Vol 2 No 1 (2020): Mei 2020
Artikel Hasil Penelitian

Jumlah Trombosit pada Pasien Demam Berdarah

Niken Meiriyani
UPTD PUSKESMAS BRANGSONG II KENDAL

Kata Kunci

  • Demam Berdarah,
  • Trombosit

Cara Mengutip

Meiriyani, N. (2020). Jumlah Trombosit pada Pasien Demam Berdarah. Jaringan Laboratorium Medis, 2(1), 32–36. https://doi.org/10.31983/jlm.v2i1.6895

Abstrak

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditransmisikan oleh nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penderita yang terinfeksi akan memiliki gejala berupa demam ringan sampai tinggi, disertai dengan sakit kepala, nyeri pada mata, otot dan persendian, hingga perdarahan spontan. DBD di Indonesia, telah menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 45 tahun terakhir sejak tahun 1968. Kasus ini tersebar di seluruh 33 propinsi dan di 436 kabupaten/kota dari 497 kabupaten/kota (88%) di Indonesia. Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung meningkat. Laboratorium memilih  menggunakan alat yang blood cell counter atau Hematology Analyzer untuk menghitung jumlah sel darah pasien. Hasil pemeriksaan laboratorium dengan jumlah trombosit pada pasien demam dengue di dapatkan 19 (14,84%) sampel pasien dengan trombosit d bawah 100.000 per mikrometer(mcL) dari 128 pasien dari bulan Januari sampai dengan Maret 2019. Dengan pasien demam 2 hari sebanyak 44 oarng, pasien demam selama 4 hari sebanyak 37 orang, dan pasien demam selama 5 sebnyak 47 orang, dalam jumlah normal dan dibawa normal kisaran 150.000-400.000/mmᶾ.

Referensi

  1. Avirutnan P, Malasit P, Seliger B, Bhakti S, Husmann M. (1998). Dengue Virus Infection of Human Endothelial Cells Leads to Chemokin Production, Complement Activation, and Apoptosis. J Immunol;Vol 161:6338-46.
  2. Carr JJ, Brown JM. (2001). Introduction to Biomedical Equipment Technology, 4th ed. Prentice Hall, Columbus, Ohio.
  3. Darwis D. (1999). Kegawatan Demam Berdarah Dengue Pada Anak.Naskah lengkap, pelatihan bagi dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam pada tata laksana kasus DBD. Jakarta: Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  4. Depkes RI. (2006). Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis. Rumah Sakit di Indonesia. Jakarta: Depkes RI. Dewi SC. 2012.
  5. Depkes RI. (2013). Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  6. Depkes. (2004). Buku Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  7. Dewi BE, Takasaki T, Sudiro TM, Nelwan R, Kurane I. (2007). Elevated Levels of Solube Tumour Necrosis Factor Receptor 1, Thrombomodulin and Solube Endothelial Cell adhesion Molecules in Patients with Dengue Hemorrhagic Fever. Dengue Bulletin : Vol 31:103-10.
  8. Kurane I. (2007). Dengue Hemorrhagic Fever with Spesial Emphasis on hogenesis. Comparative Immunology, Microbiology & Infectious Disease; Vol 30:329-40.
  9. Koraka P, Suharti C, Setiati CE, Mairuhu AT, Van Gorp E, Hack CE, et al. (2001). Kinetics of Dengue Virusspecific Immunoglobulin Classes and Subclasses Correlate with Clinical Outcome of Infection. J Clin Microbio;Vol. 39 4332-8.
  10. Kinney, M. Huang,CY.Rose, BC. Kroeker, AD. Drecher,T. Patrick,I. Stein,D. (2005). Inhibition of Dengue Virus Serotipe 1-4 in Vero cell Cultures with Morpholino Oligomers. Journal of Microbiology. 79(8):5116-5128 : Dalam Chamber,T. Schlesingers,J. Davidson,D. et al.2003. Yellow virus/Dengue 2 and Yellow fever/Dengue 4 Chimeras: Biological Characterization, Immunogenicity, and Protection against Dengue Encephalitis in Mouse Model.Journal of Virology.77(6):3655-3668.
  11. Kresno SB. (1996). Nilai rujukan. Laporan Kegiatan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia (PDS Patklin) Jakarta.
  12. Lestari K. Epidemiologi Dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Indonesia. Farmaka. Desember 2007; Vol. 5 No. 3: hal .12-29.
  13. Massi,M.N. Sabran,A. (2006). Teknik Identifikasi Serotipe Virus Dengue (Den 1-4) dengan Uji Reverse Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin.
  14. Siregar, A.F. (2004). Epidemiologi dan Pemberantasan Demam berdarah Dengue di Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumareta utara.
  15. Sowandoyo E, editor. Demam Berdarah Dengue pada Orang Dewasa, Gejala Klinik dan Penatalaksanaannya.Seminar Demam Berdarah Dengue di Indonesia 1998; RS Sumberwaras. Jakarta.
  16. Soegijanto S. (2003). Prospek Pemanfaatan Vaksin Dengue Untuk Menurunkan Prevalensi di Masyarakat. Dipresentasikan di Peringatan 90 Tahun Pendidikan Dokter di FK Unair; Surabaya.
  17. Soegijanto S. Patogenesa dan Perubahan Patofisiologi Infeksi Virus Dengue. www.pediatrikcom/buletin/20060220-8ma2gi-buletindoc;2002 [cited 2010]; Available from: www.pediatrikcom/buletin/20060220-8ma2gi-buletindoc.
  18. Scanlon VC, Sanders T. (2006). Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi, 3rd ed. ECG, Jakarta.
  19. Strachan TR, Andrew P. (1999). Human molecular genetics. University of Newcastle, University of Manchester. r (2 ed.).
  20. WHO. (2011). Dengue: Guidlines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. New Edition. Geneva: World Health Organiza-tion.