nilai Ambang batas dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kadar kadmium dalam urine perokok aktif. Metode peneitian ini adalah Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis case report. Sampel yang digunakan berasal dari 12 subjek penelitian yang bersedia diambil sampel urinnya. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian ini adalah dari 12 sampel perokok aktif didapatkan hasil kadar kadmium <0,000185 mg/L di bawah Nilai Ambang Batas.Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran kadar kadmium dalam urin pada seluruh subjek penelitian di bawah Nilai Ambang Batas.

Referensi

  1. Aiman, H. (2007). Tobat Merokok. Depok : Pustaka II MaN
  2. Anies. (2005). Waspada Ancaman Penyakit Tidak Menular. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
  3. Anshori, J.A. (2005). Spektofotometri Serapan Atom. Sumedang : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Padjajaran
  4. Ashraf, M.W. (2012). Levels of Heavy Metals in Popular Cigarette Brands and Exposure to These Metals via Smoking. Retrivied April 19,2020, from https://www.hindawi.com/journals/tswj/2012/729430/
  5. Asmadi. (2008). Teknik Prosedural Keperawatan : Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta : Salemba Medika
  6. ATSDR. (2012). ToxGuide for Cadmium Cd. Retrivied Desember,18,2019, from http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofile/index.asp
  7. Bakti, F. (2014). Kimia Klinik. Jakarta : EGC
  8. Balai Penelitian Tanah. (2009). Fosfat Alam Pemanfaatan Fosfat Alam Yang Digunakan Langsung Sebagai Sumber. Retrivied September 15,2019, from http://balittanah.litbang.deptan.go.id/ind/
  9. CSEM. (2008).Cadmium Toxicity. Retrivied April,19,2020, from https://www.atsdr.cdc.gov/
  10. Denic, A., et al. (2016). Adv Chronic Kidney Dis. Retrivied April,20,2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/PMC4693148/
  11. Gunawan, R., et al. (2007). Biologi Kelas XI. Jakarta : Grasindo
  12. Hartika, S.S., et al. (2019). Modifikasi Alang Alang Sebagai Filler Adsorben Logam Berat. Sleman : Penerbit Deepublish
  13. Karmana, O. (2008). Cerdas Belajar Biologi. Jakarta : Grafindo Media Pratama
  14. Kementrian Kesehatan RI. 2018. Hasil Utama Riskesdas 2018. Retrivied September 15,2019, from https://www.depkes.go.id/
  15. Kusumadewi, S., et al. (2015). SPA : pengetahuan, aplikasi dan manfaat (NA).NA: PT Gramedia Pustaka Utama
  16. Mahendra, B. (2010). Tubuh Anda Cermin Kesehatan Anda. Jakarta : PenebarPlus
  17. Marindrawati, M., et al. (2019). Kawasan Tanpa Rokok di Fasilitas Umum. Sidoarjo : Uwais Inspirasi Indonesia
  18. Mayaserli, P.D., & Rahayu, S.J. (2018). Perbandingan Kadar Logam Kadmium dalam Urin Perokok Aktif dan Perokok Pasif di Terminal Kota Padang. Jurnal. Tidak Diterbitkan. Padang : Stikes Perintis Padang
  19. Nugroho, E. (2006). Toksisitas Logam. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia
  20. Palar, H. (2008). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta : PT Rineka Cipta
  21. PP No.81 Tahun 1999. Retrivied September 22, 2019, from http://itjen.kemenag.go.id/sirandang/peraturan/1382-81-peraturanpemerintah-nomor-81-tahun-1999-tentang-pengamanan-rokok-bagi-kesehatan
  22. Ratnaningsih. (2014). Pengaruh Kadmium Terhadap Gangguan Patologik Pada Ginjal Tikus Percobaan. Jurnal Matematika, Sains Dan Teknologi, 5, 53- 56.
  23. Redaksi Plus. (2007). Stop Rokok Mudah Murah Cepat. Jakarta : Penebar Swadaya
  24. Rosidah, S. (2014). Uji Toleransi Tanaman Tembakau ( Nicotiana tabacum L.) terhadap Cekaman Kadmium (Cd), Timbal (Pb), dan Tembaga (Cu) pada Kultur Cair. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Universitas Negeri Semarang : Semarang.
  25. Rosita, B., dan Andriyati, F. (2019). Perbandingan Kadar Logam Kadmium (Cd) dalam Darah Perokok Aktif dan Pasif di Terminal Bus. Jurnal. Tidak Diterbitkan. Padang : Stikes Perintis Padang
  26. Schulz, M., et al. (2016). Int J Environ Res Public Health. Retrivied April 18,2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/PMC4847091/
  27. Subekti, R. (2015). Penentuan Kadar Timbal (Pb) dengan Bioindikator Rambut pada Pekerja SPBU di Kota Purwokerto. Tesis. Purwokerto : Univeritas Muhammadiyah Purwokerto.
  28. Sukandarrumidi, et al. (2017). Geotoksikologi. Yogyakarta : UGM Press
  29. Sukmana, T. (2009). Mengenal Rokok dan Bahayanya. Yogyakarta : Be Champion
  30. Tirtosastro, S., dan Murdiyati, A.S. (2009). Kandungan Kimia Tembakau dan Rokok. Jurnal. Tidak Diterbitkan. Malang : Universitas Tribuana Tunggadewi.
  31. Ueta, E., et al. (2003). The Effect of Cigarette Smoke Exposure. Retrivied April, 20,2020, from https://academic.oup.com//
  32. Wibowo, D.S. (2008). Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta : PT Grasindo
  33. Widmer, P. (2006). Pangan Papan dan Kebun Berguna. Yogyakarta : Penerbit Kanisius
  34. Widyastuti, EZ. (2007). Analisis Logam Zn dan Cd Dalam Air Sungai Kunden di Sekitar Industri Tekstil Gumpang Kartasura Dengan Metode Spektofotometri Serapan Atom. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  35. Zaki, F. (2015). Tingkat Efek Kesehatan Lingkungan Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) Yang Dikonsumsi Masyarakat Kaliadem Muara Angke Jakarta Utara Tahun 2015. Skripsi. Tidak Diterbitkan.Jakarta : Universitas Islam Negeri Syarif Hidyatullah Jakarta